CHILD FREE

CHILD FREE
EPISODE 26


__ADS_3

Lion menghubungi Nesya, ia ingin mengetahui apakah Nesya sudah mendapatkan bukti kejahatan Rayden atau belum?


Lion ingin membuat Rayden masuk dalam jeruji besi dengan dakwaan yang begitu berat, sehingga hukuman pun akan semakin berat.


"Nesya. Apakah kau sudah mendapatkan bukti itu? " Tanyanya.


"Belum. Aku belum mendapatkan apapun! " Sahut Nesya di sebrang telepon.


"Segeralah dapatkan bukti itu, agar Rayden segera di tangkap! " Perintah Lion.


"Baiklah! " Sahut Nesya.


Lion mengakhiri panggilannya seraya tersenyum menyeringai. " Kau akan hancur, Rayden! " Ucapnya.


Sementara Nesya mulai mencari bukti itu. Ia akan mencari sesuatu yang akan memberatkan Rayden.


"Aku akan mencarinya sekarang! " Gumamnya.


Nesya kembali mencoba brankas milik Rayden. Namun lagi-lagi gagal, Nesya tidak bisa membukanya. Sebab Rayden menggunakan Password.


"Apa paswordnya? " Gumam Nesya.


Nesya mulai berfikir, kira-kira pasword apa yang Rayden gunakan.


Nesya mulai memasukan tanggal lahir Rayden, namun gagal. Kemudian Nesya mulai memasukan tanggal lahir Margaretha, namun masih saja gagal.


"Jika bukan tanggal lahir Margaretha dan Rayden, lalu tanggal lahir siapa? " Tanya Nesya.


Nesya benar-benar tidak bisa menebak password yang Rayden gunakan.


"Aku yakin, semua bukti kejahatan Rayden ada dalam brankas ini! " Gumamnya.


Saat Nesya mulai berfikir, tiba-tiba ada sebuah ketukan di pintu. Nesya menghela nafasnya, dan menyembunyikan brankas tersebut. Kemudian Nesya beranjak dan membuka pintu.


"Nesya! " panggil Margaretha.


"Tante! " Sahut Nesya.


"Lagi ngapain di dalam, Nes? " Tanya Margaretha sembari menengok ke dalam kamar.


Nesya melirik ke kamarnya. "hm, lagi beres-beres! " Sahutnya.


Margaretha mengangguk dan ber oh Ria saja.


Margaretha mengajak Nesya untuk berbelanja ke sebuah pusat pembelanjaan.


Mau tak mau Nesya mengikuti Margaretha dan menemaninya.

__ADS_1


Margaretha dan Nesya pun berkeliling dari satu toko ke toko lainnya. Namun mood Margaretha rusak, akibat tak sengaja berpapasan dengan wanita yang merebut Suaminya.


"Hallo! mantan madu. Apa kabarmu? " Sapanya seraya tersenyum miring.


Margaretha memalingkan wajahnya, ia tak sudi melihat wanita di hadapannya.


"Hey! Apa kau tuli? " Ucapnya kesal.


"Hey, pelakor! Bagaimana rasanya merebut suami orang? " Tanya Margaretha.


Wanita itu hanya tersenyum miring. " Rasanya nikmat sekali. Bahkan kami sudah bahagia! karna kami saling mencintai. " Tuturnya.


Margaretha tersenyum sinis. "Syukurlah! tapi ingat, Karma masih berlaku. Jika saat ini kau belum mendapatkannya, mungkin esok, lusa atau nanti. Karna karma tak semanis Kurma! " Sindir Margaretha.


Nesya hanya bisa melihat pertikaian keduanya, tanpa melerainya.


Ucapan Margaretha mampu membuat wanita itu bungkam dan kesal.


Wanita itu menghentakan kakinya, kemudian pergi dari hadapan mereka tanpa berkata sepatah katapun.


Margaretha menarik tangan Nesya, hari ini mood Margaretha benar-benar rusak di buatnya. Margaretha mengajak Nesya untuk segera pulang.


"Ayo, Nesya. Kita pulang! " Ajaknya.


Nesya mengangguk dan mengikuti langkah Margaretha menuju mobilnya.


Margaretha masuk dan duduk di dalam mobil, terlihat Margaretha masih sangat kesal dengan wanita yang dia temui tadi.


Margaretha melirik Nesya, kemudian mengangguk.


"Memangnya siapa dia, Tante? " Tanya Nesya lagi.


Margaretha menghela nafasnya. " Dia adalah wanita yang merebut suami saya, dan memisahkan seorang Ayah dari anaknya! " Ucap Margaretha.


Nesya menutup mulutnya. "Ja-jadi dia orangnya? " Tanya Nesya tak percaya.


Margaretha mengangguk. "Ya, dialah orangnya! " Sahut Margaretha.


Margaretha dan Nesya pun bergegas untuk segera pulang.


Sesampainya di rumah, Margaretha lekas menuju kamarnya. Rasanya ia ingin beristirahat dan menghilangkan rasa penatnya.


begitu pula dengan Nesya, ia pun berlalu menuju kamarnya. Namun saat Nesya melewati ruang kerja Rayden, ia begitu penasaran dengan ruangan itu. Sebab Rayden tidak mengizinkan seseorang masuk ke dalamnya.


Nesya meraih gagang pintu, namun nampaknya pintu di kunci. Nesya bergegas mencari kunci cadangan, dan berhasil mendapatkannya. Kemudian Nesya memutarnya dan dapat masuk ke dalam ruang kerja Rayden.


Semuanya nampak biasa saja, tidak ada yang mencurigakan di sini. Semuanya begitu normal-normal saja. Tapi kenapa Rayden melarang semua orang untuk masuk ke dalam Ruangan ini? entahlah, hanya Rayden yang tahu!

__ADS_1


Saat Nesya hendak keluar, tiba-tiba kakinya tersandung. Nesya tak sengaja berpegangan pada lemari yang ada di sana, namun alangkah terkejutnya Nesya kala melihat ada ruangan lain di balik lemari tersebut.


"Ada ruang rahasia di sini? " Gumam Nesya.


Nesya pun bangkit, dan berjalan menuju tempat tersebut.


Nesya mulai menelusuri ruangan itu, di sana terdapat sebuah Foto yang besar dengan bingkai yang indah. Sepertinya itu adalah foto saat Rayden masih kecil, namun pada sebuah foto laki-laki dewasa Rayden sengaja mencoret wajahnya.


"Siapa laki-laki itu? apakah dia Papanya? " Gumam Nesya.


Kemudian Nesya pun kembali menemukan sebuah foto Rayden bersama seorang wanita. Namun Nesya tidak tahu siapa wanita itu, kemudian Nesya membalik foto itu dan di sana terdapat inisial namanya. Nesya membaca nama yang tertera 'R&E '


"Siapa inisial E itu? " Gumam Nesya, kala membaca nama itu.


Nesya di buat bingung dengan teka teki yang Rayden buat, ternyata Rayden orang yang suka bertele-tele dan suka membuat orang-orang pusing!


Nesya menemukan sebuah buku milik Rayden di sana. Ternyata Rayden orang yang suka menulis juga.


Nesya membuka lembar demi lembar, namun yang menarik perhatian Nesya adalah pada halaman 15 dari lembaran tersebut. Nesya duduk dan membacanya.


*Dulu, aku memang mencintaimu. Tapi cinta itu telah lenyap bersama luka yang kau torehkan.


Kau pergi meninggalkan diri ini yang dulu mencintaimu, kau hancurkan mimpi yang dulu aku impikan bersama mu.


Kau membawa Cinta ku pergi bersama mu. Cinta yang tidak pernah aku dapatkan dari siapapun*.


Tulis Rayden, Sungguh kata-kata Rayden membuat Nesya begitu terharu kala membacanya. Nesya bisa menyimpulkan bahwa selain dari Williams, wanita dalam foto ini juga bisa menjadi faktor utama dari keadaan Rayden saat ini.


"Sungguh luar biasa wanita ini. Ia bisa di cintai oleh Rayden dengan sangat dalam! " Ucap Nesya kagum.


Memang, beberapa tahun belakangan ini Rayden selalu menutup hatinya untuk siapapun itu. Ia tak ingin terlibat asmara, sebab hatinya masih enggan membagi cinta untuk siapapun.


Saat Nesya hendak membuka halaman berikutnya, tiba-tiba seseorang menahannya.


Nesya mulai takut dan memberanikan diri untuk menatapnya. "Rayden! " Ucapnya kaget.


Rayden menatap tajam Nesya, ia pun merebut buku yang di genggam oleh Nesya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tidak mengerti, ini adalah ruang pribadi ku. Tidak ada 1 orangpun yang berani memasukinya selain kau! " Bentak Rayden marah seraya menunjuk Nesya.


Nesya tersentak kaget dengan Ucapan Rayden. "A-aku hanya.. "


Tanpa menunggu Nesya selesai bicara, Rayden mencekal tangan Nesya dan menyeretnya keluar dari ruangan miliknya.


Nesya nampak meringis kesakitan, namun Rayden tidak peduli. Ia pun membawa Nesya menuju kamarnya dan memasukannya ke dalam kamar mandi, kemudian Rayden mengguyur tubuh Nesya dengan air kran.


Nesya memberontak, namun semakin Nesya memberontak semakin Rayden ganas.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke Karya temanku, ya!



__ADS_2