
Mata ini hanya untuk memandangmu sayang
Tangan ini hanya untuk menyentuhmu
Bibir ini hanya untuk menciummu sayang
Tubuh ini hanya untuk memelukmu
Bila kau ragu tanyakan pada gunung yang tinggi
Maka dia takkan mampu menjawab pertanyaanmu
Jika kau ragu tanyakan pada bunga-bunga
Maka dia takkan mampu menjawab pertanyaanmu
Rasa ini hanya tersimpan untukmu sayang
Diri ini hanya tercipta hanya untukmu
Bila kau ragu tanyakan pada gunung yang tinggi
Maka dia takkan mampu menjawab pertanyaanmu
Jika kau ragu tanyakan pada bunga bunga
Maka dia takkan mampu menjawab pertanyaanmu
Andaikan semesta dapat diajak bicara
Akan ku ungkapkan segala rasa
Karna cintaku lebih dari gunung tinggi
Lebih dari wangi bunga
Lebih dari segalanya
Cintaku ini tak berbatas gunung-gunung tinggi
Tebarkan wanginya cinta
Hingga kau akan percaya percaya percaya
Mata ini hanya untuk memandangmu
(ungu-hanya untukmu)
lagu itu adalah lagu yang sering di putar oleh pras
karena kata Pras lagu itu menunjukkan perasaan nya pada lisa
ketika mendengar lagu itu pikiran lisa malah kembali ke masa lalu
semua orang bertepuk tangan
dan membuat lisa tersadar dari lamunan nya
"cie .. di nyanyiin " ledek handa
"ihh apaan sih" ucap lisa
prosesi lempar bunga pun akan di langsung kan
semua jomblo dan jomblowati seketika bersemangat dan berdiri di depan pelaminan
handa mengajak lisa dan yang di ajak hanya mendengus dan tetap pada posisi duduk nya
"lis .. ayo " ajak handa menarik tangan lisa
"huuh .. gak ah lu aja sono" jawab lisa enggan tuk berdiri
__ADS_1
"yaudah kalau gak mau" ucap handa meninggal kan lisa
semua bersorak riuh ketika bunga di lempar dan langsung di tanggap ibu-ibu yang sedang berdiri di prasmanan
sontak membuat semua orang melihat ke arah nya
ibu-ibu itu kaget dan langsung melempar nya lagi
"enggak .. enggak mau ,,aku udah nikah dan gak mau ganti suami" ucap ibu itu
semua orang tertawa dan bunga itu di ambil oleh kerabat dari aldo
"gue mah gak usah dapet bunga juga udah mau kawin kali " ucap handa setelah duduk kembali di sebelah lisa
"lah lu ngapa buang-buang tenaga berdiri disono" jawab lisa acuh
"ya kan seneng aja lis" jawab handa sambil meminum minuman nya
"emang lu gak ada harapan rumah tangga lis?" tanya handa
"enggak!" jawab lisa cepat
pernikahan sifa dan aldo selesai
tinggal menunggu pernikahan handa dan bram
lisa dan sifa sudah mengajukan cuti agar bisa menghadiri pernikahan handa,di karenakan di luar kota jadi dia mengambil cuti 4 hari
hari-hari berlalu hampir seperti biasanya
dan hari libur ini tiba-tiba bery mengabari akan mengunjungi lisa
tok..tok..
suara pintu kamar kost lisa di ketuk
klek..
"baru bangun dek?" sapa bery melihat penampilan sang adik yang acak-acakan
lisa belum tersadar akan kehadiran sesosok pria lain di belakang bery
lisa mengambil air minum untuk bery dan dirinya
"dek..kurang 1" ucap bery
"hah mas haus ?" jawab lisa bangun sambil menguap
lisa semalam begadang dengan handa menonton film horor dan baru subuh tadi handa balik ke kamar kost nya
"ini ada temen mas" ucap bery
"hah?" seketika mata lisa melebar dan mendapati sesosok pria di samping kakak angkat nya
"eh maaf-maaf ya mas" ucap lisa sambil meminta maaf tak enak hati karena tak sadar akan kehadiran pria itu
"iya gak apa-apa" jawabnya
"kenalin dek .. dewa tetangga depan rumah" ucap bery mengenal kan dewa ke lisa
"oh iya .. lisa " sambil menjabat tangan dewa
"dewa"
"adek begadang mulu ya?" terka bery ke lisa
"eh enggak kok mas ..cuma baru semalam lihat film horor sama handa terus mau tidur jadi kebayang-bayang jadi susah tidur " jelas lisa
"kalau takut ngapain di lihat sih" ucap bery
dewa hanya menyimak obrolan kedua kakak beradik angkat ini
__ADS_1
'makin dewasa makin cantik aja adik bery' batin dewa
"sana cuci muka dulu ini mas bawa beli makan tadi di jalan" lanjut bery sambil membuka kotak yang ia beli tadi di jalan
"harusnya nasi padang" ucap lisa
"iya ya mas lupa tadi" jawab bery sambil terkekeh
mereka bertiga makan
"kerja dimana ?" tanya dewa ketika selesai makan dan lisa baru duduk sehabis buang sampah
"di PT.fsi " jawab lisa singkat
"ooh " jawab dewa
'cantik sih tapi dingin banget.. bisa-bisa beku kalau sama dia' batin dewa sambil menatap lekat lisa
mereka terlibat mengobrol ringan dan sore hari nya bery dan dewa pulang
dewa sekarang bekerja di kota B juga karena dia memegang sebuah usaha disini
di apartemen dewa
"ber.. adek lu dingin banget gitu ya?" ucap dewa sambil menyodorkan minuman kaleng untuk bery
"iya kalau yang belum kenal deket ya emang jutek banget aslinya dia sangat asik dan receh orangnya" jawab bery sambil meneguk minuman di tangan nya
"udah punya pacar?"
"gak tahu.. tapi sejauh ini belum pernah ada yang di publish dan gak pernah ada cerita deket sama cowok"
"di rahasiain dari keluarga kali?"
"enggak.. gue sering tanya sama sahabat nya,,banyak yang suka sama dia cuma pada gak kuat sama sifat angkuh dan dingin nya" beber bery
"iya sih.." jawab dewa sambil meneguk minuman nya sampai tandas
"lu gak ada perasaan sedikit pun sama lisa?" tanya dewa heran dengan bery karena lisa sangatlah cantik apalagi dengan sifat angkuh dan dingin nya memberikan kesan tersendiri
"gue bener-bener sayang sama dia,gue gak pernah ada rasa lebih dari sekedar adek,iya sih dia cantik banget tapi gue selalu tekan perasaan gue kalau dia kaya gitu karena gue,gue masih inget gimana dia menangis meraung-raung meminta suami dan anak nya balik,,dari situ gue tekan perasaan gue kalau gue harus jaga dia selamanya" jelas bery
"iya sih.. kalo gue sih gak yakin bisa cuma sekedar adek doang.. dia cantik banget ber" ucap dewa
"lu jangan macem-macem sama adek gue" ancam bery
"kalau seandainya gue beneran ama adek lu gimana?" tanya dewa serius
"enggak .. enggak boleh gue tahu busuknya lu wa" jawab bery sambil menoyor kepala dewa
bery tahu apa yang di lakukan dewa selama ini,bahkan skandal perselingkuhan nya dengan lidya pun dia tahu,dia sudah mengingatkan tapi dewa tak menggubris nya dan ini lah balasan nya
karma nya langsung di bayar tunai !
"tapi kalau adek lu mau gue gimana?" tanya nya lagi
"hadeeh .. udah deh wa jangan aneh-aneh.." ucap bery sudah malas membahas nya
bery tak bisa membayangkan jika adek nya bersama dengan dewa sang cassanova, dia memang ganteng dan duitnya jangan di tanya tapi kelakuan nya bikin bery geleng kepala
"lu ngapa geleng-geleng ber?" tanya dewa heran karena bery tiba-tiba memggelengkan kepalanya
"gue gak bisa bayangin kalau adek gue sama kamu wa,, " ucap bery sambil tersenyum
"sialan.. pas lah gue sama lisa"
"duda dan janda" ucap dewa lalu tertawa
bery melempar bantal yang ada di kursi ke arah dewa
"lu ..jangan ngejek adek gue " sungut bery
__ADS_1
dewa hanya tertawa
🌹