
Perkenalkan namaku Rayden Alexander. Aku seorang pengusaha sukses dan putra dari Margaretha dan juga Williams Alexander. Namun hingga kini aku tak pernah tahu dimana papa berada, sebab ia memilih pergi dari kami sejak usiaku menginjak 5 tahun.
Mungkin saat itu aku belum tahu apapun, namun rasanya masih terkenang hingga kini.
Aku pengusaha yang bergerak dalam bidang Properti dan desain. Aku merintis usaha sejak aku masih duduk dibangku kuliah, hingga kini Usaha yang aku jalani membuahkan hasil dan maju dengan sangat pesat.
Kini, usiaku telah menginjak 27 tahun. Aku masih betah dengan status lajang yang aku jalani saat ini. Jika kalian bertanya, mengapa aku belum menikah sampai kini. Jawabannya, karna aku memang tak ingin menikah dan memiliki seorang anak.
"Ray, loe itu udah tua. Kenapa gak Nikah aja sih?? " Ucap temanku kala itu.
"Umur bukan patokan, Bro. Lagian Nikah bukan pilihan hidup Gue!! ". Jawabku
"Nikah mah enak, Bro. Tidur ada yang nemenin, makan ada yang nyiapin sampe baju ada yang nyuciin!! ". Sahut temanku.
"Haha, kalo definisi Loe cuma buat itu pembantu juga bisa, Bro. Nyucian baju, masakin dan jadiin guling teman tidur Loe!! "
"Tapi kan enak, kita gak usah bayar atau sewa pembantu. Apalagi nanti kalo kita udah punya anak, beuh kebahagiaan yang terkira!! ". Ucapnya.
"Loe cari pembantu atau istri sih?? Heran Gue sama Loe." Sahut ku.
Tentu saja aku heran, mengapa banyak laki-laki yang menafsirkan bahwa seorang Istri itu harus melakukan setiap tugas yang bukan sepenuhnya tugas Istri.
"Kalo Loe gak Nikah, gak mau punya anak. Loe bakalan kesepian. terus siapa yang bakalan jagain Loe, ngerawat Loe saat Loe udah tua nanti?? ". Tanyanya.
Aku sedikit menghela nafas, sebelum memberikan penjelasan dengan pola fikir dan pandangan pribadiku.
"Dengerin Gue, bro. Mungkin nanti Gue bakalan kesepian, tapi setidaknya Gue kesepian bukan karna nunggu anak yang tak kunjung datang. Lagian ya, anak bukan jaminan kebahagian. Loe yakin, kalo anak Loe bakalan jagain Loe, ngerawat Loe seperti yang barusan Loe ucapin. Ingat, kalo anak udah dewasa dia bakalan ninggalin kita, dia bakalan punya jalan hidup masing-masing da juga keluarga sendiri. Akhirnya apa, Loe tetap sendiri dan berteman dengan sepi!!! ". Ucap ku panjang lebar.
Aku hanya ingin menjelaskan yang mengatakan dari segi sudut pandangku sendiri, namanya juga manusia. Berbeda sudut pandang.
Sementara Temanku hanya bisa melongo dan mengusap tengkuknya, kala aku mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Terserah Loe ajalah, Gue sama Loe beda pendapat!! ". Ucap Temanku.
Aku hanya tersenyum ke arahnya dan mengakhiri obrolan kami.
Bahkan aku tidak pernah terlibat cinta yang serius dengan seorang wanita. Bukan aku mempermainkannya, namun inilah kenyataannya. Aku tak ingin terikat dengan seorang wanita yang menurutku terlalu lebay.
"Ray, kapan kamu nikahi aku?? ". Tanya Viona, kala itu ia meminta kepastian tentang hubungan kami.
"Sorry Viona, aku gak bisa Nikahin kamu!! ". Ucap ku santai.
"Apa. Setelah yang semua kita lalui, dengan mudah kamu ucapin kata itu. Kejam kamu, Ray!! ". Teriak Viona marah.
"Tenanglah, Aku tidak ingin menikah. Tapi kita bisa menjalani hubungan yang seperti ini!! ". Ucapku.
"Tidak, aku tidak bisa. Aku tidak mungkin menjalani hubungan tanpa kepastian. Bagaimana dengan keluarga? ". Ucapnya tak terima.
"Ya sudah jika itu adalah pilihanmu. Semoga kau mendapatkan pendamping yang terbaik!! ". Ucapku sembari berlalu pergi.
Kisah Cinta, Rumah Tangga dan Anak. Itu semua tak ada dalam kamus sejarah dalam hidupku.
"Kamu tak ingin menikah, membina Rumah Tangga yang bahagia dan memiliki anak kah, Ray?? ". Ucap Mama.
Lagi-lagi aku harus menghela nafas dan menyiapkan jawaban atas semua pertanyaan yang selalu Mamaku lontarkan.
"Sudah aku bilang berapa kali sih, Ma. Stop ngomong dan kasih pertanyaan yang itu-itu saja!! ". Ucapku
"Tapi kan, Ray. Kamu udah dewasa. Kamu harusnya udah Nikah dan punya anak. Lihat tuh teman-temanmu udah pada Nikah dan punya anak, cuma kamu yang belum!! ". Ucap Mama.
"Sudahlah, Ma. Ray capek jawab pertanyaan Mama yang terdengar monoton, hanya seputar Pernikahan dan anak!! ". Ucap ku sembari berlalu pergi dari hadapan Mama
Jika Anak adalah jaminan kebahagian, lalu mengapa papa pergi meninggalkan kami. Bahkan papa pergi dengan wanita lain. Itu semua membuktikan bahwa Anak saja tidak cukup.
__ADS_1
Aku selalu mengira bahwa anak adalah merupakan kesialan bagi orang tua, begitu pula aku untuk papaku. Hingga ia pergi meninggalkan aku yang saat itu masih berusia belia.
Maka dari itu, aku tak ingin berumah tangga layaknya teman-teman yang lain. Aku tak ingin menyakiti dan menunggu anak saat aku sudah tua nanti. Pasti rasanya begitu menyakitkan, bukan.
Luka masa lalu ini masih melekat dalam ingatan dan hatiku, hingga sulit untuk melupakannya. Bukan aku tak ingin keluar dari zona nyamanku, namun aku lebih nyaman hidup sendiri tanpa pasangan maupun seorang anak.
Mungkin Mama sudah muak dengan tingkahku yang tetap mengikuti Prinsip hidup yang aku pegang, hingga Mama mulai gencar mencarikan aku pendamping. Ia takut jika aku tidak Normal, kala umurku sudah terlalu matang.
"Ray, lihat foto-foto ini. Cantik-cantik kan?? ". Tanya Mama sembari menunjukan foto-foto wanita cantik padaku.
"Apaan sih, Ma. Buat apa coba kek ginian?? ". Tanya ku heran.
"Buat kamu pilihlah, Ray. Buat apa lagi!! ". Sahut Mama.
"Ma, berhenti cariin aku pasangan. Kayak aku gak laku aja!! ". Gerutu ku.
"Memang kamu gak laku, jika kamu laku. Mungkin kamu bakalan Nikah!! ". Sahut Mama.
"Jangan mulai, ya. Ma!! ". Ucapku.
Lagi dan lagi aku harus dihadapkan pada situasi seperti ini. Situasi yang menurut ku begitu tak penting. Ahh Mama, selalu mencampuri urusan pribadiku.
Hingga suatu saat Mama menemukan gadis yang bernama Nesya. Ia mengajaknya ke rumah dan tinggal bersama.
"Ma, kenapa wanita itu harus tinggal disini?? ". Protesku.
"Kan dia bakalan jadi calon kamu, Ray. Gak ada salahnya kan dia tinggal disini!! ". Sahut Mama.
"Tapi, Ma.. " ucapanku terpotong oleh gerakan tangan Mama yang menutup mulutku.
Aku memang tak suka padanya, namun aku tahan demi Mama. Ia bagaikan benalu dalam hidup ini.
__ADS_1
Hingga Mama tak sengaja terserang penyakit jantung, membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Mama meminta agar aku menikahi Nesya, dengan banyak pertimbangan dan takut Mama kembali Drop. Akhirnya aku menyetujui untuk menikahi Nesya.