
Akhirnya resepsi pernikahan Langit dan Cahaya selesai juga!
Semua orang sudah meninggalkan hotel kecuali beberapa tamu undangan special yang mendapat fasilitas menginap Di hotel mewah itu.
Langit dan Cahaya sudah berada di dalam presidential suite di hotel bintang tujuh milik Purnama.
Bunga-bunga yang bertaburan membuat harum kamar yang bernuansa gold itu.
Jantung kedua orang yang memasukinya berdegub kencang memikirkan apa yang akan mereka lakukan didalam kamar tersebut berdua.
"Mmm..., aku mandi duluan boleh?" lontar Langit.
Langit membuka dasi dan jasnya menaruhnya ngasal. Ia begitu gugup berduaan saja dengan sang istri.
"Iya silakan mas!" Cahaya menatap sejak sang suami, ia tahu suaminya pasti sangat gugup sama seperti dirinya.
Langit memasuki kamar mandi melepas semua pakaiannya dan berdiri didepan bathup.
Terbayang dibenaknya mandi bersama sang istri sambil bermesraan dengannya membuatnya tersenyum bahagia sekaligus malu.
Setelah melihat bathup khusus mereka pakai berdua terlintas sayang bila ia gunakan sendiri saja, itu tandanya ia tak menghargai orang yang sudah susah payah menyiapkannya.
Langit akhirnya menaruh handuknya di pinggir bathup dan keluar kembali ingin mengajak Cahaya mandi bersamanya.
kreeek
Langit membuka pintu kamar mandi dan melihat takjub keindahan sang istri yang sedang melepas pakaiannya pengantinnya.
Glup!
Langit menelan salivanya melihat wajah cantik dan rambut indah Cahaya.
Cahaya terkejut mendengar pintu kamar mandi terbuka dan melihat suaminya berdiri hanya menggunakan kolor dengan dada six packnya.
__ADS_1
Glup!
Sekarang gantian Cahaya yang menelan salivanya, karena apa yang menjadi idaman para wanita kini bisa ia nikmati memandang bahkan boleh menyentuhnya dengan halal!
"Sini!" Ucap Langit yang tahu sang istri kesulitan melepas gaunnya.
Perlahan Cahaya menghampiri Langit lalu membelakanginya agar Langit membantu menurunkan zipper dan melepas gaunnya.
Bruk!
Gaun indah dan lumayan berat itu terjatuh hingga menampakkan kulit putih dan sexy tubuh Cahaya.
Freeze
Sejenak sepasang pengantin itu membeku!
"Kita mandi sama-sama ya!" Ucap Langit memecah kebekuan.
Dak, dig, dug...
Jantung Cahaya berdetak kencang, menyadari apa yang akan terjadi berikutnya!
Melihat Cahaya tetap mematung, Langit sadar bahwa mungkin sang istri gugup dan malu.
"Kasihan orang yang sudah menyiapkannya untuk kita pakai bersama bila akhirnya aku pakai sendiri!" Bisik Langit.
Swishh
Tubuh Cahaya terayun saat Langit menggendongnya kedalam kamar mandi.
Celepuk
Langit menaruh perlahan tubuh Cahaya kedalam bathup bersama dirinya.
Cahaya masih saja membeku gugup walau adegan seperti ini pernah sebelumnya ia alami bersama mantan suaminya dulu.
Langit memberanikan diri mulai mennyentuh pipi Cahaya dengan lembut.
Perlahan mengelus dan mengangkat dagunya agar menatapnya.
__ADS_1
deg
Mata keduanya beradu penuh malu.
Perlahan Langit semakin mengikis jarak diantara dirinya dan sang istri.
Ia mulai memeringkan kepalanya dan memposisikan bibirnya tepat diatas bibir sang istri.
Cahaya benar-benar gugup hingga membuatnya mematung tanpa perlawanan.
Langit mulai menyesap bibir sang istri perlahan hingga spontan Cahaya membuka mulutnya dan membiarkan Langit mengekspor seluruh bibir dan mulutnya.
Langit menekan tengkuk sang istri agar ciuman mereka semakin dalam.
Perlahan Langit melepas pengait bra sang istri meleparnya kesembarangan dan kembali membelai punggung mulusnya.
"ummm!" Suara aneh begitu saja lepas dari bi..r Cahaya membuat Langit tak sabar membawa istrinya kembali kedalam kamar.
Langit menggendong kembali Cahaya sambil terus menyesap bi..r manis sang istri.
Ia tak mau bercinta dikamar mandi yang dingin dan memilih menunda mandinya.
Langit merebahkan Cahaya ketempat tidur sejenak melepas ciumannya agar Cahaya dapat kembali bernafas.
Langit telah melepas kain segi tiga yang menempel dibagian inti Cahaya membuat mereka tak ada penghalang sedikitpun.
Langit mengikuti naluri dan terbawa arus kenik..tan yang ia ciptakan sendiri membuat mereka melupakan segalanya dan masuk lebih dalam lagi untuk menikmati sensasi pengalaman pertamanya dengan sang istri dalam ruang cinta.
De..han demi desa..n terdengar memenuhi kamar pengantin itu.
"Ah...!" Cahaya menahan sakit saat Langit berusaha menghu..skan singkong magelnya ketempat yang salah.
"Mmm,bukan disitu mas tapi lebih kebawah sedikit!" Cahaya malu-malu berusaha mengajari sang suami ber...ta yang benar.
Langit mengikuti arahan Cahaya sambil terus menge..pi bibir dan mere..s lembut bakpao Cahaya dan ia pun berhasil masuk kejalan yang benar sesuai instruksi dan arahan sang istri.
Maklum guys Langit masih amatir dan Cahaya berpengalaman kelas atas,buktinya dah punya 3 anak kan! ðŸ¤
Setelah Langit kembali kejalan yang benar, Langit berusaha mempo.pa Cahaya membuatnya ter.ngah-engah nikmat hingga keduanya sampai diujung syurga permainan mereka malam itu.
__ADS_1
Bruk
Langit lemas terkulai diatas Cahaya, pun sama dengan Cahaya yang sama-sama telah sampai diujung perjalanan malam pengantin mereka!