Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
11


__ADS_3

pagi hari di tempat baru membuat lisa semangat dan mencoba mengawali hari nya


lisa membuka balkon kamarnya dan ternyata langsung melihat rumah mewah didepan nya


lisa lalu turun dan menyapa orang rumah


"pagi ayah,bu,mas" sapa lisa lalu duduk untuk sarapan


"makan dek" ucap pak beno


akhirnya sarapan di mulai dan tidak ada yang berbicara


setelah sarapan ada suara orang memanggil lalu suara itu begitu dekat


"ber..." ucap laki-laki seusia bery


"hei tumben ada di rumah ?" tanya bery ke laki-laki itu


"pusing ah mikirin kerjaan mulu .." jawabnya


"laah gue pusing mikirin nyari kerjaan" ucap bery lalu mereka duduk si sofa ruang keluarga


lisa memperhatikan laki-laki itu


laki-laki berkulit tidak terlalu hitam dan tidak terlalu putih tapi ganteng


"siapa ber?" tanya nya ke lisa waktu lisa melewati ruangan itu


"adek gue" jawab bery singkat


"oh.. yang janda itu ya" ucap nya lagi dan lisa mendengar kata-kata itu


"sebegitu hina kah seorang janda sampai jadi bahan gunjingan" ucap lisa dalam hati


jujur lisa memilih main ke rumah bery karena di kampung nya lisa selalu banyak ngomongin karena status sekarang janda cantik


bahkan banyak pula laki-laki dari perjaka sampai duda yang datang mencoba melamar lisa tapi tak ada satupun yang lisa gubris


"jangan ngomong gitu lah wa ..dia begitu karena gue" ucap bery ke temannya


"oh sorry-sorry" ucapnya lagi


lisa akhirnya masuk kamar dan duduk di atas balkon


sekilas dia melihat sesosok laki-laki dari balik jendela kamar rumah mewah itu


laki-laki dengan perawakan tinggi itu mengingat kan lisa pada pras


ah lisa sudah tidak mau bersedih lagi


bahkan dia bersumpah tidak akan mengeluarkan air matanya untuk hal-hal yang tidak penting


air mata lisa mungkin sudah habis ketika kepergian pras dan dean


seketika laki-laki itu membuka pintu balkon dan waaah membuat lisa terpanah


"astaga ganteng banget tuh cowok..eh astaghfirullah gue kok genit gini ya inget lu janda lisa jangan gatel deh" lisa merutuk kata hati nya sendiri


cowok itu keluar ke balkon dan melihat lisa dan


lisa buru-buru masuk dan menutup pintu balkon


"siapa cewe tadi ya?" gumam cowok itu


"tanya mamih deh" lalu dia bergegas turun


sampai di bawah dia melihat kakaknya dan mamih nya sedang duduk di sofa ruang tivi

__ADS_1


"mih..ada cewek di kamar mbak berlin tuh siapa ya? kok kaya bukan mbak berlin?" tanya nya ke mamih nya


"itu ..orang yang suami dan anaknya ditabrak bery" jawab sang kakak


"mas dewa tahu darimana ?" tanya nya lagi


"tadi ke rumah bery dan bery bilang kalo cewek tadi udah di anggep adiknya" jawab dewa


"kenapa kris? lu naksir ? jendess loh..hahaha" ucapnya kemudian


"husst..gak boleh gitu dewa" tegur sang mamih ke anak sulung nya


"iya iya mih" jawab nya


"mih aku mau nikah aja boleh?" tanya dewa ke mamih nya


"nikah sama siapa ?" tanya balik mamih nya


"sama aini mih" jawabnya


"kamu beda agama dewa ,lalu siapa yang akan mengalah ?" tanya sang mamih langsung menatap dewa


"emang gak boleh ya mih kalo dewa pindah agama?" tanya ke sang mamih


"boleh kalau kamu sudah yakin ..inget agama itu jangan buat mainan" tegur sang mamih lagi


"iyaaa " jawabnya


Krisna sedari tadi diam dan terus memikirkan cewek tadi kasihan sekali nasibnya


padahal dia masih muda


lalu beranjak dari duduknya dan akan kembali ke atas


"ke bawah cuma nanya itu doang kris?"


"kepo amat" ledek sang kakak


dia sangat lah berbanding terbalik dengan sang kakak,


jika sang kakak Playboy maka dia setia


jika sang kakak ceplas-ceplos dia sangat berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap


dia lalu membuka lagi kamar balkon nya dan berdiri menatap kamar sang cewek tadi rasanya penasaran


padahal sebelum nya dia tidak pernah penasaran kepada siapapun


tapi ini ? bahkan kata kakaknya pun jendes tapi dia begitu penasaran


beberapa hari kemudian


"bruk"


"aduh" ucap lisa yang merasa terpental karena tertabrak orang di depan nya


"maaf mbak maaf" ucap cowok yang menabraknya


lisa lalu berjalan tak menghiraukan ucapan cowok tadi


"cuek sekali " ucap krisna dalam hati


cowok yang menabrak lisa tadi krisna


krisna mencari pak beno karena ada sesuatu hal yang ingin ia sampaikan


tapi malah menabrak lisa

__ADS_1


sejujurnya dia ingin sekali kenalan hanya saja dia malu


karena sebelumnya dia tak pernah mengajak kenalan duluan tapi banyakan cewek yang mengajak kenalan dia


"gilaa..gue makin penasaran" ucap krisna dalam hatinya ingin sekali nyamperin cewek tadi


"om .." sapa krisna kepada pak beno


"eh kris masuk " ucap pak beno


"tadi siapa ya om?" hanya basa-basi agar tahu namanya ini modus krisna


"yang mana ?" pak beno pura-pura tak tahu


"cewek tadi om yang baru keluar"


"oh itu Lisa anak saya sekarang"


"umur berapa dia om?"


"ngapain nanyain umur kris?"


"eh ..gak kok om kayaknya kita seumur an " krisna kikuk sendiri ketahuan ingin tahu tentang lisa


"gak ..tua an dia 2 tahun kayaknya" ucap pak beno


lalu mereka mengobrol dengan apa yang krisna ingin sampaikan


setelah pulang dari rumah pak beno


Krisna masuk kamar dan dia bolak balik seperti setrikaan


kenapa dia berbunga-bunga begini padahal baru cuma tahu namanya dan umurnya saja


"padahal dia biasa aja ,temen kampus pun bahkan bayak yang lebih dari dia kenapa dengan gue arrrgghh !"


"lisa lisa lisa"


"kasihan sekali nasibmu lis.. semoga kamu mendapatkan suami baru seperti aku"


"eh apa-apa an nih mulut " krisna lalu menepuk-nepuk bibir nya sendiri


beda dengan krisna lisa malah lebih cuek bahkan dia berjanji tidak akan membuka hati lagi


"dek ..kamu sudah siap-siap buat besok?" tanya bu mala masuk ke kamar lisa


"sudah bu..tadi juga aku telepon mamah agar ketemu aja di kota P " jawab lisa


"kamu jaga diri baik-baik ya sayang, jangan terbawa pergaulan,inget kamu menuntut ilmu biar jadi orang sukses..biar dean dan pras bangga melihat kamu disini sudah bisa sukses " ucap bu mala sambil menasehati anak angkat nya


"iya bu " jawab lisa


"sudah sekarang istirahat ya"


"oke"


setelah bu mala keluar lisa langsung merebahkan badannya di kasur


dia akan menempuh pendidikan


dia akan menggapai cita-cita yang tertunda


dia harus bisa bangkit dan membuktikan bahwa status bukan masalah untuk seseorang bangkit


dan dia juga akan buktikan bahwa perempuan itu bisa mempunyai power jika terus berusaha


"aakhh semangat" teriak lisa

__ADS_1


lalu dia membuka pintu balkon dan jeng..jeng..jeng


"waaw..." ucap lisa sambil menutup mulutnya


__ADS_2