CHILD FREE

CHILD FREE
EPISODE 28 # PERTEMUAN LION DAN JENNI


__ADS_3

Lion yang mendengar kabar bahwa Nesya tengah sakit akibat Rayden menjadi murka sekaligus geram dengan Rayden.


"Beraninya kau melukai Nesyaku!! " Ucapnya geram.


Lion sangat mencintai Nesya, tapi Rayden dengan sengaja melukai Nesya. Sungguh, Lion sangat bersalah telah melibatkan Nesya dalam urusannya.


"Maafkan aku, Nesya. Kau jadi begini karna aku! " Ucapnya menyesal.


Lion berjanji akan menyudahi hal ini, ia tak ingin melibatkan Nesya lebih jauh lagi. Ia takut hal buruk akan menimpa Nesya lagi.


"Aku harus datang ke rumah Rayden dan membawa Nesya pergi dari rumah terkutuk itu! " Gumamnya.


Lion memasuki mobilnya lantas menuju rumah Rayden, ia tak lupa membawa buah-buahan dan buah tangan.


"Aku harus membawa Nesya dari sana. Nesya dalam bahaya jika terus berada disana! " Ucapnya.


Sesampainya Lion di rumah Rayden, ia pun memencet bel yang ada di samping pintu.


Tak berapa lama kemudian, seseorang membuka pintu.


"Cari siapa? " Tanyanya.


"Mmm, saya dengar Istri Rayden sedang sakit, maka dari itu saya datang menjenguk! " Sahut Lion.


"Mari masuk! " Ajaknya, ternyata ia adalah Margaretha.


Margaretha mempersilakan Lion masuk dan menuju kamar Nesya dan Rayden.


Margaretha mengetuk pintu kamar Nesya, nampaknya Nesya masih terbaring lemah.


"Nes, ada tamu untukmu! " Ucap Margaretha.


Nesya melirik orang yang datang bersama Margaretha, matanya membulat sempurna. "Lion! " Gumamnya lirih.


Lion tersenyum pada kekasihnya, ia bahagia akhirnya bisa bertemu dengan pujaan hatinya.


Lion mengikuti langkah Margaretha yang mendekati Nesya. Lantas Margaretha meninggalkan mereka berdua untuk membuatkan Lion minuman.


Nesya melirik dan mengawasi kepergian Margaretha. "Kenapa kau datang kemari, Lion? " Tanyanya.


"Aku khawatir akan keadaanmu. Aku ingin kau tidak terlibat lebih jauh lagi! " Ucap Lion membeberkan maksudnya.


Nesya menghela nafasnya. " Tapi ini sudah di tengah jalan, Lion. Aku tidak mungkin berhenti secepat itu. Lagi pula selangkah lagi aku akan berhasil mendapatkan bukti kejahatan Rayden dan kita akan menjebloskan Rayden ke penjara! " Ucap Nesya.


Nesya tidak ingin berhenti di tengah jalan, ia akan terus melangkah demi mendapatkan sebuah bukti dan mencapai tujuannya bersama Lion.


"Tapi, aku tidak ingin Rayden menyakiti mu lagi! " Sahut Lion cemas.


Jika Lion membiarkan Nesya terus maju, maka kemungkinan terburuknya adalah Lion bisa saja kehilangan Nesya.


"Tenanglah, Lion. Aku pasti baik-baik saja. Percayakan semuanya padaku! " Ucap Nesya menyakinkan.

__ADS_1


Lion menghela nafasnya, percuma saja memberitahu Nesya sebab Nesya adalah wanita yang keras kepala. "Baiklah. Tapi ingat, jaga keselamatan mu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Aku mencintaimu, Nesya! " Pesannya seraya mencium kening Nesya sekilas.


Tak berapa lama kemudian mereka mendengar derap langkah seseorang, pasti itu adalah Margaretha. Mereka kembali bersikap seperti biasa dan berbicara layaknya orang yang baru kenal.


"Bu Nesya, bagaimana keadaannya sekarang? " Tanya Lion pura-pura.


"Sudah lebih baik! " Sahutnya di sertai senyuman.


Margaretha pun masuk dan menghentikan obralan keduanya. "Rupanya kalian sedang mengobrol! " Ucap Margaretha.


Nesya dan Lion hanya mengangguk seraya tersenyum.


Margaretha memberikan minuman pada Lion, lantas Lion meminumnya untuk menghargai Margaretha.


"Terimakasih, Saya minum! " Ucapnya seraya menyeruput minumannya.


30 menit berlalu, akhirnya Lion memutuskan untuk pergi dari rumah Rayden.


"Maaf, Tante. Sepertinya saya harus pergi! Masih banyak urusan yang harus saya urus. Permisi! " Pamitnya.


"Baiklah. Lain kali mampir lagi! " Sahutnya.


Lion mengangguk seraya menuruni tangga dan menuju pintu utama, namun ia tak sengaja berpapasan dengan Rayden di ambang pintu.


"Kau! Mau apa kau kemari? " Tanya Rayden heran.


"A-aku baru saja menjenguk! " Sahutnya terbata.


"Istrimu! " Sahut Lion resah.


"Istriku? Memang kau tahu dari mana Istriku sakit? Lagi pula kita saling kenal, bukan. Lalu kenapa kau tiba-tiba datang berdalih menjenguk Istriku? " Cecar Rayden.


Untuk beberapa saat Lion terdiam sembari memikirkan alasan apa yang cocok ia katakan pada Rayden. "Ayolah, Lion. Berfikir! " Gumamnya dalam hati.


Lion memaksa otaknya untuk berfikir, dan mencari alasan yang akan ia berikan pada Rayden.


"Hey, kenapa melamun? Cepat jawab pertanyaanku! " Gertak Rayden.


Saat ini Lion tak bisa berfikir dengan jernih, otaknya terasa buntu. Beruntung, Margaretha datang tepat waktu dan menyelamatkan Lion. "Ray, kau sudah kembali? " Sapa Margaretha pada Rayden.


Rayden melirik ke arah Margaretha seraya mengangguk. " Bagaimana keadaan Wanita itu? " Tanya Rayden.


"Istrimu baik-baik saja. Dia sedang beristirahat! " Sahut Margaretha.


Seperti mendapatkan kesempatan, akhirnya Lion berpamitan dan segera pergi dari rumah Rayden.


"Hey, tunggu! Aku belum selesai. " Teriaknya.


Namun Lion cepat-cepat pergi dari rumah Rayden dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebelum Rayden bertanya banyak hal padanya.


"Hampir saja! " Ucapnya seraya mengelus dada lega.

__ADS_1


Lion segera menuju kantor Alexander Grup. Ia akan menemui Papanya dan membahas pekerjaan.


"Binis bukanlah skill ku, mana mungkin aku mampu menjalani profesi ini? " Gumam Lion.


Benar, Lion tidak memiliki keahlian dalam bidang ini. Lion sama sekali tidak pernah berniat dalam bidang bisnis. Tapi karna sebuah tuntutan dari Williams, Lion terpaksa melakukannya.


Di tengah perjalanan, Lion tak sengaja bertemu dengan sahabatnya yang sedang kesusahan, lantas Lion turun dari mobil untuk membantu sahabatnya.


"Butuh bantuan? " Tawarnya.


Seseorang itu lantas melirik ke arah Lion. " Lion! Kau Lion kan? " Ucapnya tak percaya seraya menutup mulutnya.


Lion tersenyum sembari mengangguk. " Ya, apa kabarmu? " Tanyanya.


"Kabarku baik. Bagaimana denganmu, Lion? " Sahutnya.


"Syukurlah. Sudah lama kita tidak bertemu, Jenni! " Ucap Lion.


"Kau yang pergi dan kuliah sangat jauh meninggalkan aku dan teman yang lainnya! " Sahut Jenni.


Ya, Jenni dan Lion adalah sahabat sejak mereka masih SMP tapi saat lulus SMA Lion memilih untuk berkulih di tempat yang jauh, bahkan mereka sempat Lost kontak. Namun akhirnya takdir mempertemukan 2 sahabat yang dulu sempat terpisah.


Lion dan Jenni sudah memiliki kehidupan masing-masing, namun mereka masih saja melajang hingga kini. Lion memilih menjadi seorang Polisi. Sementara Jenni Ah, jenni adalah wanita liar yang tak punya tumpuan dan tujuan hidup.


"Bagaimana jika kita ngopi-ngopi di cafe seberang? " Tawar Lion.


"Boleh! " Sahut Jenni.


Akhirnya Lion dan Jenni memilih menikmati secangkir kopi di sebuah Cafe yang dekat. Mereka nampaknya mengobrol dan bercerita saat masa-masa sekolah. Sesekali keduanya tertawa tanpa beban.


"O ya, apa kau sudah menikah saat ini Jenn? " Tanya Arya di sela obrolannya.


Jenni menggeleng. "Belum. Mana ada laki-laki yang mau denganku! " Sahutnya sembari murung.


"Kenapa? Kau cantik, baik dan apa lagi yang kurang darimu? " Ucap Lion heran.


Jenni menghela nafasnya. "Apa kau lupa bahwa aku sudah tidak perawan? " Ucap Jenni mengingatkan.


"Aku tahu, tapi apa itu sebuah masalah? " Tanyanya.


"Tentu saja masalah, sebab laki-laki tidak ingin menginginkan wanita bekas seperti ku! " Sahutnya sedih.


Lion hanya tertawa menanggapi ucapan Jenni, sahabatnya. "Kau lucu sekali, banyak laki-laki baik diluar sana yang akan menerimamu suatu saat nanti. Percayalah! " Ucap Lion.


Jenni hanya tersenyum menanggapi ucapan Lion, ia berharap semoga apa yang dikatakan oleh Lion benar adanya. Walau semua itu sungguh mustahil baginya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA YANG INI, YA.


Note, karya ini sedang dalam masa Revisi.

__ADS_1



__ADS_2