
Sebulan sudah Langit bergelarkan suami Cahaya yang hanya seorang guru dan penulis novel biasa.
Walaupun tak terlalu terkenal seperti penulis lainnya Cahaya memiliki fans tersendiri yang setia menanti update dari novel-novelnya.
"Lanjut Thor!" Begitulah keseringan koment2 para fans Cahaya.
Hari ini Cahaya ada jam mengajar disebuah SMP dekat rumahnya.
Ia sangat terkejut ketika para siswa berlarian menghampiri seorang pria yang keluar dari mobil mewahnya.
"Sudah ku bilang jangan dijemput,hebohkan jadinya!" Gerutu Cahaya sambil merapihkan buku-buku siswanya yang baru saja menyelesaikan ulangan.
"Sayang apa kau sudah selesai mengajarnya?" Langit menghampiri sang istri yang sulit mendekat ke arahnya karena rumusan siswa-siswanya itu
"Iya sebentar aku naruh buku-buku ini dulu,biar besok saja aku koreksinya!" Putus Cahaya yang tak mau sang suami semakin membuat heboh seluruh sekolah.
"Kita mampir makan dulu ya, anak-anak tadi sudah ku suruh sopir jemput sekolah dan ajak mereka makan di tempat yang mereka mau. Biar kita bisa berduaan!" Langit mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Cahaya tidak habis pikir memiliki suami brondong akan segila ini hidupnya.
Suami barunya selalu saja ingin berduaan dengannya membuatnya seperti pacaran.
"Sayang kita sudah sebulan menikah,kenapa sikap mu masih seperti pengantin baru terus si?" Akhirnya Cahaya angkat bicara agar suaminya kembali normal dan berhenti berbuat hal yang romantis layaknya pacaran.
Bukan tak senang diperlakukan begitu, hanya saja Cahaya malu dengan usianya yang terbilang tua masih bergaya pacaran apalagi dengan berbondong!
*
Disisi lain ketiga anak Cahaya sedang menikmati makan siang disalah satu restaurant jepang kesukaan si kecil Fajar.
"Kau tahu sekarang kehidupan ku tak sebebas dulu! Ternyata punya hot papa yang tajir melintir dan terkenal membuat ku selalu dalam pengawasan bodyguard." Seroja memasukan sepotong grill ke mulutnya.
"Baru sebulan aja ku dah ga bisa main kemana-mana kayak dulu,bahkan ke mall pun mereka selalu mengikutiku!" Lanjut Seroja dengan wajah kesal dan mulut penuh makanan.
"Dan aku semakin didekati cewek-cewek aneh di kampus!" Timpal Awan yang sangat terganggu pribadinya sekarang!
__ADS_1
"Kakak-kakak gimana si, kan enak punya papa tajir! Kita bisa makan enak tiap waktu, jalan-jalan dan minta apa aja diturutin!" Si kecil Fajar angkat bicara.
Fajarlah yang paling sangat menikmati jadi anak sambung Langit yang kaya dan terkenal.
Bahkan sekarang disekolah lagaknya sudah kayak seleb dan bos yang hobby traktir teman-temannya, maklum uang jajannya sehari itu sama dengan uang jajan sebulan teman-temannya.
"Kau ini jangan sering-sering traktir teman-teman,nanti mereka ngelunjak dan manfaatin kamu gimana?" Ceramah Seroja kesal dengan gaya sang adik.
"Kakak ini bukannya dukung aku jadi dermawan malah marah-marah!" Fajar pikir caranya mentraktir teman-teman adalah sedekah.
"Boleh-boleh aja begitu tapi jangan tiap hari juga kali, mending uangnya kamu sedekahin ke orang-orang yang memang membutuhkan bagol!" Kesal Seroja.
Bertiga anak itu masih terus berdebat dengan keadaan mereka sekarang hingga sore menjelang!
Kring kring...
"Assalamualaikum ma ada apa?" Awan mengangkat telepon sang mama.
__ADS_1
"Kalian ini makan atau apa! Kata pak Agung kalian dah berjam-jam makan disitu? Cepat pulang sudah sore!" Marah Cahaya karena anaknya belum juga pulang sudah sesore ini.
" Ya ampun beneran dah sore! Kamu si bagol ngeselin susah dibilangin. Ayo cepat kita pulang!" Seroja menarik tangan Fajar yang masih ingin memasukan sushi terakhirnya.