Childish Wife

Childish Wife
CW-6


__ADS_3

Kringg, bel pulang sekolah berbunyi


"Gue duluan ya, Nay".


"Gue juga Nay". Naya mengangguk seraya tersenyum, "Hati-hati yaa".


"Iya, lo juga hati-hati". Sisil dan Mily meninggalkan Naya yang masih sibuk merapihkan mejanya


"Naya?". Naya mendongak saat namanya dipanggil oleh seseorang, "Devan?".


"Gue ada kumpul OSIS, lo mau nunggu apa pulang duluan?". Naya tampak berfikir sejenak, "Devan lama ngga?".


"Iya, mau bahas acara anniv sekolah". Naya mengangguk paham, "Yaudah Naya minta jemput pak Yoyo aja".


"Pak Yoyo lagi nganter mama kerumah opa".


"Hmm, Naya nungguin Devan aja deh".


"Bener? Ngga bosen?".


"Engga kok". Jawab Naya seraya tersenyum, "Yaudah yuk". Devan menggenggam tangan Naya dan membawanya menuju aula


"Tadi Devan berantem ya sama Galang?".


"Engga".


"Tapi kok Devan marah-marah?". Tanya Naya seraya mendongak, menatap wajah Devan


"Udah tau ribut, masih aja nanya Nay".


"Udah ngga usah nanya-nanya, itu urusan cowok". Sambung Devan, Naya mengangguk paham


"Mau jajan apa? Biar gue beliin dulu sebelum ngumpul".


"Es krim hehe boleh ngga?".


"Boleh, gue beliin dulu ya". Naya mengangguk, "Makasih Devan".


"Devan nya siapa?".


"Devan nya Naya".


"Pinter". Ucap Devan seraya mengecup puncak kepala Naya,


Dua jam sudah berlalu, Naya masih setia menunggu Devan dengan kondisi badan yang sudah lelah dan mata yang mulai mengantuk


Sambil menonton serial Barbie yang semakin lama semakin membosankan, sesekali Naya memperhatikan Devan yang terlihat berwibawa saat sedang memimpin rapat OSIS, pemandangan yang jarang disaksikan oleh Naya secara langsung


Naya pun mengagumi sosok suaminya dari sisi ruangan aula. Tanpa sadar Naya menyunggingkan senyumannya, "Naya bersyukur punya Devan"

__ADS_1


*flashback on*


Tiga tahun yang lalu, saat acara perpisahan sekolah menengah pertama, Devandra Sagara menyatakan cintanya kepada Reinaya Felisha, siswi cantik, polos dan lugu yang telah berhasil mencuri perhatiannya sejak kelas dua sekolah menengah


Di halaman belakang sekolah, kedua siswa dan siswi itu saling duduk berhadapan diatas kursi panjang yang ada disana, dan dengan rasa gugup serta jantung yang berdebar, Devan mengungkapkan perasaannya, tentunya membuat seorang Naya kebingungan


Pasalnya, ini adalah pertama kalinya bagi Naya ada seseorang yang menyatakan perasaan untuknya, terlebih ini adalah Devan, sosok pemimpin alias ketua OSIS yang cukup populer dan digandrungi banyak siswi di sekolah mereka


Naya sendiri tidak menyangka kalau sosok Devan justru menyukai gadis seperti dirinya yang bila dibandingkan dengan siswi lainnya, Naya tidak ada apa-apanya. Ya, Naya cukup tau diri


"Nay? Kok malah bengong sih?".


Naya tersentak lalu menatap kedua mata Devan, "Hmm kita pacaran?". Devan mengangguk, "Lo jadi cewek gue? Mau kan?".


Naya berfikir sejenak, "Tapi, Naya, bodoh".


"Engga, lo ngga boleh ngomong gitu. Lo itu ngga bodoh, cuma, cuma..."


Duh cuma apa ya


Naya tampak kebingungan dengan ucapan Devan, "Cuma, polos, lugu, iya iya, maksud gue itu".


"Naya juga ngga cantik". Sambung Naya dengan suara pelan


"Bagi gue lo cantik..."


"Udah deh, intinya lo mau ngga jadi cewek gue?".


"Gue ngga nerima penolakan!".


Naya pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Naya boleh nanya dulu ngga?".


"Apa?".


"Kok Devan ngajak Naya pacaran, kenapa ngga ngajak cewek lain?".


"Bodoh, karna gue naksirnya sama lo, kalo gue naksir cewek lain ngapain gue nembak lo". Naya mengangguk pelan


"Gue juga ngga suka liat lo di deketin cowok-cowok yang manfaatin kepolosan lo itu..."


"Gue pengen ngelindungin lo dari mereka". Ucap Devan dengan meyakinkan


"Tapi-"


"Terima! Gue ngga suka ditolak!"


"Soal gimana perasaan lo ke gue itu urusan nanti, yang penting lo jadi cewek gue dulu". Sambung Devan


"Alasannya?".

__ADS_1


"Gue ngga suka lo deket-deket sama Galang. itu yang paling pending".


Naya mengerjap kebingungan, "Kok Naya ngga boleh deket-deket sama Galang? Galang kan temen Naya dari kecil".


"Bodo amat, gue bilang engga ya engga".


Naya mengangguk paham


"Gimana?! Jangan nolak!".


"Iya". Devan mengernyit, "Iya apa?".


"Iya Naya terima".


"Serius?". Naya mengangguk, "Naya serius".


Devan tersenyum, "Bagus deh, mulai hari ini lo jadi cewek gue, inget ya Nay, lo ngga boleh deket-deket lagi sama Galang, jauhin dia. Ngerti ngga?!".


"Iya Naya ngerti".


"Pinter".


*flashback off*


"Nay?".


"Kok ngelamun?". Ucap Devan seraya mengusap-usap kepala Naya, Naya tersentak dan mendongak menatap Devan, "Naya mau pulang, Naya ngantuk".


"Yaudah yuk".


"Devan udah selesai?".


"Udah, sorry lama".


"Gapapa kok".


Sambil menggenggam tangan Naya. Devan berpamitan kepada anggota OSIS yang masih ada di ruang aula


---


"Ayo masuk, kok diem". Ucap Devan ketika sudah tiba dirumah


"Gendooong". Rengek Naya dengan bibir mengerucut, Devan pun tersenyum dan mencubit pipi Naya dengan gemas, "Manjanya istriku".


Setelah turun dari kursi kemudinya, Devan segera menuju kursi kemudi Naya, mengangkat kedua ketiak Naya hingga Naya terangkat naik kedalam gendongannya "Tututu bayiku ngantuk yaa".


Naya pun melingkarkan tangannya pada leher Devan dan ia jatuhkan kepalanya dibahu tegap suaminya itu


---

__ADS_1


Bersambung...


mohon dukungannya semuaaa😘


__ADS_2