
pemandangan di depan lisa benar- benar membuat lisa melongo bagaimana tidak dia melihat krisna yang telanjang dada sambil menelvon di balkon
"waaduh.. " gumam lisa
akhirnya lisa buru-buru masuk lagi dan menutup pintu balkon
"ya Allah itu putih banget badannya ,gue cewek aja gak seputih itu,mana badannya aduh ,lisa kok otak mesum sekarang" rutuk lisa dalam hati nya
lisa turun ke lantai bawah dan menemui bery yang sedang menonton tivi
"mas..." ucap lisa sambil duduk di karpet bulu
"apa dek" jawab bery masih tiduran di sofa
"itu yang kemaren kesini temen mas?"
"iya namanya dewa.. mulutnya emang kadang pedas kalau ngomong ,,jangan di ambil hati ya kata-kata kemaren" ucap bery duduk di sofa
"ih santai aja kali mas. kalau yang kamarnya pas depan kamar mbak berlin siapa?" lisa keceplosan sendiri
"aduh gue kok kepo ya" ucap lisa dalam hatinya
"ooh itu krisna adiknya dewa"
lisa hanya membulatkan mulutnya
"kayaknya dia mau pindah keluar negeri tadi nya dia kuliah di kampus yang mau adek masuk " ucap bery
"oh ya? mas bapaknya jadi menteri atau jadi apa kelihatan kaya banget?"
"bukan .. bapaknya pengusaha,,kan dewa nya juga kuliah tapi sambil bantuin kerjaan bapaknya" papar bery
"ooh.. crazy rich gitu mas?" tanya lisa sambil melongo
"iyaa begitulah dek .. "
"kalau aku crazy nya aja rich nya mah kagak mas hehe" ucap lisa sambil tertawa
"jangan ngomong gitu siapa tahu kamu juga bisa " jawab bery sambil tersenyum ke lisa
"amiin.."
"udah istirahat .."
lisa mengangguk dan balik ke kamarnya
lisa gulang-guling di kasur nya terus memikirkan gimana kehidupan ke depan nya
"mas ridho'i aku dalam setiap langkah ku ya.."gumam lisa sambil membayangkan wajah pras dan dean
keesokan harinya bery sekeluarga pergi ke kota P untuk mengantar lisa
sekalian mencarikan kos-kos an khusus wanita dengan penjagaan yang ketat agar lisa nyaman dan tenang dalam beristirahat
orang tua lisa pun datang bersama adik nya
bapak dan ibu lisa sangat terharu melihat lisa akhirnya bisa kuliah dan mereka berharap kehidupan akan lebih baik kedepannya
semua keluarga pulang dan tinggal lah lisa di kamar kos
"huh .. ngekos lagi deh,, ini rasa perawan tapi ternyata janda" ucapnya sambil terkikik sendiri
"janda muda semakin di depan ah" lanjutnya lagi
lisa tidak akan membuka status dirinya kepada yang lain dan dia sekarang sudah tidak peduli lagi sama laki-laki lain bagi nya pras sudah cukup mengisi hatinya
__ADS_1
keluarga bery pun sudah sampai di rumah dan ketika hendak membuka pagar ternyata ada krisna di depan pagar rumahnya
"mas ber..habis darimana ?" sapa nya
"ini habis nganter adek " jawab bery sambil membuka pintu pagar
krisna melangkah mendekat ke arahnya
"pulang ke rumah nya lagi mas?" tanya nya lagi
"gak..dia kuliah di kota P bekas kampus mu " jawab bery
"ooh... " ucap krisna
"kenapa saat gue pindah malah dia kesitu sih.. duh" ucap krisna dalam hati
"ayo masuk kris" ajak bery mengajak krisna masuk
"enggak deh mas mau ke depan ini " jawabnya seraya pamit dan meninggalkan bery
beberapa bulan berlalu
lisa menjalani hari-harinya dengan sibuk kuliah dan dia sekarang sudah mempunyai beberapa teman
dan dia selalu menjaga jarak dari laki-laki yang mencoba mendekati
"lis .. lu kok gak mau sih sama aldo?" ucap sifa sambil meniup kuah bakso di kantin
setelah selesai jam kuliah mereka makan bakso dahulu dan baru pulang ke kos an
"enggak ah..gak minat" jawab lisa santai
"lu gak suka cowok apa gimana sih?"
"kalau gue jadi lu mah udah playgirl lis" ucap handa
sekarang lisa mempunyai teman yang sangat dekat yaitu sifa dan handa
mereka satu kos an tapi mereka berbeda jurusan tapi kebetulan jam selesai nya hampir sama
"hai... boleh duduk disini " ucap cowok dengan tubuh tinggi dan wajah yang manis
"boleh " jawab sifa
sebenarnya sifa menyukai aldo hanya saja aldo malah menyukai lisa
sifa memendam perasaan nya sendiri
lisa tetap dengan mode cuek nya dia terus memakan bakso tak menghiraukan obrolan teman di sekitar nya
setelah selesai mereka pulang ke kos an
drt..drt..drt
"halo yah" sapa lisa
"halo dek..gimana kabarmu " tanya pak beno di seberang sana
"baik yah .. ayah gimana ?" tanya lisa balik
"baik juga dek ..jaga kesehatan ya" ucap pak beno ke lisa
"siap yah.." jawab lisa
"kita video call ya yah" lanjut lisa
__ADS_1
akhirnya sambungan berganti menjadi video call
"loh ayah mau kemana ?" tanya lisa kepada ayah angkatnya karena melihatnya sangat rapih
"ayah mau ke nikahan dewa dek" jawab pak beno
"temen mas bery depan rumah yah"
"iya dek.. "
"yaudah ayah pergi dulu yah gampang nanti di sambung lagi" ucap pak beno menyudahi panggilan nya
"oke" jawab lisa menutup telepon nya
dewa menikahi pacarnya yang berbeda keyakinan
dewa berpindah keyakinan demi sang pujaan hati
orang tua dewa berharap dewa tidak main-main dengan keputusan dewa karena menurut nya keyakinan tidak untuk buat mainan
"eh mas ber" sapa krisna ke bery yang masuk ke gedung pesta
"hai kris.."sapa balik bery
mata krisna sibuk mencari seseorang sari keluarga bery
"cari siapa kris?" sapa bu mala
"eh enggak kok tan.."jawab krisna sambil menggaruk kepala nya
krisna bingung dengan perasaannya sendiri padahal dia sudah memiliki seorang pacar
tapi setiap mau tidur selalu ingat lisa bagaimana dingin wajah lisa ketika dia menabrak nya
krisna menepis semua perasaan nya karena dia pikir hanya sebuah rasa kasihan dan iba akan hidup lisa
di belahan kabupaten lain nya
"mas..sayang tau gak ,rumah kita belum di cat dan belum ada isinya" ucap susi ke suami nya
"ya mau gimana lagi dek .. mas udah gak punya uang" jawab suami nya bingung
susi terlanjur bikin cerita ke semua orang kampung kalau dia akan membangun rumah sekaligus langsung bagus dan berdiri kokoh
bahkan uang dari keluarga bery pun dia bagi dua dengan ibunya
tapi sekarang rumah baru setengah jadi dan dia pasti akan malu jika harus ngagrak seperti ini
"apa kita minta ke keluarga Edward lagi aja mas bilang aja ibu sakit butuh berobat" ide susi ke suaminya
"iya juga ya dek ,,pinter " ucap suaminya sambil mencolek hidung pesek susi
"tapi kalau gak dapet gimana mas? aku malu loh sama orang-orang kampung sini karena udah bilang rumah ku bakal jadi sekaligus" keluh susi
"ya sudah gampang.." jawab yoko
"kalau gak berhasil minta uang ibu aja ,,kan dia makan cuma sendiri masa uang segitu baru berapa bulan udah habis" celetuk yoko
"iya sih tapi gimana kalau ibu minta suruh balikin mas?"
"tenang.. mas. akan merantau ke Kalimantan " ucap yoko menenangkan susi
"oke kalau gitu coba aja dulu ke keluarga Edward kalau gak berhasil ke ibu" semangat susi
"istri pintar" ucap yoko
__ADS_1
selama ini yoko dan istrinya sangatlah sombong apalagi semenjak pras merantau ke kota B dia selalu berkoar akan membuat rumah dengan memanfaatkan pras
susi kerap kali iri dengan lisa karena muka lisa bersih dan kadang kalau lisa memakai cincin atau kalung pasti dia selalu beralasan tak punya uang ke pras ,dan jika pras bilang tak punya uang maka susi akan menyuruh pras menjual perhiasan istri pras