Childish Wife

Childish Wife
CW-11


__ADS_3

"Galaaang, Naya ngga hamil. Naya mual karna tadi ada yang bawa bekel udang di kelas".


Memang benar, Naya tidak bisa mencium aroma makanan yang berbahan dasar hewan laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang dan sejenisnya meski sudah diolah sekali pun


Jangan kan memakan nya, mencium aroma nya saja sudah membuat Naya mual. Naya tidak pernah memakan makanan tersebut sejak ia kecil


Galang termangu mendengar penuturan Naya, sementara Devan tertawa seakan meremehkan Galang


"Denger ngga lo?". Tanya Devan


Galang mengangguk paham, "Sorry Van, gue salah paham".


"Otak lo perlu dicuci biar ngga salah paham terus".


"Iya gue salah, sorry".


"Terus lo tau dari mana soal status gue sama Naya?".


"Satpam komplek lo. Kemarin gue buntutin Naya pas balik sama supir".


Devan mengangguk, "Gue pacarin Naya dan nikahin Naya karna pengen ngejagain dia buat seterusnya. Apalagi sekarang Naya udah gak punya siapa-siapa".


"Iya gue tau. Gue keterlaluan udah nuduh lo yang engga-engga".


Naya menatap lekat wajah Galang dengan serius, "Harusnya Galang nanya baik-baik sama Devan, jangan berantem".


"Iya Nayaaa, maafin gue ya udah mukul suami lo". Ucap Galang seraya tersenyum


"Galang juga ngga boleh nuduh Devan. Devan itu baik sama Naya, Devan ngga pernah jahatin Naya".


Devan terkekeh sambil mengacak poni Naya


"Iya Naya iya, ampunin gue ya".


"Iya..."


"Yaudah Galang sama Devan baikan ya, jangan berantem terus, apalagi karna Naya". Pinta Naya seraya menatap keduanya dengan tatapan memohon


Devan dan Galang kompak mengangguk


"Ngga ada yang tau soal lo berdua?". Tanya Galang


"Ngga ada".


"Ok, gue keep. Gue ke kelas dulu". Ucap Galang sebelum meninggalkan rooftop menyisakan Naya dan Devan yang masih berdiri diposisinya


"Bibir Devan mau Naya obatin ngga?".


"Mau".


"Yaudah kita ke UKS ya".


Devan menggeleng, "Disini aja".


Naya mengerjap polos, "Obatnya kan ada di UKS".


"Obatnya ada disini". Ucap Devan seraya mengusap lembut bibir Naya dengan ibu jarinya


"Tapi- uummh"


---


"Ceweknya cuma Naya?".


Fero mengangguk, "Udah lah tenang aja Van, Naya aman sama kita ngga usah takut gitu lah". Ucap Fero meyakinkan Devan seraya menepuk bahunya


"Tau nih, lebay amat. Cewek lo aman, nanti kita balikin tanpa lecet sedikit pun". Sambung Raka

__ADS_1


Devan menghela nafas panjang. Sangat berat rasanya melepas istri kecilnya mengerjakan tugas kelompok bersama Fero dan yang lainnya. Dimana Naya satu-satunya perempuan dan empat orang lainnya adalah laki-laki. Wajar bila Devan tidak tenang dan merasa khawatir pada Naya


"Van ayo masuk. Udah mulai tuh". Ucap Viona menghampiri mereka


"Duluan". Ucap Devan menyuruh Viona untuk masuk terlebih dahulu, Viona mengangguk patuh


"Devan? Naya boleh kerja kelompok kan?".


"Yaudah. Nanti kalo udah selesai telfon gue ya. Biar gue jemput". Naya mengangguk


"Ngga gue anterin aja? Kan gue yang bawa". Tawar Fero


"Ngga usah, gue jemput aja".


"Ok lah, ayo Nay". Ajak Fero


"Hati-hati ya". Ucap Devan seraya mengusap kepala Naya


---


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Devan yang baru selesai rapat OSIS segera menghampiri mobilnya dan menjemput Naya yang telah sepuluh menit menunggunya dirumah Fero


"Tante baru tau loh kalo Fero punya temen secantik kamu, gemes, lucu lagi". Puji Kinar, mama Fero


"Udah punya pacar belum?".


Naya hendak menjawab pertanyaan Kinar, namun dijawab terlebih dahulu oleh Fero,"Cowoknya galak ma, ketua OSIS".


Kinar nampak menghela nafas kecewa dengan bibir yang ia tekuk kebawah, "Tante kira jomblo, siapa tau bisa deket sama Fero".


Naya menyunggingkan senyum tipisnya mendengar ucapan Kinar


"Mama ni ada-ada aja". Ucap Fero


"Hehehe, oh iya Naya, tante bawain kue yang tadi tante bikin ya".


"Hmm, tante sedih loh kalo kamu nolak, tante siapin dulu ya". Ucap Kinar seraya berjalan menuju dapur


"Tante-"


"Sstt, terima aja".


"Tapi Naya ngga enak, ngerepotin mama Fero".


"Engga kok, santai aja. Nyokap gue emang gitu kalo suka sama orang".


Naya mengerjap menatap Fero, "Tante Kinar suka sama Naya?".


"Keliatannya sih gitu".


"Tapi kan Naya cewek, tante Kinar juga cewek, masa cewek suka sama ce-"


"Ah udah, udah. Ngga ngerti lo Nay".


Naya mengangguk seolah paham dengan ucapan Fero, sementara Fero hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"Gak kebayang jadi Devan". Gumam Fero


Naya menoleh dan menatap lekat mata Fero, "Fero ngomong apa?".


"Engga".


Fero kembali memainkan ponselnya, sementara Naya kembali fokus menatap akuarium berukuran sedang yang berada disisi kursinya


"Fero?".


"Hmm?". Fero menoleh menatap Naya

__ADS_1


"Yang ini namanya siapa?". Tanya Naya seraya menunjuk seekor ikan kecil berwarna oranye


Fero tercengang, baru kali ini ada seseorang yang bertanya padanya mengenai nama dari seekor ikan. Sungguh diluar nalar, pikir Fero


"Namanya Naya".


"Eh? Kok namanya sama kayak Naya?".


"Ya emang, ikannya mirip sama lo, jadi gue kasih nama Naya".


"Lucuuu". Naya tertawa kecil


"Ck, bisa gila lama-lama ngeladenin lu Nay".


Naya mengerjap polos, "Emang kenapa?".


"Ngga!".


"Eh tu Devan udah dateng".


Naya menoleh kearah gerbang rumah Fero, terlihat sosok Devan yang sedang berjalan menghampirinya setelah menepikan mobilnya


"Udah selesai kan? Ayo".


Naya mengangguk dan segera memakai tas sekolahnya


"Loh ini siapa?".


"Devan, tante". Ucap Devan seraya mencium tangan Kinar, Kinar pun menyunggingkan senyumannya


"Pacarnya Naya ya?".


"Iya tante".


"Waah ganteng ya, sopan lagi".


"Ehem, anak sendiri juga ngga kalah ganteng kali". Ucap Fero yang tidak mau kalah saing


"Hehehe iya anak mama yang paling ganteng".


"Nah Naya, ini kue nya ya..."


"Devan, nanti kamu cobain ya kue bikinan tante". Ucap Kinar seraya memberikan sebuah tas kecil pada Naya


"Aduh tante, ngga usah repot-repot".


"Engga kok, tante malah seneng".


"Makasih banyak tante".


"Iya sama-sama".


Devan memberi kode pada Naya untuk segera berpamitan. Naya pun mengangguk dan segera mencium tangan Kinar, diikuti dengan Devan


"Devan, boleh ngga kapan-kapan anterin Naya kesini? Tante seneng main sama Naya, anaknya lucu, gemes hehehe".


Devan tertawa kecil seraya mengangguk, "Iya boleh tante".


"Yaudah kalo gitu Devan sama Naya pamit tante". Ucap Devan


"Iya, kalian hati-hati ya".


"Fer, gue balik ya, thanks".


"Yoi, sama-sama, hati-hati bro".


Bersambung---

__ADS_1


Seperti biasa, kasih like dulu biar aku semangat updatenya. Gomawo❤


__ADS_2