Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
03


__ADS_3

"mas .. gimana ini mas ?" bery seketika panik dan takut akan di laporkan ke pihak berwajib


"sabar ber.. tenang dulu kita urus ini dulu"


"kasian mbak lisa apalagi sekarang anaknya juga Kritis" jawab Edward memenangkan bery


"tapi mas jujur aku takut " ungkap bery terus terang dengan keadaan hatinya yang kalut


"udah tenang dulu" ucap Edward sambil terus mengelus punggung bery menenangkan adik iparnya itu


semua yang ada di ruangan itu terlihat tegang apalagi lisa yang sudah kehilangan suaminya dan sekarang di tambah anak nya kritis


"dokter..tolong anak saya dok" ucap lisa sambil terus menangis


"iya mbak " jawab dokter terus melakukan penanganan kepada dean kecil


"huufft" hanya ada suara helaan nafas dari semua para tenaga medis di ruangan itu


"yang sabar mbak .. semoga adek dan ayahnya tenang disana" ucap dokter ke lisa


duarr !!


lagi-lagi lisa mendapati kenyataan buruk


seketika tubuhnya limbung tak kuat menahan beban tubuhnya


brukk !!


"dokter coba sekali lagi periksa saya yakin anak saya masih tertolong dok dia cuma lebam di punggung dok" ucap lisa terguguh sambil menangis


"ya Tuhan kenapa kamu ambil semua orang yang berada di dekat ku..apa salah ku Tuhan? apa salah ku" ucap lisa lirih


sungguh menyayat hati semua orang di ruangan itu


bruk !!


akhirnya lisa pingsan


"mas..tolong jaga mbak ini dulu ya dia pingsan" ucap seorang dokter kepada bery dan Edward


"kenapa dok? ada apa ini?" tanya Edward ke dokter


"adek bayinya telah berpulang juga pak" ucap dokter sambil menunduk


"APAA?" ucap bery dan Edward bersamaan


"ya tuhan " ucap bery sambil menutup muka dengan kedua telapak tangan nya


"biar aku yang jaga mbak lisa mas.. aku mau minta maaf sama dia dan aku janji akan menemin dia " ucap bery melangkah pergi


Edward hanya mengangguk kan kepala nya


di pandangi wajah sembab dengan tubuh terkulai lemas diatas brankar


"Ya tuhan.. semua salah ku "


"apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua ini tuhan ? aku memisah kan perempuan ini dengan anak dan suami nya.." ucap bery dalam hati


tanpa terasa dia menangis


kring .kring..kring


suara handphone dari arah tas kecil lisa

__ADS_1


tertulis nama 'raka' di layar


bery menggeser tombol hijau


bukan dia bermaksud lancang hanya saja dia perlu memberitahu keadaan ini ke keluarga lisa


"halo mbak ..udah nyampe mana ?" suara anak remaja di seberang telepon sana


"halo mbak..halo" terdengar suara nya lagi


"halo.."akhirnya bery berucap


"loh ini siapa ? mas pras kah?" tanya seorang remaja di seberang sana


"halo maaf ini dengan keluarga lisa bukan ?" bery akhirnya langsung bertanya


"iya mas..saya adeknya mbak lisa" jawabnya


"dek bisa ke rumah sakit xxxx " ucap bery pelan


"loh kenapa mas ? mbak lisa kenapa?" tanya nya panik


"mbak lisa gak kenapa-napa dek udah suruh orang tua mu kesini ya kasih tahu pelan-pelan ya" ucap bery kemudian mengehela nafas


"iya mas tapi kemungkinan lama karena jaraknya jauh" jawab remaja itu


"maaf dek kalo dari keluarga suami mbak lisa namanya siapa ya maksudnya saudara dari mas pras?" tanya bery lagi


"kakaknya mas Pras namanya susi mas.." jawab nya


"oh ya sudah dek di tunggu ya" ucap bery meng akhiri telepon nya


di otak-atik handphone lisa akhirnya ketemu kontak dengan nama 'mbak susi similikiti' langsung bery catat nomornya


tut..tut..


"haloo" suara seorang wanita di seberang telepon bery


"ha..halo denga keluarga mas Prasetyo?" tanya bery pelan


"iya pak saya kakaknya" jawabnya


"bu.. bisa kah datang ke rumah sakit xxxx " ucap bery pelan


"hah kenapa di rumah sakit pak? kenapa adik saya?" tanya nya cepat


"ibu kesini saja dulu" ucap bery terus berpamitan menutup telepon


klek


pintu ruangan di buka dan ternyata mas Edward masuk


"ber.. mbak lisa belum sadar?" tanya mas Edward ke bery


bery menggeleng kan kepala nya


"tadi aku sudah mengabari keluarga lisa dan mas pras mas.." ucap bery pelan


"mereka sudah aku suruh kesini.. kemungkinan keluarga lisa agak lama karena jarak nya jauh" lanjut bery


"iya ber.. kita juga kasih tahu orang rumah ya" ucap Edward


"iya mas.."

__ADS_1


"mas..bisa kah kalo minta secara kekeluargaan aja untuk masalah ini?" tanya bery ke Edward berharap dia tidak masuk penjara karena dia masih duduk di bangku kuliah semester akhir


"nanti kita coba bicara dengan keluarga nya..semua keputusan ada di tangan mbak lisa ..semoga mbak lisa mau memaafkan kita " jawab mas Edward


"aku janji mas akan jaga dia sepenuh jiwa raga aku mas ..aku yang udah buat hidup dia kehilangan orang yang dia sayangi mas.. aku janji akan melakukan apapun untuk dia mas " ucap bery bersungguh-sungguh


"iya semoga saja mbak lisa mau berbesar hati"


Edward keluar dari ruangan tersebut dan menghubungi keluarga dan istri nya


tut..tut..


"halo mas.." ucap berlin di seberang telepon sana


"halo sayang bisa kah kamu dan ayah ibu kesini ke rumah sakit xxxx" ucap Edward langsung ke intinya


"ada apa mas?" tanya berlin


"sudah biar mas jelaskan disini.. kamu hati-hati ya sayang" ucap Edward


"ya sudah aku berangkat sekarang mas" jawab berlin lalu memutuskan sambungan telepon


Edward langsung ke ruang jenazah untuk sekalian mengurus jenazah mas pras dan dean


"mas..dia beragama muslim ya?" tanya seorang petugas pengurus jenazah


"iyah mas..di kartu tanda penduduk sih iya" jawab Edward


"baik lah kita lakukan secara agama nya ya mas" ucao petugas tadi


"iyaa" Edward diam dengan pikiran yang sudah entah mengembara kemana


setelah semua selesai


"hu..hu..hu.. Kenapa kamu tinggalin aku sendiri mas kenapa ?" tangis pilu lisa sungguh menyayat hati


bery tersentak saat mendapati lisa sadar


karena dia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri


"mbak ..maafin saya mbak maaf" ucap bery menangis di samping lisa


"aku sendiri sekarang mereka ninggalin aku sendiri" ucap lisa lirih


"aku janji akan selalu ada buat mbak,aku janji akan bertanggung jawab atas hidup mbak" ucap bery pelan


lisa diam tak bergeming dan ia kembali pingsan


bery langsung keluar mencari dokter


dan dokter bilang itu wajar karena dia tak kuat menahan beban di hati dan pikiran nya


"Tuhan .. apa yang sudah aku lakukan aku jahat sekali membunuh dua orang sekaligus" ucap bery dalam hati


brak..


"mana pras.. mana pras ?" ucap seorang ibu-ibu berumur sekitar 40 tahunan


"maaf ibu siapa ya? " tanya bery ke ibu itu


"saya ibu nya pras dan ini kakak kandung pras" terangnya kepada bery


huuft....

__ADS_1


"apa yang harus aku jelaskan "


__ADS_2