
Siapa yang tak mengenal Rayden seorang pengusaha yang terkenal akan ke suksesan dan juga karier yang gemilang.
Banyak wanita yang mendambakan menjadi pendamping Rayden, namun hingga kini Rayden belum menalabuhkan hatinya pada wanita manapun.
"Ray, boleh minta foto?? " . Tanya seorang wanita muda.
"Boleh! ". Sahut Rayden.
Mereka pun foto bersama, namun yang membuat Nesya jengkel adalah para wanita itu menyuruh dirinya memotret mereka.
"Mbak, bisa tolong fotoin kita!! ". Ucap salah seorang wanita.
Mereka memberikan ponsel mereka pada Nesya, mau tak mau Nesya pun memotret mereka dengan menampilkan raut tak senang.
Nesya menatap Rayden dengan tatapan yang tajam, setajam silet. Namun, Rayden hanya menanggapinya dengan senyum.
"Dasar Tuan Dekil, sok ganteng sekali dia!! ". Gumam Nesya.
Lama Rayden meladeni wanita-wanita yang meminta foto bersama dengannya. Hingga akhirnya mereka membubarkan diri. Nesya yang menunggu pun dibuat kesal.
"Sorry lama, maklumlah penggemar berat!! ". Ucap Rayden dengan sombongnya.
"Ciiiih, sombong sekali kau. Cepat bayar dan kita pulang. Aku sudah merasa gerah dengan tingkahmu yang sok kegantengan! ". Ucap Nesya, ia pun menunggu di samping pintu.
Sementara Rayden, ia mendorong Troli menuju kasir dan segera melakukan pembayaran.
Selesai melakukan pembayaran, Rayden pun menghampiri Nesya dan mengajaknya pulang.
"Ayo pulang, atau mau tunggu dan menjadi penghuni Mall ini saja? ". Ucap Rayden.
Tanpa menjawab ucapan Rayden, Nesya pun langsung pergi dari Mall tersebut menuju mobil. Nesya membiarkan Rayden kesusahan membawa barang belanjaan, ia tak peduli saat Rayden berteriak dan memanggil namanya.
"Nesya Tunggu, bantu bawa!! ". Teriaknya.
Nesya hanya menoleh dan melanjutkan langkahnya, tanpa memperdulikan Rayden.
"Hey, Buruk rupa!! ". Teriak Rayden.
Nesya mulai kesal saat Rayden memanggilnya Buruk rupa, namun ia memilih mengabaikannya dan masuk ke dalam mobilnya.
"Udah belanjanya, Nesya?? ". Tanya Margaretha, kala Nesya telah masuk ke dalam Mobil.
"Udah tante! ". Sahut Nesya, Nesya terlihat mengipasi wajahnya yang nampak berkeringat.
"Ray mana, Nes?? ". Tanya Margaretha, ia nampak clingukan mencari keberadaan Rayden.
__ADS_1
"Itu dia! ". Sahut Nesya, sembari menunjuk ke arah Rayden yang nampak kewalahan membawa barang belanjaan.
Rayden memindahkan barang belanjaannya ke bagasi dan masuk ke dalam mobilnya.
"Dasar, dari tadi aku memanggilmu. Tapi kau sama sekali tak menoleh. Kau tuli agau pura-pura tuli!! ". Gerutu Rayden pada Nesya.
Nesya tak menjawab ucapan Rayden, Nesya memilih membuang mukanya ke luar jendela.
Rayden mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya menuju rumah.
Margaretha pun turun disusul oleh Nesya yang juga ikut turun. Namun saat Nesya hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba tangannya dicekal oleh Rayden.
"Tunggu, jangan dulu pergi. Bantu bawa barang-barang dan pindahkan ke dalam!! ". Perintah Rayden.
"Enak saja, aku tidak mau. " Tolak Nesya.
Nesya pun berlalu pergi dengan kecepatan kilat.
"Hey, tunggu. Hey!! ". Teriak Rayden.
Nesya berbalik dan menjulurkan lidahnya pada Rayden. Sontak saja Rayden merasa geram dengan tingkah gadis itu.
"Awas saja kau, Wanita buruk rupa! ". Gumam Rayden.
Rayden terlihat kewalahan, namun Nesya memilih abai dan berpura-pura tidak melihat Rayden yang tengah kesusahan.
Selesai memindahan barang belanjaan. Rayden pun hendak naik ke tangga. Namun, langkahnya terhenti oleh panggilan Margaretha.
"Ray!! ". Panggil Margaretha.
"Mmm, ada apa lagi sih, Ma. Ray mau mandi! " Ucap Rayden terlihat malas.
"Duduk sini bentar! ". Ucap Margaretha sembari menepuk-nepuk sofa
"Nanti saja, Ray mau mandi dulu, ya. Ray capek! ". Ucap Ray.
"Nggk bisa gitu, sekarang kamu duduk! ". Perintah Margaretha, terlihat mata Margaretha melotot ke arah Rayden. Hingga Rayden tak bisa menolaknya.
Rayden menghela nafas, ia melangkah menghampiri Margaretha dan duduk si sampingnya.
"Ada apa sih, Ma? ". Ucap Rayden
"Kebetulan, kalian berdua ada disini. Mama mau bilang kalo pernikahan kalian dipercepat jadi satu minggu lagi!! ". Tutur Margaretha.
Nesya membulatkan matanya, ia tak menyangka akam secepat ini pernikahannya di langsungkan. Apalagi jika mengingat Rayden orang yang sombong, sok kegantengan dan bla bla..
__ADS_1
Membayangkannya saja membuat Nesya ingin muntah, apalagi jika harus menjalani.
"Apa, tante. Satu minggu itu terlalu cepat. Apalagi kami belum saling kenal, lho! ". Ucap Nesya.
"Siapa bilang belum saling kenal, kamu tahu aku dan aku tahu kamu. Apalagi kamu tinggal di rumahku. So, tidak ada alasan kau menolak!! ". Sahut Rayden.
Rayden sengaja mengikuti kemauan Margaretha, agar ia bisa membahagiakan Mamanya, namun dibalik itu semua Rayden punya rencana yang terlihat licik di kepalanya. Ya, Rayden akan membuat Nesya seperti hidup dalam Neraka.
"Aku yakin ada maksud terselubung dalam hal ini. Aku yakin kau sedang merencanakan sesuatu, Tuan Dekil!! ". Gumam Nesya dalam hatinya.
Mata Nesya tak lepas dari pandangan Rayden. Ia tengah mencari sesuatu dan memindai wajah Rayden. Siapa tahu ada kebohongan disana.
"Mengapa melihatku seperti itu. Kau jatuh cinta padaku? ". Tanya Rayden.
Sontak saja Nesya memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Tunggu saja, Nesya. Kau akan tahu rasanya hidup dalam Neraka! ". Gumam Rayden dalam hatinya.
Sementara Rayden, ia hanya tersenyum licik tanpa diketahui oleh Margaretha maupun oleh Nesya.
"Nah, kan Ray udah setuju. Gimana sama kamu. Nesya? ". Tanya Margaretha.
Nesya tak bisa menolak keinginan Margaretha, akhirnya ia pun mengangguk dan terpaksa menerima keputusan ini.
"Oke. deel, ya. Minggu depan kalian menikah!! ". Ucap Margaretha senang.
Rayden pun tersenyum ke arah Nesya, namun lebih tepatnya senyum penuh arti.
"Aku tahu kau tengah merencanakan sesuatu, Tuan dekil, sok kegantengan!! ". Gumam Nesya dal hatinya.
Setelah semuanya setuju dengan pernikahan ini. Rayden pun berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya, sebab tubuh Rayden rasanya sudah sangat lengket dan berkeringat.
"ku ajak kau melayang tinggi, ku hempaskan kau kebumi. ku mainkan sesuka hati, lalu kau ku tinggal pergi. " Rayden menyanyikan sebuah lagu sembari menaiki tangga, sesekali Rayden melirik ke arah Nesya.
ya, dari lagu itu. Rayden mengisyaratkan seperti itu. ia akan membawa Nesya terbang ke Nirwana cinta, setelah itu Rayden akan menghempaskan Nesya kedasar jurang.
"tunggu saja waktu mainnya, Nesya. si buruk rupa yang bermimpi menjadi pendamping Rayden Alexander!! ". gumam Rayden.
ia pun menampilnya senyum seringainya ke arah Nesya.
begitu pula dengan Nesya, ia tak takut dengan apa yang akan di lakukan oleh Rayden. justru Raydenlah yang akan bertekuk lutut dihadapannya.
"tunggu saja saatnya tiba, Tuan Dekil. kau akan bertekuk lutut di kakiku!! ". gumam Nesya.
kini Nesya dan Rayden pun saling menatap tajam satu sama lain. mereka menampilkan tatapan tajam setajam silet.
__ADS_1