
"Oek... oek... oek!" Lagi-lagi Tala sebutan anak pertama Langit itu menangis lagi.
Langit dengan mata pandanya yang sudah tak tertahankan kantuknya memaksakan diri untuk bangun mengambil sang putri untuk disusui Cahaya.
"Ternyata punya anak itu luar biasa, untungnya Cahaya sudah di sterill karena usianya dan rahimnya sudah tidak memungkinkan hamil kembali." Pikir Langit sebelum terlelap disisi Cahaya yang sedang menyusui Tala.
*
Hari ini Langit harus menghadiri rapat penting salah satu perusahaan keluarganya.
Dengan mata sayup karena masih mengantuk ia meminta pak Agung mengantarnya sekantor setelah mengantar ketiga anaknya.
"Anak-anak bagaimana pak selama sekolah? Bapak tahu sesuatu tentang mereka?" Lagi-lagi Langit memberikan perhatian pada ketiga anak sambungnya itu.
"Masih sama tuan, Fajar yang royal bin dermawan makin terkenal dan disukai banyak orang. Seroja yang jago mengalahkan laki-laki nakal disekolah dan Awan mr. Cooler yang super sibuk dan organisasi sosialnya. Mereka masih dalam keadaan aman tuan dan tidak ada penyimpangan dari usia mereka." Jelas pak Agung menyakinkan tak ada yg perlu di khawatirkan oleh tuannya itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah...! Bapak tetap pantau pembicaraan mereka selama bersama bapak dan laporkan ke saya jika ada hal-hal yang janggal." Perintah Langit pada sopir kepercayaannya itu.
"Tuan tidak perlu khawatir saya pasti akan membantu tuan mengawasi mereka dan menjaga mereka semampu saya!" Ucap pak Agung sepenuh hati.
*
"Ma boleh ya please!" Lagi-lagi Seroja membujug mamanya untuk diberikan guru beladiri khusus untuknya dari berbagai aliran beladiri yang ia inginkan.
"Mama tinggal bujug papa dan pasti papa akan nurutin mama ko. Lagian papa kan kaya jadi cuma bayar lima guru itu sangat mudah." Seroja memantapkan diri untuk memperdalam ilmu berdirinya setelah kemarin ia hampir kalah oleh Banyu.
"Kan dulu mama yang suruh aku asli beladiri biar bisa jaga diri, sekarang ko malah g boleh! Apa karena sekarang sudah ada papa yang jagain kita?" Seroja kecewa.
"Ya mungkin itu benar. Tapi mama ga mau kamu berkelahi terus sayang!" Cahaya berusaha tetap dengan kejujurannya.
"Ma aku dah mulai remaja, banyak cowok reseh diluar sana yang ganggu aku. Setidaknya aku bisa membela diriku dan orang yang ku sayangi,please rayu papa!" Bujug Seroja penuh kesungguhan.
__ADS_1
Cahaya menerima pernyataan putrinya itu, apalagi ia dan suaminya sekarang sedang sibuk mengurus bayi.
Setidaknya Seroja mampu menjaga dirinya sendiri dari orang-orang yang berniat jahat padanya.
"Baiklah mama akan coba bicara sama papa, tapi kalo papa tidak mengizinkannya kamu harus bisa terima itu!" Putus Cahaya.
"Alhamdulillah tekyu mama...!" Seroja menghambur kegirangan kedalam pelukan sang mama.
*
"4 anakku memang luar biasa ya! Si orok yang selalu mengganggu jam istirahatku. Awan minta aku jadi donatur tetap di yayasannya.Fajar yang minta aku buatin rumah makan gratis untuk orang-orang yang kurang mampu. Dan sekarang Seroja malah minta guru les beladiri ternama untuk melatihnya, ga tanggung-tanggung 5 guru lagi!" Langit memukul keningnya berpikir keras.
"Mas kenapa bengong?" Cahaya mengkagetkan sang suami yang melamun setelah mendengar pernyataan Cahaya tentang Seroja.
"Iya nanti akan ku minta Baskara mencari guru bela diri terbaik untuk Seroja." Langit akhirnya menyetujui keinginan sang putri.
__ADS_1