CHILD FREE

CHILD FREE
EPISODE 16


__ADS_3

sesaat setelah kepergian Rayden. Nesya mendapatkan sebuah telepon. namun Nesya tak menjawabnya, sebab disana masih ada Margaretha.


Nesya memasukan ponselnya Kembali ke saku celananya dan akan menghubunginya kembali nanti.


Nesya berpamitan masuk ke dalam kamarnya.


Nesya mengambil ponselnya dan menghubungi penelpon tadi.


"hallo, ada apa? " ucap Nesya.


"kemana saja kau? " tanya seorang Pria di sebrang sana.


"tadi ada Margaretha! tak mungkin aku mengangkat telepon darimu, bukan? " ucap Nesya.


terdengar helaan nafas di sebrang sana. " baiklah! temui aku sekarang juga. " ucapnya.


"tidak mungkin, kau jangan gila! " sahut Nesya menolak.


"temui aku sekarang, atau aku yang akan datang menemui mu disana! " ancamnya.


Nesya menghela nafasnya. " baiklah, sharelok saja! " ucap Nesya.


"baiklah! " sahutnya.


Nesya pun mematikan teleponnya, dan menunggu sharelok.


setelah mendapatkan pesan, Nesya bergegas bersiap-siap.


Nesya keluar dari kamarnya dan hendak menuju ambang pintu.


tiba-tiba Margaretha datang. "mau kemana, Nesya? " ucap Margaretha


Nesya terlihat gusar, dan membalikan tubuhnya. " mau keluar sebentar, Tante! " sahut Nesya.


"kemana? " tanya Margaretha.


"ke supermarket, Tante! " sahut Nesya asal.


"oh, yaudah. Mama nitip sekalian boleh, ya? "


Nesya mengangguk, kemudian berlalu pergi, setelah mencatat belanjaan Margaretha.


Nesya pergi menggunakannya taksi online yang tengah ia pesan awalnya.


Nesya masuk ke dalam mobil, menuju sebuah cafe yang berada di tengah-tengah kota.


sesampainya di cafe. Nesya clingukan mencari seseorang. hingga seorang Pria pemuda melambaikan tangannya.


"Nesya! " panggilnya.


Nesya menoleh dan berjalan menghampiri pemuda itu


mereka saling cium pipi kiri dan kanan.


"apa kabar kamu, Nesya? " tanya pemuda itu sembari mempersilakan Nesya duduk.

__ADS_1


"baik! " sahutnya.


"baguslah. bagaimana dengan rencana kita? " tanyanya.


"berjalan sesuai rencana! "sahut Nesya.


"sekarang kau berubah! " ucapnya.


Nesya menatap wajah Pria di hadapannya. " maksud mu? " tanya Nesya heran.


"ya, sikapmu berubah padaku. setelah kau menikah dengan Rayden! " ucapnya.


"tidak, aku tidak begitu! bukankah, kau yang ingin aku menikah dan masuk dalam kehidupan Rayden, Lion? " sanggah Nesya.


ya, memang Nesya telah di suruh oleh Lion untuk memasuki kehidupan Rayden. mereka telah melakukan persekongkolan yang hebat untuk menghancurkan Rayden.


"memang! tapi aku ingin kau seperti dulu, Nesya! " ucap Lion.


Nesya malas jika harus membahas soal ini dengan Lion. ia pun mengalihkan pembicaraannya.


"apa hal kau memanggilku kesini? " tanya Nesya.


Lion menyodorkan sebuah kotak, Nesya mengambilkan dan membukanya.


"apa ini? " tanya Nesya.


"itu adalah sebuah CCTV mini. kau bisa meletakannya di mobil Rayden, agar aku bisa mengawasi gerak-geriknya! " ucap Lion.


"baiklah! ada lagi? " tanya Nesya.


Nesya memutar bola matanya malas. "sudahlah! nanti kita bahas lagi. aku mau pulang. " ucap Nesya terburu-buru.


"kenapa buru-buru sekali. bahkan kita belum makan! " ucap Lion.


"lain kali saja, bye! " ucap Nesya sembari melambaikan tangannya.


Lion hanya bisa menghela nafasnya, sembari memandang kepergian Nesya.


"selalu saja begitu! " ucapnya lirih.


Lion dan Nesya saling mencintai, namun karna sebuah misi dari sebuah atasan Lion, Lion terpaksa menyuruh Nesya untuk menikahi Rayden. hanya untuk mencari sebuah bukti tentang Rayden.


tapi entah mengapa, sejak Nesya dan Rayden mulai dekat. Nesya mulai acuh dengan Lion! apakah Nesya sudah mencintai Rayden? entahlah!


"aku mencintaimu, Nesya! namun aku juga punya tanggung jawab penuh atas tugasku! " ucapnya.


walau bagaimanapun Lion ingin bersama dengan Nesya, jika menyangkut soal tugas. maka ia akan mengesampingkan keinginannnya.


ingin rasanya Lion mengulang kejadian di masa lalu, saat mereka masih bersama menjadi pasangan yang Romantis. namun entah mengapa Cinta itu seakan pudar.


Lion merindukan Nesya yang dulu, Nesya yang baik dan juga perhatian padanya. namun kini rupanya Nesya sudah sangat berubah. tak seperti Nesya yang dulu.


Lion pun pergi menuju dari cafe setelah meletakan uang di atas meja.


tujuannya adalah rumah orang tuanya. ya, Lion sudah menjadi anak yang mandiri sejak ia masih kuliah.

__ADS_1


Lion telah sampai di halaman rumah kedua orangtuanya. ia pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Lion memencet bell rumahnya, dan seorang Pria setelah baya membuka pintu.


"Lion! " ucapnya senang.


"papa! " sahut Rayden.


Ayah dan Anak itu saling memeluk, sebab sudah sekian lama mereka tak bertemu.


"sudah lama kita tak bertemu, kemana saja kau Lion? " ucap sang Ayah sembari menepuk bahu sang Anak.


Lion mengurai pelukannya sembari tersenyum. "aku sedang sibuk, Pa! " sahutnya.


sepertinya Lion tengah mencari seseorang. " kemana Mama? " tanya Lion.


"Sandra! Lion pulang! " teriaknya, namun tak ada sahutan. " sepertinya Mamamu sedang masak! " ucapnya.


Lion pun masuk dan mencari sendiri Mamanya. tercium bau masakan, Lion tahu pasti yang masak adalah Mamanya.


"Mama, lagi ngapain? " tanya Lion, kala sudah sampai di dapur.


Mamanya pun kaget. "Lion! kamu pulang? " ucap sang Mama senang.


Lion mengangguk dan memeluk sang Mama. " Lion kangen Sama Mama! " ucapnya.


"Mama juga kangen sama kamu! " ucapnya.


Lion mengurai pelukannya, ia melirik apa yang hendak Ibunya masak. " Mama masak apa? " tanyanya.


"kebetulan Mama masak Rendang kesukaan kamu! " sahutnya.


Sandra pun memindahkan masakannya dan menyimpannya dia atas meja makan.


"duduk, kita makan dulu. biar Mama panggil papamu! " ucap Sandra.


Lion duduk dan menunggu kedua orangtuanya. sebelum orang tuanya datang, Lion mengirimkan sebuah puisi untuk Nesya.


"kau secantik bidadari di kayangan. kau selembut sutra yang mampu melembutkan hati ini. kau secerah mentari di pagi hari. takan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu. kan teramat panjang puisi, tuk mengungkapkan perasaan ini. aku pernah mengenalmu, kemudian aku mencintaimu dengan teramat dalam. duhai, engkau sang belahan jiwa, namamu terukir dalam hati ini. aku selalu berdoa semoga kelak kita akan bersama selamanya!! " tulisnya.


Lion pun mengirim pesan pada Nesya dan terkirim. Lion pun meletakan ponselnya di atas meja makan.


tak berapa lama, datanglah Sandra dan sang Papa. mereka bertiga makan dengan sangat penuh suka cita.


"Mama, seneng deh. akhirnya kamu pulang! " ucap Sandra di sela makannya.


"iya, Papa juga senang sekali. sudah lama juga kita tidak makan bersama! " sahut Papanya.


Lion memandang ke arah orang tuanya. ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah sangat sibuk. hingga mengabaikan kedua orangtuanya.


"maaf, ya. Pa, Ma! jika Aku akhir-akhir ini sibuk! " ucap Lion.


"tak apa, kau sibuk juga sebab karna tugas kan? " ucap Sandra.


Lion pun mengangguk dan melanjutkan makannya yang terasa nikmat dari biasanya. sebab kali ini, ia bisa makan dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


mereka makan dengan sangat lahap, dan sesekali mereka tertawa bersama. mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia dan saling melengkapi. namun di sisi lain ada hati yang tidak terlalu bahagia. ia memikirkan sebuah masa lalunya.


__ADS_2