
Langit terbangun disepertiga malam ia segera beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu dan sholat malam seperti biasa,hanya saja sekarang ia tambah dengan sholat istikharah untuk calon istrinya kelak.
Senja sangat bersyukur memiliki putra-putra yang taat agama,prihal kekhilafan Bumi ia tak mengetahui. Pun ia pernah melakukan dosa yang begitu besar hingga akhirnya Allah mengembalikan ketaqwaannya melepas segala kemaksiatan yang pernah lakukan disaat ia depresi dulu.
Sungguh Allah begitu menyayangi Senja hingga Allah mengembalikan kembali semua kebahagiaan yang pernah hilang dari hidupnya dengan berlipat ganda.
Langit sang putra sulung salah satu karunia terindah Senja,pria ini sangat taat pada sang bunda dan juga RABB nya.
Langit tak pernah meninggalkan sholat malam dan dhuha ditengah kesibukannya bahkan ia juga melakukan puasa sunnah senin kamis dan tak pernah bersentuhan dengan lawan jenis selain muhrimnya,yaitu sang bunda tersayang.
Langit masih begitu khusyuk dengan istikharahnya,ia ingin menjadi seseorang yang bisa membahagiakan istrinya kelak dan karena itu ia tak mau sampai salah memilih sehingga kegagalan yang pernah dialami oleh kedua orang tuanya terjadi padanya juga.
Ini adalah istikharah ke sembilan Langit dan kini hatinya telah mantap untuk meneruskan ta arufnya dengan Cahaya.
__ADS_1
"Assalamualaikum bun. Hmmm,bun...,kakak mau ta aruf dengan Cahaya!" Ucap Langit gemetaran gugup didepan sang bunda.
deg
"Sudah ku duga,firasatku memang tak pernah meleset!" Batin sang bunda.
"Kamu nyakin kak? Cahaya itu teman bunda,dan usianya berarti 10 tahun lebih tua dari kamu! Kamu siap dengan segala konsekuensinya?" Tanya Senja menyakinkan keputusan sang anak.
"Bismillah insyaallah kakak nyakin bun mau lanjut!" Putus Langit memantapkan hatinya pada Cahaya.
"Hallo Assalamualaikum Cahaya!" Senja begitu semangat menghubungi calon menantunya.
"Wa alaikum salam bun,ada apa ya lagi-lagi gini telepon. Jangan bilang kalo ada ikhwan ganteng yang mau ta aruf denganku ya!" Balas Cahaya bercanda seperti biasanya!
__ADS_1
"Kok kamu tahu si! Ikhwannya pokoke top kamu bakal klepekan deh Kalo tahu. Entar siang aku ke rumahmu ya kasih biodatanya ok!" Senja tak langsung menyatakan siapa laki-laki yang mau ta aruf dengan sahabatnya itu.
"Cius bun? Alhamdulillah akhirnya,karena kalo kau bilang dia top pasti dia ikhwan yang sholeh! Makasih banyak ya bunda cantik ku sayang!" Cahaya tidak tahu bahwa laki-laki yang dimaksud Senja adalah anaknya sendiri!
Senja langsung merapikan biodata dan foto sang putra kedalam map dan tersenyum bahagia.
*
"Sayang kamu kenapa si senyum-senyum terus?" Tanya Purnama pada sang istri yang sedari tadi senyum-senyum sendiri!
"Mas firasat benar lagi,Langit ingin melanjutkan ta aruf dengan Cahaya!" Jelas Senja sambil memeluk Purnama.
"What Langit milih Cahaya? Bukan Embun atau Mentari yang gadis dan cantik itu!" Purnama terkejut karena Langit justru memilih seorang janda yang bahkan fotonya saja menggunakan cadar.
__ADS_1
"Ih mas bukannya seneng akhirnya Langit mau menikah!" Senja sudah terlalu sering mendapatkan penolakan dari sang anak dengan gadis-gadis yang ia tawarkan sebagai calon istrinya,dan kali ini ia begitu bahagia karena akhirnya anaknya setuju untuk meneruskan proses ta aruf dengan seorang wanita pilihannya.