
"Ayo lah sayang...,baca biodata ini. Istikharah dan segera kabari bunda kabar gembira itu!" Lagi-lagi bunda memberikan Langit beberapa biodata akhwat yang ia ajukan sebagai calon menantunya.
Langit tersenyum mengambil beberapa map tipis itu walau enggan sebenarnya!
Langit masih termenung diruang kerjanya sambil membuka satu persatu map itu.
"Cahaya Temaram! Nama yang unik!" Akhirnya ada satu biodata wanita yang menarik perhatian Langit.
"Janda,3 orang anak dan usianya sdh 40 tahun!" Langit merasa wanita itu mirip dengan sang bunda tersayang.
"Pekerjaan guru dan penulis!" Langit tersenyum melihat biodata lengkap Cahaya.
"Daddy sm bunda saja beda 14 tahun,apa tak apa bila aku mencoba dengannya dan itu berarti selisih kami 10 tahun!" Langit membatin,untuk pertama kalinya ia mulai tertarik untuk mencoba meneruskan arah ta Aruf ini!
"Anak pertama 16 tahun,laki-laki sudah kuliah!" Langit merasa sang anak pertama seperti Bunga yang usia segitu sudah lulus smk dan kuliah.
"Anak ke dua perempuan usia 14 tahun sudah smk!" Langit membaca biodata Cahaya sambil tersenyum.
"Anak ke tiga 10 tahun laki-laki sd!" Langit merasa tertarik dengan keluarga Cahaya.
__ADS_1
"Status : Janda Bercerai! benar-benar seperti bunda!" pikir Langit.
"Alasan ingin menikah kembali :
Ingin kembali menunaikan setengah dan
Ingin memenuhi keinginan anak-anak untuk kembali merasakan pigur bapak dirumah bersama mereka!
Ingin disayangi dan menyayangi karena Allah!
Ingin menjaga diri dari syahwat/nafsu!
"Baiklah aku akan istikharah untuk lebih menyakinkan diriku,walau sekarang aku mulai tertarik padamu Cahaya!" Langit menatap foto wanita sederhana bercadar itu!
__ADS_1
"Kenapa ia tak memberikan fotonya tanpa cadar?" Langit yang biasa menerima biodata akhwat bercadar yang melepas cadarnya untuk biodata ta aruf merasa penasaran karena yang kali ini tetap menggunakan fotonya yang bercadar untuk proses ta aruf!
"istikharah istikharah pokoknya!" Langit tersenyum langsung berdiri dan mengambil wudhu untuk segera sholat istikharah.
*
"Mas,kau ingat Cahaya? Teman ku yang penulis itu!"Senja bersandar pada bahu suaminya yang selalu terlihat tampan itu.
"Yang janda 3 anak itu kan? Kenapa memang dengan dia?" Purnama merampas jemari sang istri gemas!
"Aku memberikan biodatanya pada Langit,dia minta bantuanku untuk mencari jodohnya lagi!" Senja membelai wajah sang suami dari samping dengan manja.
"What? Kamu ga salah sayang,Langitkan masih bujangan kenapa kau coba menawarinya janda? Yang hadirkan masih banyak!" Protes Purnama.
"Terus kenapa kamu menikahiku? Bukannya aku juga janda,bahkan janda tua!" Senja bangun kesal dengan sang suami.
"Eh eh sayang bukan begitu maksudku. Aku kan sayang dan cinta sangat sama kamu,maaf ya aku ga bermaksud merendahkan kaum janda. Hanya...,Apa Langit seleranya sama denganku?" Purnama memegang satunya berpikir tak lama ia tertawa!
"Pantas selama ini kita selalu gagal menjodohkannya dengan para gadis muda,ternyata seleranya Langit sama denganku,haha!" Purnama menertawakan anak sambungnya itu sambil berjalan memeluk sang istri yang akhirnya ikutan tertawa!
__ADS_1
"Kau setuju Langit dengan Cahaya sayang?" Tanya Purnama sambil menyesap leher jenjang sang istri!
"Firasat ku bilang begitu!" Senja tersenyum karena akhirnya ia tahu apa yang dicari sang anak sulungnya.