
pagi hari di tempat baru membuat lisa semangat dan mencoba mengawali hari nya
lisa membuka balkon kamarnya dan ternyata langsung melihat rumah mewah didepan nya
lisa lalu turun dan menyapa orang rumah
"pagi ayah,bu,mas" sapa lisa lalu duduk untuk sarapan
"makan dek" ucap pak beno
akhirnya sarapan di mulai dan tidak ada yang berbicara
setelah sarapan ada suara orang memanggil lalu suara itu begitu dekat
"ber..." ucap laki-laki seusia bery
"hei tumben ada di rumah ?" tanya bery ke laki-laki itu
"pusing ah mikirin kerjaan mulu .." jawabnya
"laah gue pusing mikirin nyari kerjaan" ucap bery lalu mereka duduk si sofa ruang keluarga
lisa memperhatikan laki-laki itu
laki-laki berkulit tidak terlalu hitam dan tidak terlalu putih tapi ganteng
"siapa ber?" tanya nya ke lisa waktu lisa melewati ruangan itu
"adek gue" jawab bery singkat
"oh.. yang janda itu ya" ucap nya lagi dan lisa mendengar kata-kata itu
"sebegitu hina kah seorang janda sampai jadi bahan gunjingan" ucap lisa dalam hati
jujur lisa memilih main ke rumah bery karena di kampung nya lisa selalu banyak ngomongin karena status sekarang janda cantik
bahkan banyak pula laki-laki dari perjaka sampai duda yang datang mencoba melamar lisa tapi tak ada satupun yang lisa gubris
"jangan ngomong gitu lah wa ..dia begitu karena gue" ucap bery ke temannya
"oh sorry-sorry" ucapnya lagi
lisa akhirnya masuk kamar dan duduk di atas balkon
sekilas dia melihat sesosok laki-laki dari balik jendela kamar rumah mewah itu
laki-laki dengan perawakan tinggi itu mengingat kan lisa pada pras
ah lisa sudah tidak mau bersedih lagi
bahkan dia bersumpah tidak akan mengeluarkan air matanya untuk hal-hal yang tidak penting
air mata lisa mungkin sudah habis ketika kepergian pras dan dean
seketika laki-laki itu membuka pintu balkon dan waaah membuat lisa terpanah
"astaga ganteng banget tuh cowok..eh astaghfirullah gue kok genit gini ya inget lu janda lisa jangan gatel deh" lisa merutuk kata hati nya sendiri
cowok itu keluar ke balkon dan melihat lisa dan
lisa buru-buru masuk dan menutup pintu balkon
"siapa cewe tadi ya?" gumam cowok itu
"tanya mamih deh" lalu dia bergegas turun
sampai di bawah dia melihat kakaknya dan mamih nya sedang duduk di sofa ruang tivi
__ADS_1
"mih..ada cewek di kamar mbak berlin tuh siapa ya? kok kaya bukan mbak berlin?" tanya nya ke mamih nya
"itu ..orang yang suami dan anaknya ditabrak bery" jawab sang kakak
"mas dewa tahu darimana ?" tanya nya lagi
"tadi ke rumah bery dan bery bilang kalo cewek tadi udah di anggep adiknya" jawab dewa
"kenapa kris? lu naksir ? jendess loh..hahaha" ucapnya kemudian
"husst..gak boleh gitu dewa" tegur sang mamih ke anak sulung nya
"iya iya mih" jawab nya
"mih aku mau nikah aja boleh?" tanya dewa ke mamih nya
"nikah sama siapa ?" tanya balik mamih nya
"sama aini mih" jawabnya
"kamu beda agama dewa ,lalu siapa yang akan mengalah ?" tanya sang mamih langsung menatap dewa
"emang gak boleh ya mih kalo dewa pindah agama?" tanya ke sang mamih
"boleh kalau kamu sudah yakin ..inget agama itu jangan buat mainan" tegur sang mamih lagi
"iyaaa " jawabnya
Krisna sedari tadi diam dan terus memikirkan cewek tadi kasihan sekali nasibnya
padahal dia masih muda
lalu beranjak dari duduknya dan akan kembali ke atas
"ke bawah cuma nanya itu doang kris?"
"kepo amat" ledek sang kakak
dia sangat lah berbanding terbalik dengan sang kakak,
jika sang kakak Playboy maka dia setia
jika sang kakak ceplas-ceplos dia sangat berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap
dia lalu membuka lagi kamar balkon nya dan berdiri menatap kamar sang cewek tadi rasanya penasaran
padahal sebelum nya dia tidak pernah penasaran kepada siapapun
tapi ini ? bahkan kata kakaknya pun jendes tapi dia begitu penasaran
beberapa hari kemudian
"bruk"
"aduh" ucap lisa yang merasa terpental karena tertabrak orang di depan nya
"maaf mbak maaf" ucap cowok yang menabraknya
lisa lalu berjalan tak menghiraukan ucapan cowok tadi
"cuek sekali " ucap krisna dalam hati
cowok yang menabrak lisa tadi krisna
krisna mencari pak beno karena ada sesuatu hal yang ingin ia sampaikan
tapi malah menabrak lisa
__ADS_1
sejujurnya dia ingin sekali kenalan hanya saja dia malu
karena sebelumnya dia tak pernah mengajak kenalan duluan tapi banyakan cewek yang mengajak kenalan dia
"gilaa..gue makin penasaran" ucap krisna dalam hatinya ingin sekali nyamperin cewek tadi
"om .." sapa krisna kepada pak beno
"eh kris masuk " ucap pak beno
"tadi siapa ya om?" hanya basa-basi agar tahu namanya ini modus krisna
"yang mana ?" pak beno pura-pura tak tahu
"cewek tadi om yang baru keluar"
"oh itu Lisa anak saya sekarang"
"umur berapa dia om?"
"ngapain nanyain umur kris?"
"eh ..gak kok om kayaknya kita seumur an " krisna kikuk sendiri ketahuan ingin tahu tentang lisa
"gak ..tua an dia 2 tahun kayaknya" ucap pak beno
lalu mereka mengobrol dengan apa yang krisna ingin sampaikan
setelah pulang dari rumah pak beno
Krisna masuk kamar dan dia bolak balik seperti setrikaan
kenapa dia berbunga-bunga begini padahal baru cuma tahu namanya dan umurnya saja
"padahal dia biasa aja ,temen kampus pun bahkan bayak yang lebih dari dia kenapa dengan gue arrrgghh !"
"lisa lisa lisa"
"kasihan sekali nasibmu lis.. semoga kamu mendapatkan suami baru seperti aku"
"eh apa-apa an nih mulut " krisna lalu menepuk-nepuk bibir nya sendiri
beda dengan krisna lisa malah lebih cuek bahkan dia berjanji tidak akan membuka hati lagi
"dek ..kamu sudah siap-siap buat besok?" tanya bu mala masuk ke kamar lisa
"sudah bu..tadi juga aku telepon mamah agar ketemu aja di kota P " jawab lisa
"kamu jaga diri baik-baik ya sayang, jangan terbawa pergaulan,inget kamu menuntut ilmu biar jadi orang sukses..biar dean dan pras bangga melihat kamu disini sudah bisa sukses " ucap bu mala sambil menasehati anak angkat nya
"iya bu " jawab lisa
"sudah sekarang istirahat ya"
"oke"
setelah bu mala keluar lisa langsung merebahkan badannya di kasur
dia akan menempuh pendidikan
dia akan menggapai cita-cita yang tertunda
dia harus bisa bangkit dan membuktikan bahwa status bukan masalah untuk seseorang bangkit
dan dia juga akan buktikan bahwa perempuan itu bisa mempunyai power jika terus berusaha
"aakhh semangat" teriak lisa
__ADS_1
lalu dia membuka pintu balkon dan jeng..jeng..jeng
"waaw..." ucap lisa sambil menutup mulutnya