CHILD FREE

CHILD FREE
EPISODE 23


__ADS_3

Rayden berniat jahat pada Williams, walau pada awalnya Rayden ingin sekali memaki dan menghajar Williams. Namun Rayden lebih memilih menggunakan cara cantik untuk membalas Williams, agar Williams tahu bagaimana rasanya terjatuh sampai akar-akarnya.


Dendam Rayden amatlah dalam, ia takan bisa memaafkan semua kesalahan Williams, walau bagaimanapun ia berusaha.


Rayden sudah terlanjur sakit hati dengan Williams, hingga ia ingin menghancurkan Williams dengan tangannya sendiri.


"Jika aku hancur, maka kau pun harus ikut hancur bersamaku! " Ucapnya.


Dendam dan kemarahan Rayden untuk Williams amatlah besar. Bagaimana tidak! seorang Anak berusia 5 tahun masih butuh kasih sayang Ayah, namun Williams malah tega meninggalkan dan mencampakannya. Bagaimana Rayden tidak marah, dan dendam pada Williams.


Walau sekeras apapun Margaretha menjelaskan, agar Rayden tidak membenci Williams. Namun, kini Rayden bukan lagi anak kecil. Rayden sudah menjelma menjadi seorang Pria dewasa yang sudah tahu mana yang benar dan salah. Apalagi saat ini Rayden adalah seorang pengusaha yang sukses, ia bisa membeli segalanya dengan uang, termasuk Williams!


"Bahkan jika aku mau, aku bisa membeli Perusahaan mu yang kecil itu! " Ucapnya.


Walau Rayden bisa menghalalkan segala cara. Namun sepertinya ia harus bermain cantik, agar Williams tahu bagaimana rasanya kehilangan perusahaan yang sejak awal ia rintis. Rayden akan mengajarkan pada Williams apa itu artinya kehilangan. Sama seperti dirinya yang kehilangan Kasih sayang, perhatian, dan kini Rayden harus mengalami Trauma atas kepergian Williams.


"Mungkin sudah saatnya Tuhan mengajarimu rasa sakit, lewat diriku! " Gumamnya. Rayden menyeringai kala mengingat rencana yang akan membuat Williams terjatuh sangat dalam.


Nesya melihat Rayden yang tengah tersenyum sendiri, ia menjadi ngeri dengan tingkah Rayden. "Kau kenapa? apa kau sudah tidak waras? " Tanya Nesya dengan ekspresi ngeri.


Rayden melirik tajam ke arah Nesya, Nesya kian gugup. Sebab Rayden menatapnya tanpa berkedip. Nesya takut jika Rayden kesurupan, dan seperti dalam film ia akan di bunuh oleh hantu.


Nesya mundur beberapa langkah, kala Rayden mulai mendekat ke arahnya. " Apa yang akan kau lakukan? jangan lakukan apapun padamu, aku mohon. Aku orang baik! " Pinta Nesya.


Rayden menyeringai jahat. " Sepertinya seru mengerjai si Buruk rupa ini! " Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Rayden mulai melangkah maju ke arah Nesya. Hingga Nesya mulai merasa ketakutan, terlihat keringat dingin mulai membasahi keningnya. Rayden ingin tertawa melihat ekspresi Nesya, namun ia harus bisa menahannya.


"Jangan, jangan aku mohon! " Pinta Nesya pada Rayden.


Namun bukannya Rayden berhenti, malah ia suka melihat ketakutan di wajah Nesya. Nesya terus mundur, hingga tanpa terasa kakinya tersandung dan Nesya pun jatuh tersungkur ke lantai. Sontak saja Rayden tertawa terbahak-bahak melihat Nesya yang jatuh.


Nesya menatap tajam ke arah Rayden yang masih tertawa. " Oh, jadi kau hanya pura-pura? " Dengusnya kesal.


Rayden menghentikan gelak tawanya, ia pun melirik ke arah Nesya. Ia pun melanjutkan tawanya, tanpa berinisiatif membantu Nesya bangun.


Nesya yang kesal pun melayangkan sendalnya, pas mengenai kepala Rayden. Rayden terkejut, dan meringis. " Hey, kau sudah gila, ya? " Kesalnya, sembari memegangi kepalanya yang sakit.


Kini giliran Nesya yang menertawakan Rayden. "Rasain, emangnya enak. orang lagi kesusahan itu bantuin bukan di tertawain! " Ejek Nesya sembari menjulurkan lidahkan.


"Dasar gila, bisa-bisa Mama memilihmu sebagai Istriku. Ih amit-amit! "Ejek Rayden.


Rayden menatap tajam ke arah Nesya. "Hey, lepaskan tanganku dari ku! ternyata selain kau gila, kau juga Anak seorang Preman, ya? " Celetuk Rayden.


Nesya melototkan matanya, kali ini Nesya mulai memukul perut sixpack milik Rayden. Rayden pun kembali meringis. "Hey, apa yang kau lakukan, Nona? Apa kau ingin membunuhku? apa kau punya dendam Pribadi dengan ku? " Cecar Rayden.


"Apa kau mau lagi aku memukul wajahmu? " Ucap Nesya.


Rayden menggeleng, ia tak menyangka jika Nesya memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat. "Sudahlah, aku tidak ada waktu meladeni mu! " Ucap Rayden seraya melangkah pergi meninggalkan Nesya.


Belum sempat Rayden pergi, Nesya hendak jatuh dan tak sengaja memegang baju Rayden, akhirnya Rayden dan Nesya jatuh bersama. Mereka berdua memekik kesakitan.

__ADS_1


Pandangan mereka saling bertemu, jantung Nesya mulai terasa berdebar-debar. Namun tidak dengan Rayden. Nesya memandang wajah tampan Rayden, dengan hidung mancung dan pahatan wajah yang begitu sempurna. "Ya tuhan, ternyata dia tampan juga. Andai dia tidak gila, mungkin hatiku sudah terpincut dengan pesonany! " Gumam Nesya.


"Apa yang kau lakukan? " Gerutu Rayden.


Nesya tersadar dari lamunannya, ia pun menatap Rayden. Baru saja Nesya memuji ketampanan Rayden. Sekarang, Rayden sudah menunjukkan kegilaannya.


Rayden segera bangun dari tubuh Nesya. Rayden terus menggerutu dan mengomel pada Nesya. "Lihatlah, karna ulahmu bajuku jadi kotor! " Kesalnya, sementara Nesya hanya diam tanpa berkata apapun.


"Tinggal ganti saja bajumu, gampang kan? " Celetuk Nesya.


Rayden melirik ke arah Nesya. " Baiklah, jika begitu kau yang harus menyetrika bajuku! " Ucapnya.


Nesya melirik tak suka ke arah Rayden. "Kenapa harus aku! " Jawab Nesya seraya menunjuk dirinya.


Rayden tersenyum. " Kau lupa atau Pikun, Nona? kau lupa bahwa di rumah ini tidak ada pembantu? " Ucapnya ketus.


Nesya baru ingat bahwa di rumah ini memang tidak ada seorang pembantu. Nesya menghela nafasnya seraya meraih baju Rayden dan mulai menyetrikanya. "Dasar pelit! rumah mewah, Kaya raya. Tapi pelit sekali! " Celetuk Nesya lirih.


Beruntung Rayden tidak mendengar perkataan Nesya, jika Rayden mendengarnya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Nesya.


Ya, memang di rumah sebesar ini Rayden tidak memperkerjakan pembantu. Bukan karna Rayden pelit atau pun tidak mampu, tapi Rayden trauma mengerjakan seorang pembantu.


Dulu, Rayden pernah memperkerjakan seorang pembantu di rumahnya, namun sayang pembantu itu malah kabur membawa uang Rayden yang berjumlah ratusan juta.


Rayden pun pernah kembali memperkerjakan satu pembantu lagi, namun lagi-lagi Rayden harus mendapati kenyataan bahwa pembantu tersebut merupakan sewaan seseorang untuk mencuri dokumen penting miliknya. Tapi kali ini, Rayden berhasil menangkapnya sebelum dokumen itu berpindah tangan pada saingan bisnisnya.

__ADS_1


Setelah kejadian-kejadian itu, Rayden menjadi trauma memperkerjakan seorang pembantu. Maka dari itu hingga saat Rayden gak pernah memiliki pembantu di rumahnya.


selesai menyetrika, Nesya menyerahkan bajunya pada Rayden. Rayden menerimanya dan segera memakainya. Namun Rayden tak mengucapkan terimakasih, lantas Rayden segera pergi ke kantornya.


__ADS_2