Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
29


__ADS_3

"Maksud kamu gimana hand?" tanya Bram


"Kan tadi sore aku tanya mau di bantu gak siap-siap pindahan nya? terus dia jawab gak usah kalau mau pindah duluan aja dia masih betah disini" jawab handa


"Iya pasti ada kaitannya dengan nathan sayang"


"Terus ya mas sifa akhir-akhir ini kayak ngehindar gitu sama Lisa,aku juga gak tau kenapa?" ucap handa sambil memainkan kukunya


"Yasudah jangan pikirin yang,ayo tidur" ajak Bram ke handa agar istri nya tak lagi berfikiran macam-macam.


Kebetulan hari ini Sabtu jadi Lisa masih guling-guling di kasur jam segini,dia hari ini malas sekali bangun.


"Waduh handa kan mau pindah ya sekarang" pekik Lisa langsung duduk diatas kasurnya teringat janji nya kepada handa yang akan membantu pindahan.


Lisa bergegas ke kamar mandi dan langsung bersiap.


Dengan memakai celana jeans hitam dan kaos putih,memakai sendal jepit dan rambut yang di kucir kuda membuat lisa terlihat lebih muda dari umur nya.


Lisa keluar kamar dan ternyata barang-barang handa sudah naik di mobil pickup,Lisa bergegas ke kamar kost handa


"Gue kira Lo masih molor jubedah" ucap handa yang hendak keluar kost an


"Tadinya sih mau molor cuma inget janji Ama lu jadi terpaksa bangun padahal masih pengen bobok cantik" ucap lisa sambil menyenderkan kepala nya di bahu handa


"Lo tega kalau sampai kagak bantuin gue jubedah" ucap handa


Lisa hanya terkekeh mendengar ucapan handa.


"Ayo .." ajak Bram


"Lis gak usah bawa motor bareng gue Ama handa aja" lanjut Bram


"Oke siap Ndan" jawab lisa sambil hormat kepada Bram


25 menit akhirnya mereka sampai di rumah mereka,hanya saja Lisa belum menempati nya.


Disana sudah terlihat sifa dan aldo menunggu di depan gerbang rumah handa.


"Hei.." sapa sifa kikuk kepada handa dan lisa


"Heeii.. Ayo pada bantuin khusus sifa gak usah bantu karena lagi Hamidun cukup jubedah aja" ucap handa sambil melirik ke lisa


Lisa memutar bola matanya malas.


Hari semakin siang dan semua sudah beres karena handa banyak membeli furniture baru dan sudah di pasang beberapa hari lalu.


"Lis..." ucap sifa pelan lalu melirik ke arah Aldo dan aldo hanya mengangguk


"Ya sip" jawab lisa menengok ke arah Sifa


"E..eh gue..gue " ucap sifa terbata dan aldo langsung mengelus punggung tangan istrinya

__ADS_1


"Sip..gue gak papa,gue gak nyalahin Lo,gak usah ngerasa gak enak gitu ya " ucap lisa langsung tahu kearah mana yang akan di bahas sifa


"Lis..hu..hu" sifa beranjak dari duduknya dan langsung memeluk lisa.


Handa dan Bram saling melirik,sepasang suami istri itu heran dengan keadaan yang mereka tak paham masalahnya.


"Kenapa?" ucap handa ke Aldo tanpa suara hanya gerakan bibir


Aldo menjawab dengan jari telunjuk yang ditaruh di depan bibirnya.


"Udah sip udah kasian ah bayi nya nanti ikut sedih" ucap lisa sambil mengelus punggung sifa


"Tapi gue ngerasa bersalah banget sama Lo Lisa " ucap sifa di sela tangisan nya.


Setelah sifa tenang dan berhenti menangis,suasana menjadi hening.


"Sorry ya lis" ucap sifa yang terus menerus meminta maaf


"Husst.. Udah lah sip gue udah maafin Lo kok" jawab lisa sambil mengelus tangan sifa


"Makasih ya lis" ucap sifa lagi-lagi air matanya jatuh


"Gue gak mau maafin Lo kalau Lo masih nangis" jawab lisa tegas


"Iya-iya gue berhenti nangis" ucap sifa sambil menghapus air matanya


Handa dan Bram hanya diam dan tak menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Lo berdua pasti bingung ya" ucap sifa ke arah handa dan Bram


"Lo gak cerita lis?" tanya sifa ke lisa


Lisa menggeleng kan kepala nya


"Jadi di cerita in gak ?" tanya sifa lagi


"Ceritakan lah pada handa dan Bram mereka harus tahu apa yang sebenarnya terjadi" jawab lisa


Sifa akhirnya menceritakan semua nya kepada handa dan Bram dan lisa pun sebenarnya baru tahu kalau ternyata kejadian nya seperti itu.


Lisa hanya tahu garis besarnya saja dari istri Nathan.


Terjawab sudah pertanyaan-pertanyaan yang ada di otak Bram dan handa.


"Jadi mereka nikah siri?" tanya handa


"Iya , sebenarnya Nathan gak mau cuma karena ada bayi yang harus di pertanggung jawabkan jadi ya hanya nikah siri aja dulu" jelas sifa


Lisa hanya diam dan tak berkomentar apa-apa,sungguh ia menyayangkan perbuatan Nathan dan ia tak menyangka Nathan tak menginginkan bayi yang tak berdosa itu.


"Lis are you oke?" tanya handa ke lisa yang sedari tadi diam

__ADS_1


"Eh apa hand ? kenapa?" ia tak mendengar tadi ucapan handa


"Lis sorry ya" ucap sifa pelan


"Ih udah berapa kali sih sip gue gak papa bener,mungkin gue bukan jodoh Nathan dan siapa tau jodoh gue cowok tajir melintir ha.ha." jawab lisa sambil tertawa mencairkan suasana


"Amiin " ucap mereka serempak


"Gue Aminin lis .. Tapi lu jangan lupa ya sama gue entar" ucap Aldo


"Oke oke" jawab lisa sambil mengacungkan jempol nya


Suasana sudah mencair dan mereka seperti sedia kala,rumah handa pun sudah rapi.


"Lo kapan lis pindah kesini?" tanya sifa setelah mendudukkan bokongnya di karpet bulu di ruang tivi


"Gak tau sip,entar lah gue kabarin orang tua gue dulu" jawab lisa


"Lo pasti males ya pindah kesini karena Deket sama rumah si sableng Nathan" ucap sifa sambil memijit kaki nya


"Gak bukan itu sip,gue mah udah biasa aja serius gue udah lupain malah anggap aja gak pernah kejadian apa-apa,biar jalanin kehidupan masing-masing aja" jawab lisa lalu mengambil kaki sifa dan di taruh ke paha nya lalu memijat nya.


"Ih gak usah lis gue capek dikit doang " sifa langsung akan menarik kaki nya tapi di tahan Lisa.


"Udah gak papa,gue pernah hamil jadi tau rasanya" jawab lisa sambil terus memijit


"Yuhuuu... mie ayam datang" ucap handa dari depan setelah mengambil pesanan mie ayam yang di pesan sebuah aplikasi ojol


"Yeyy" teriak sifa dan lisa seperti bocah


"Nih punya jubedah dan ini punya Lo sip" ucap handa sambil memilah bungkusan mie ayam


"Hand kok Lo jadi manggil gue jubedah terus sih" protes Lisa ke handa karena ia selalu dipanggil dengan nama jubedah


"Eh iya yah.. tapi gue udah refleks say tapi jubedah juga bagus" jawab handa sambil terkikik


"Serah Lo dah ah" ucap lisa lalu membuka bungkusan di depan nya


Mereka makan dengan semangat dan terus berbagi cerita apalagi di tambah Bram yang selalu melawak.


Tak lama selesai semua makan pintu rumah handa di ketok


tok..tok..


"Ada tamu tuh hand?" ucap lisa


"Siapa ya?" tanya handa


"Pak RT kali " jawab sifa


Mereka mager berdiri karena efek kekenyangan.

__ADS_1


Mau tak mau handa berdiri dan melangkah ke depan untuk membuka siapa yang datang ke rumah baru nya itu .


krek..


__ADS_2