
Hembusan angin sore menerpa lembut wajah gadis bermata biru muda itu.
Jilbab lebarnya bergoyang dengan begitu indah membuat seseorang yang sedari tadi terpaku menatapnya berdebar semakin keras detak jantungnya.
"Kak Sky, sedang apa disitu?" Seroja terkejut melihat Sky mematung diteras rumahnya.
"Ummm, saya ingin mengembalikan ini!" Sky menghulurkan tangannya kearah Seroja.
"Apa?" tanya Seroja yang belum tahu apa yang sedang digenggam Sky.
Sky membuka tangannya perlahan hingga membuat Seroja terkejut.
"Tidak ada apa-apa! Apa kakak ingin mengerjaiku?" Seroja bingung karena ternyata Sky tidak menggenggam benda apapun.
"Hatiku....! Iya aku ingin mengembalikan getaran dihatiku." Sky mengambil tangan Seroja dan meletakkan kedadanya.
"Buatlah detak jantungku kembali normal! Karena sejak kejadian waktu itu, ia selalu berdetak kencang tiap kali aku mengingatmu!" Sky menatap Seroja yang hampir tanpa jarak dengannya.
Mata keduanya saling terpaut satu sama lain. Mereka terdiam tapi tidak dengan hati mereka yang berdisko ria.
"Apa ini yang namanya cinta kak?" tanya Seroja pada laki-laki yang terpaut jauh dengannya.
"Mungkin, karena aku belum pernah mengalaminya!" Sky semakin mengikis jarak diantara dirinya dengan putri tuannya itu.
cup
cup
__ADS_1
cup
Perlahan Sky mencium bibir manis Seroja yang mematung beberapa kali dengan singkat.
Namun berikutnya Sky memberanikan diri untuk mencium Seroja lebih dalam lagi hingga gadis yang belum pernah melakukan ciuman itu terbuai dan mulai mengikuti ciuman Sky.
brugh
Seroja tersadar dengan apa yang ia lakukan, ia mendorong keras Sky hingga laki-laki tersebut menjauh dari dirinya.
Seroja menutupi bibirnya yang sedikit bengkak karena ciuman Sky yang begitu menggebu.
Gadis itu berlari kekamarnya dan menutup pintu kencang dan menangis memeluk gulingnya.
Ia tersadar kalo perbuatannya itu dosa hingga ia menangis sejadi-jadinya.
sementara itu Sky masih dalam posisi duduk di lantai hanya bisa termenung memikirkan apa yang baru saja ia perbuat terhadap anak tuannya itu.
***
Tapi kali ini Sky tak dapat membendung rasa rindunya pada gadis itu, ia memberanikan diri bicara pada tuannya tentang sang putri.
"Ada apa kenapa kau terlihat serius dan gugup begitu?" Tanya Langit orang kepercayaannya itu.
"Sepertinya saya jatuh cinta pada putri anda tuan!" Ucapan Sky membuat Langit terdiam kaget.
"Maksudmu?" Langit menanyakan kembali pernyataan Sky, ia pikir ia salah mendengar Sky.
__ADS_1
"Bolehkah saya bertemu dengan nona Seroja?" Sky mati-matian memberanikan diri untuk mengatakannya.
"Sejak kapan kalian berhubungan?" Langit mulai serius karena ia melihat kesungguhan Sky terhadap putri sambungnya itu.
"Sejak aku berusaha menyelamatkannya dan dengan tak sengaja memeluknya!" Jawab Sky jujur.
"Lalu apa yang kau inginkan dari putriku?" Langit kembali bertanya pada Sky.
"Kalo dia bersedia aku akan menikahinya sekarang juga!" Dengan berani Sky menyatakan keinginannya untuk menikahi anak tuannya itu.
"Nikah, kalo dia menolak? Ingat putriku itu baru berusia 19 tahun." Langit sedikit mengingatkan Sky agar tak terlalu banyak berharap terhadap putrinya.
"Saya akan menunggunya sampai ia benar-benar siap menerima saya!" Ucap Sky penuh keyakinan.
***
Sky berjalan ke halaman belakang kediaman Langit, ia melihat gadis yang sangat dirindukannya itu sedang asik memakan es cream sambil mendengarkan musik di tepi kolam renang itu.
Sky melangkah semakin mendekati keberadaan gadis itu.
"Kau...!" Seroja terkejut melihat Sky yang tiba-tiba berdiri disampingnya.
"Iya ini aku...,aku...!" Belum sempat Sky meneruskan ucapannya Seroja dengan gerakan terburu-buru dan gugup bangun dari duduknya dan hendak masuk kedalam rumah.
Tapi karena saking terburu-burunya jilbab yang ia kenakan tersangkut di kursi membuatnya ilang keseimbangan dan tercebur bersama Sky yang spontan ia tarik bajunya.
byurrr
__ADS_1
jilbab Seroja tertinggal di kursi hingga menampakkan keindahan rambut dan leher putihnya dihadapan Sky yang sedang memeluknya agar ia bisa berdiri didalam kolam renang setelah tenggelam dan meminum air kolam yang lumayan byk itu.
Dengan nafas tersengal-sengal Seroja masih memeluk erat Sky agar ia tak kembali jatuh dan menelan air kolam lagi.