Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Hari ini genap 3 hari setelah proses khitbah Langit dengan Cahaya,mereka akan melakukan fitting baju pengantin di butik ternama sang bunda.


"Aku sangat beruntung bisa memakai baju pengantin buatan teman sekaligus ibu mertuaku yang terkenal ini! Tekyu bun,muach!" Cahaya mencium pipi Senja tanpa sungkan saking dekatnya persahabatan mereka.


"Ayo foto dulu bentar jangan nempel-nempel dulu tapi,belum muhrim!" Senja menarik Langit untuk sedikit mendekat dengan Cahaya.


cekrek


Beberapa foto berhasil Senja ambil sebagai foto prawedding sang anak dan sahabatnya itu.



Setelah foto menggunakan baju mangkat kalo orang betawi bilang,yaitu satu hari sebelum hari pernikahan,langit dan bumi foto menggunakan baju pengantin yang akan digunakan resepsi mereka sedang baju saat akad lupa ia foto tadi dan Langit tak mau mencobanya lagi.




Langit dan Cahaya begitu gugup saat berdekatan walau disana ada sang bunda yang menemani mereka.


*


Selesai acara fitting mereka lanjut memesan cincin pernikahan mereka.


Jika untuk lamaran saja cincin yang diberikan sudah sangat mewah bagaimana dengan cincin pernikahan mereka.

__ADS_1



Kali ini Langit gagal memilih cincin pernikahan yang ia inginkan karena Cahaya memaksanya memilih cincin nya sediri yang jauh lebih murah beratus-ratus kali lipat.


Setelah selesai memilih cincin pernikahan mereka berlanjut dengan makan malam sambil memilih kartu undangan pernikahan mereka.



Lagi-lagi Cahaya menang dengan pilihan kartu undangan pernikahannya dengan Langit.


Sepertinya Langit akan selalu mengalah pada Cahaya kelak.


"Abis ini kita mampir ke toko souvenir Bunga ya,dia sudah menunggu kita dari tadi!" Senja lupa kalo menantu pertamanya itu sedang menunggu mereka memilih souvenir pernikahan Langit dan Cahaya.


*



Selesai memilih souvenir Senja pulang lebih dahulu setelah dijemput Purnama,sedangkan Langit diperintahkannya mengantarkan Cahaya pulang kerumahnya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam,ini kali pertama Langit berduaan dengan Cahaya calon istrinya.


"Mengapa kau memilihku?"Tanya Cahaya dengan segala keberaniannya.


"Kenapa memangnya?"Langit membalikkan pertanyaan Cahaya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu alasanmu memilihku?"Cahaya melirik kearah Langit yang pura-pura konsen menyetir Lamborgini nya itu.


"Entahlah,ku rasa aku menyukaimu!" Jawab Langit membuat pipi Cahaya merona.


"Kau nyakin? Aku janda dan jauh lebih tua dibandingkan dirimu?" Cahaya masih tak mengerti mengapa Langit yang tampan,keren,muda dan kaya itu lebih memilihnya dibandingkan gadis-gadis diluar sana yang pernah Senja tawarkan padanya.


"Aku suka ya suka,buatku kau menarik!" Langit balas melirik Cahaya.


deg


Sejenak pandangan mereka bertemu.


Langit semakin merasakan debaran di dadanya,pun sama dengan Cahaya.


"Ku harap suatu hari kau takkan menyesali pernikahan ini!" Ucap Cahaya penuh ketakutan jika pernikahannya kembali gagal.


"Tidak akan,insyaallah!" Nyakin Langit tersenyum manis pada calon istrinya itu.


Sesampainya dirumah Cahaya ketiga anaknya sudah menyambut mereka dengan gembira karena melihat banyak tentengan ditangan sang mama dan calon papa mereka itu.


Ini kesempatan Langit untuk mulai mendekatkan dirinya dengan ketiga calon anak sambungnya itu.


Ia mulai mengajak berkenalan dengan dirinya dan sedikit diselingi candaan layaknya teman.


Hal ini membuatnya segera dekat dengan calon anak sambungnya.

__ADS_1


"Boleh panggil om papa sajakah?" Langit ingin segera membiasakan ketiga anak itu memanggilnya papa dari awal,karena beberapa hari lagi ia akan benar-benar menjadi papa sambung mereka.


"Ok pa!" Ucap ketiga anak itu kompak dan Langit pun akhirnya berpamitan pada mereka untuk kembali ke apartemennya yang tidak begitu jauh ternyata dari rumah Cahaya.


__ADS_2