Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
01


__ADS_3

brakk !!


suara hantaman motor dan mobil beradu yang menyebabkan kecelakaan


"aakkhh" teriak seorang wanita yang menggendong balita di dekapan nya


"astaghfirullah " teriak orang sekitar nya


"pak ayo tolongin itu adek bayi nya" ucap seorang ibu-ibu kepada yang lain


"duh Gusti kasian sekali mana bawa bayi" ucapan oramg sekitar


"mas...mas..."panggil seorang wanita tadi yang menjadi korban kecelakaan kepada suami nya


dua orang laki-laki turun dari mobil yang menabrak motor tadi turun


"pak saya dan adik saya akan bertanggung jawab sepenuhnya ayo tolong bawa ke rumah sakit terdekat" ucap seorang laki-laki berusia 30 tahunan


Akhirnya semua korban dibawa ke rumah sakit terdekat


"maaf mbak namanya siapa ya?" ucap seorang laki-laki tadi


"lisa " jawab perempuan itu lirih


"mbak saya dan adik saya minta maaf tapi saya berjanji akan bertanggung jawab terhadap mbak sekeluarga" ucapnya lagi


lisa diam tak bergeming sama sekali


di dekapan nya seorang balita berusia 2 tahun menangis tak henti


"sabar ya nak" ucap lisa ke anaknya


"dok ..tolong periksa mbak ini dan adek nya ya" ucap laki-laki tadi


"saya Edward mbak dan ini adik saya bery" ucap laki-laki tadi


lisa dan anak nya akhirnya di periksa


lisa hanya mengalami luka-luka biasa dan anaknya hanya lebam di punggung nya


klek


pintu ruang ICU terbuka


"bagaimana keadaan nya dok?" tanya Edward ke dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu


"pasien belum sadar dan berdoa saja semoga bisa melewati masa kritis nya"ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan itu


Edward dan bery duduk di depan ruang ICU

__ADS_1


"mas.. semoga gak terjadi apa-apa ya ?" ucap bery khawatir


karena dia lah yang mengendarai mobil tadi padahal awalnya semua nya normal dan baik-baik saja tapi entah kenapa pas jalan agak menurun rem nya tidak bisa di kendalikan alhasil dia menabrak motor di depan nya yang di kendarai lisa dan keluarga kecil nya


"iya ..kamu berdoa sama Tuhan " jawab Edward kepada adik iparnya itu


bery hanya mengangguk dan terus menatap lurus


"jangan kasih tahu orang rumah dulu ya takut mereka cemas" ucap Edward


"iya mas" jawab bery lemah


"mas..aku ke ruangan mbak lisa dulu ya kasian mereka cuma berdua" ucap bery berdiri


"iya kamu temenin mereka biar mas yang jaga disini ya" jawab Edward


akhirnya bery berjalan ke arah ruang rawat anak lisa


kring..kring.. kring


"halo mas kamu sama bery dimana ?" tanya seorang wanita di seberang telepon sana


"halo sayang .. mas sama bery baru dapat musibah" jawab Edward


"musibah apa mas?" tanya berlin istri dari Edward


"mas sama bery nabrak orang " ucap Edward pelan


"kok bisa mas ? terus gimana ?" tanya berlin panik


"anak sama istrinya luka-luka biasa tapi suami nya luka parah masih kritis" ungkap Edward


"hufft" hanya suara helaan nafas dari istrinya yang Edward dengar


"sayang kamu sama anak-anak nginep di rumah ibu dulu ya ,mas sekarang belum bisa pulang sama bery sampai urusan nya selesai " ucap Edward kepada istri nya


"iya mas ..semoga semua nya baik-baik saja ya" jawab berlin lemah


"jangan bilang ibu sama ayah dulu ya mas takut mereka panik sayang*ucap Edward khawatir kepada kedua mertua nya yang akan ikut panik karena anak bungsu dan menatu nya mendapatkan musibah ini


"baiklah mas.. kamu jaga kesehatan ya" ucap berlin


"iya sayang"


akhirnya telepon di matikan


klek


"mbak.." panggil bery ke lisa

__ADS_1


lisa hanya diam dan terus menangis menatap anak nya yang tangannya di infus karena tadi setelah pemeriksaan anaknya sesak nafas mungkin efek benturan tadi di punggung nya


"maaf in saya mbak " ucap bery sambil mendekat ke arah lisa


"saya dan kakak ipar saya akan bertanggung jawab sepenuhnya mbak"


"apa mbak punya keluarga disini mbak?" tanya bery lagi


lisa diam tak bergeming dia mengingat kejadian sebelum pergi tadi


entah apa jadinya jika keluarga suami nya tahu akan hal ini semua orang pasti akan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi sekarang


bahkan tak bisa di bayangkan lisa sumpah apa yag akan keluar dari mulut kakak ipar nya itu


flashback on


"mas.. kita pulang aja yuk?" ajak lisa ke suami nya sambil memakaikan pakaian anak nya


"kenapa sih lis kamu gak pernah betah di rumah ku?" jawab suami nya


"bukan gak betah mas.. tapi keluarga mu seperti gak suka aku" tutur lisa


"kamu belum terlalu kenal aja kan kita semenjak nikah baru 3x main kesini" jawab suaminya seperti tak suka aduan dari lisa


"kan mas sendiri merantau kerja di kota B dan aku masih ikut orang tua ku di kota C sedangkan jarak antara kota ku ke kota mu itu hampir 9jam perjalanan nya mas" bela lisa ke suami nya


"ya kamu sabar dulu aja lis" ucapnya seraya keluar dari kamarnya


dia bergegas berjalan ke teras rumah dan ternyata ada kakak dan kakak iparnya nya


"kenapa sih pras masih pagi udah ribut-ribut?" tanya kakak ipar Prasetyo


"gak papa mas biasa" jawab nya sambil mematik rokoknya


"pasti istri mu gak betah ya disini?" celetuk mabk susi kakak kandungnya


"lagian nih pras kamu jangan kalah sama istri " ujar kakak ipar nya lagi


"iya mas" jawab pras sambil menghisap rokok nya


"lagian kamu nikah sama yang cantik gitu jadi gak bisa apa-apa kan?" ujar mbak susi lagi


"bukan gak bisa apa-apa mbak cuma dean semenjak disini rewel terus gak mau lepas dari mamah nya sama aku aja gak mau mbak" jawab pras


"ya emang dasarnya aja mamah nya gak mau ngenalin anak nya ke saudara bapaknya" ujar mbak susi sambil melangkah pergi


lagian lisa itu menurut Prasetyo orang nya tidak pernah aneh-aneh dan tidak banyak menuntut bahkan Prasetyo tau di rumah orang tua nya sendiri lisa selalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga alasannya karena dia tak enak hidup menumpang dan makan gratis di rumah orang tua nya


akhirnya pras memutuskan untuk pergi mandi

__ADS_1


__ADS_2