CHILD FREE

CHILD FREE
EPISODE 6


__ADS_3

Rayden hanya bisa memandang sang Ibu dari luar. sebab saat ini kondisi mamanya begitu lemah.


"ma, bangunlah! aku mohon. " gumamnya lirih.


siang pun berganti malam. Rayden bergegas pulang, ia khawatir terjadi sesuatu pada Nesya.


"aku melupakan gadis itu! ". ucap Rayden.


ia pun bergegas pulang untuk memastikan keadaan Nesya, apakah dia baik-baik saja.


setibanya Rayden di rumah. ia melihat Nesya tengah menunggu dirinya di ruang tamu.


Nesya, tengah tertidur dengan sangat lelapnya di kursi ruang tamu.


"hey, bangunlah!!! ". ucap Rayden sembari menepuk-nepuk pipi Nesya.


namun Nesya sama sekali tak bergeming. Rayden menghela nafasnya dan segera membawa Nesya menuju kamarnya.


ketika Rayden tengah menaiki tangga sembari mengendong Nesya, tiba-tiba Nesya terbangun dan terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Rayden. mata Nesya membulat sempurna ketika menyadari dirinya berada dalam pangkuan Rayden.


"hey, apa kau lakukan padaku?? ". ucap Nesya


Rayden yang terkejut pun melotot sempurna, tanpa sengaja Rayden menjatuhkan tubuh Nesya. namun dirinya pun kehilangan keseimbangan hingga mereka berdua jatuh.


Rayden jatuh di atas tubuh Nesya. beberapa detik mereka saling pandang, Nesya bisa merasakan deru nafas Rayden yang menyapa kulitnya.


"dasar pria mesum!! ". ucap Nesya, kala ia tersadar.


Rayden segera bangkit dari tubuh Nesya. ia pun merapikan penampilannya kembali.


"apa katamu, aku mesum?? jangan sembarangan!! ". ucap Rayden.


"terus kalo bukan mesum, apa? ". ucap Nesya


"dengar nona, aku bahkan tidak tertarik dengab tubuh dan wajahmu yang jelek itu!! ". ucap Rayden spontan.


Nesya melototkan matanya ke arah Rayden, ternyata bukan sikapnya yang dingin saja, Rayden pun orangnya ceplas ceplos.


"apa kamu bilang, aku tidak menarik dan jelek?? ".


"memang!! ". ucap Rayden sembari tersenyum miring.


Nesya terlihat marah dengan ucapan Rayden yang menyebutnya jelek dan tak menarik.


Nesya, berlari menuju tangga. namun tiba-tiba, Nesya terpeleset dan tergelincir dari tangga dan jatuh ke lantai.


"awwww!!! ". pekik Nesya.


"hahahaa!!! ". tawa Rayden pecah melihat Nesya yang kesakitan yang terjatuh.


"kualat sih! aku kira tadi yang jatuh bidadari, eh ternyata bidadari yang tersesat di selokan, hahaah!! ". ucap Rayden sembari tertawa Renyah.


Nesya melototkan matanya me arah Rayden. ternyata Rayden orangnya menyebalkan juga.

__ADS_1


"dasar, awas kau!! ". ancam Nesya.


"coba saja kalau bisa!! ". tantang Rayden.


Tiba-tiba, Nesya berdiri dan hendak memukul Rayden. namun ponsel Rayden lebih dulu berdering.


drt... drt.. drt!!


"hallo! ". ucap Rayden


"maaf pak, Ini dengan putra Bu Margaretha? ". ucap seseorang disebrang sana.


"iya benar, ada apa dengan mama saya?? ". tanya Rayden.


"keadaan Bu Margaretha mulai memburuk pak!! ". ucap seseorang di seberang sana.


"apa!! ". terlihat ekpresi Rayden yang berubah menjadi cemas membuat Nesya pun kian bertanya-tanya, apalagi ia tadi mendengar nama Margaretha di sebut-sebut.


"oke, oke. saya segera kesana, sekarang!! ". ucap Rayden.


ia hendak pergi. namun tiba-tiba, langkahnya terhenti oleh teriakan Nesya.


"tunggu!! ". teriak Nesya.


Rayden menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Nesya.


"ya, ada apa?? ". tanya Rayden.


"boleh aku ikut?? ". ucap Nesya sedikit menunduk.


"baiklah, cepat bersiap!! ". sahut Rayden.


Nesya pun mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Rayden, ia pun tersenyum dan bergegas bersiap.


"oke, Tunggu sebentar. aku siap-siap dulu!! ". ucap Nesya.


Nesya pun bergegas masuk kedalam kamar, ia segera bersiap-siap. Nesya menggunakan dres berwarna putih senada dengan sepatu dan tasnya.


"ayo!! ". ajak Nesya, ketika ia sudah siap 9dengan pakaiannya.


Rayden yang sedang duduk pun bangkit dan segera menuju mobilnya bersama Nesya.


"sudah siap?? ". tanya Rayden, kala ia siap melajukan mobilnya.


Nesya mengangguk pertanda ia sudah siap.


Rayden menekan pedal gasnya dan melajukan mobilnya membelah jalanan. ada rasa cemas dalam hati Rayden. ia takut terjadi sesuatu pada mamanya.


kecemasan terlihat jelas di wajah tampan Rayden. wajahnya menyiratkan rasa cemas dan takut. hal itu disadari oleh Nesya.


"sabarlah, tante Margaretha bakalan baik-baik saja!! ". ucap Nesya menyemangati.


Rayden melirik Nesya sekilas, kemudian Rayden menganggukan kepalanya dan kembali fokus pada jalanan.

__ADS_1


setibanya mereka di rumah sakit. Rayden bergegas dan berlari menuju Ruangan Margaretha. Nesya pun mengikuti langkah Rayden dari belakang.


"tunggu.. pelan-pelan donk jalannya!! ". teriak Nesya.


Rayden menghentikan langkahnya dan melirik tajam ke arah Nesya.


"cepat donk, apa harus aku gendong agar kau bisa cepat!! ". bentak Rayden.


Rayden melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan teriakan dari Nesya.


"ahh!! mengapa aku ajak wanita itu. ia hanya merepotkan saja. " gumam Rayden dalam hatinya.


setibanya Rayden di ruangan Margaretha, ia pun segera masuk ke dalam kamar inap.


"sebenarnya ada apa dengan mama saya, Dok?? " tanya Rayden.


"sepertinya baliau sangat tertekan, sehingga membuat jantung beliau kumat! ". tutur sang dokter mengenai Margaretha.


"tertekan? bukannya tadi mama saya baik-baik saja. lalu mengapa sekarang mama saya bisa tertekan? ". tanya Rayden.


Rayden begitu heran dengan keadaan mamanya. bukannya tadi saat dirinya meninggalkan Ibunya, Ibunya dalam keadaan baik-baik saja. lalu apa penyebab Ibunya drop kembali.


banyak pertanyaan dalam hati Rayden. tertekan karna apa Ibunya.


"maaf pak, kami tidak tahu pasti apa penyebab pasien terkena serangan jantung!! ". ucap sang dokter.


Rayden mengangguk, namun ia masih penasaran mengapa Ibunya bisa tertekan sampai begitu parahnya.


"sekarang keadaan Mama saya bagaimana?? ". tanya Rayden.


"syukurlah, Pasien dapat kami tangani, namun jika hal ini sampai terulang kembali. kami tidak yakin bisa menyelamatkannya. jika begitu kami pamit!! " tutur sang dokter.


Rayden mengangguk, dan dokter pun pergi dari ruangan Margaretha.


Arjun hendak menghampiri ranjang sang mama, namun kakinya tak sengaja menginjak sesuatu. Rayden pun berjongjok dan Melihat benda apa yang ia injak.


"Cincin?? ". ucap Rayden lirih.


"Cincin siapa ini, dan mengapa ada di ruangan ini?? ". ucap Rayden kembali.


ia penasaran siapa gerangan pemilik Cincin tersebut, apakah orang yang memiliki cincin tersebut yang telah datang ke ruangan Mamanya dan membuat keadaan Mamanya memburuk.


Rayden nampak membolak balik Cincin tersebut, hingga Rayden tak sengaja melihat inisial nama dalam Cincin yang ia temukan.


"W, siapa nama dengan hurup W?? " . Gumam Rayden.


jujur saja Rayden penasaran dengan inisial nama Tersebut.


Nesya yang tak menyadari bahwa Rayden menemukan Cincin pun duduk di kursi samping ranjang Margaretha.


"cepat sembuh, ya. Tante!! ". ucap Nesya ditelinga Margaretha.


Rayden masih bertanya-tanya dalam hatinya, siapa pemilik cincin tersebut. apa ada hubungannya dengan keadaan Mamanya saat ini.

__ADS_1


"aku pergi sebentar, jaga mama dan jangan kemana-mana sebelum aku kembali!! ". ucap Rayden tegas.


Nesya menganggukan kepalanya. Rayden pun nampak keluar dari ruangan Margaretha. ia akan mencari tahu tentang siapa pemilik Cincin tersebut.


__ADS_2