
"masih apa han ?" tanya lisa
"masih seger banget . badan kamu masih kaya perawan tahu masih kenceng kayak belum terjamah cowok" ucap handa
"hahaha..masaa? padahal gue udah pernah ngelahirin tau" jawab lisa sambil tertawa
"hah ?" kedua sahabatnya itu melotot
"lu jangan ngadi-ngadi lisa kalo bikin cerita"
"lah kagak,, ini beneran suwer "
"terus maksud lu?" tanya sifa bingung
"jadi waktu gue umur mau 20 tahunan gue nikah dan setelah nikah gue langsung hamil dan gue punya anak, tapi -" tiba-tiba lisa berhenti
"tapi apa lis ? laki lu selingkuh atau lu di kdrt ?" cerocos sifa
lisa menggeleng
"udah kalau itu buat lu gak nyaman udah jangan di lanjut" ucap handa sambil menggeser tubuhnya mendekati lisa
lisa menarik nafas dan melanjutkan ucapannya
"suami dan anak gue meninggal karena kecelakaan"
"APAAA ?" teriak sifa dan handa
setelah tersadar dari keterkejutan nya sifa dan handa langsung memeluk lisa
"yang sabar ya, percaya rencana Tuhan lebih indah setelah ini" bisik sifa ke telinga lisa
"iih... apaan sih pada nangis jadi gue ikutan nangis kan?" ucap lisa menghapus air mata nya
"gue janji akan ada terus buat lu lis..lu udah gue anggep kakak gue " ucap handa sambil terus memeluk lisa
"iyaa gue juga lis" sifa ikutan peluk handa dan lisa
"engap gila.. minggir pada napa"
"ihh elu mah kaga tau lagi melow gini"
"kagak..gue udah janji sama diri gue jangan keluar in air mata gue lagi"
"lu tahu siapa yang nabrak suami dan anak gue?" lanjut lisa memandang kedua sahabatnya
mereka berdua menggeleng
"mas bery dan mas Edward" terang lisa
"hah kok bisa? bukannya mereka orang tua angkat lu?" tanya sifa
"yups.. mereka angkat gue jadi anak setelah kejadian itu karena gue dan keluarga gue berbesar hati menyelesaikan secara kekeluargaan dan mereka tanggung jawab kok gak kabur makanya menurut gue dan keluarga gue gak usah terlalu memperpanjang toh kejadian ini juga secara gak sengaja karena rem mobil tiba-tiba blong" papar lisa
"aaah baik sekali hati kamu..cinta deh jadinya" ucap sifa sambil memonyongkan bibir nya ke arah lisa
"jijik sif..gue masih normal" jawab bisa
"ihhh"
"hahahahah"
suara tawa menggelegar
"habis sedih-sedih jadi pengen seblak" celetuk lisa
"halah emang lu mah pikiran nya makanan aja" jawab sifa
lisa lega akhirnya bisa menceritakan tentang hidup nya
"lis..gue pengen ngaku nih" tiba-tiba sifa berceloteh
"ngaku apa lu? lu ambil BH gue ya" tuduh lisa
__ADS_1
"idih kagak lis.." jawab sifa
"terus apaan? lu ambil celana da*** gue jangan-jangan" timpal handa
"dih gila semua lu ya.. dengerin"
"lis .. sorry ya gue sebenernya suka sama aldo" ucap sifa pelan
lisa dan handa diam dan terus menikmati seblak mereka masing-masing
"ihh kok gak ada yang nyaut padahal gue curhat loh" keluh sifa lagi
"iye..iye gue tahu kok lu suka ama aldo kelihatan" jawab lisa singkat
"lu ..gak suka kan lis sama aldo?"
"kagak ..ambil noh"
"bantuin gue ya"
"siip" jawab lisa dan handa serentak
mereka melewati hari-hari dengan riang gembira
mereka bertiga selalu terbuka dalam masalah apapun
sore hari setelah pulang dari kampus lisa merebahkan tubuhnya di atas kasur
ia membuka sosial media nya dan mengupload sebuah foto dirinya yang tengah duduk di sebuah tempat wisata dengan pemandangan yang masih asri dengan caption 'ridho'i selalu langkah ku '
lalu tak lama ada sebuah direct message masuk
k.yuan.a
💌'
amiin semoga bahagia selalu '
penasaran dengan nama itu akhirnya lisa mencoba membuka profil nya dan
'bentar-bentar ini kan tetangga depan rumah ayah..kok bisa tahu ini aku atau jangan-jangan dia gak tahu aku tapi cuma random aja balesnya' gumam lisa
karena penasaran
lalu lisa mengscroll kebawah
untung nya akun k.yuan.a tidak di private jadi bisa langsung terbuka
dan lisa hanya melongo melihat nya
'ini pasti pacarnya cantik sekali ' gumam lisa pada sebuah tag foto laki-laki dan perempuan sedang duduk dinner dengan menggunakan stelan yang sangat keren
dan tak lama
ting !!
sebuah pesan masuk lagi dari direct message
k.yuan.a
💌
'cuma read doang 😔'
"ihh apaan sih " ucap lisa lirih lalu keluar dan menutup aplikasi di handphone nya
sedangkan seseorang di belahan dunia lain sedang mondar-mandir menunggu balasan pesan yang baru saja ia kirim
'masa iya cuma di read dong'
'apa dia gak tau ya kalo itu gue'
'tapi kan ada foto gue' dia terus bergumam
__ADS_1
'eh kenapa gue jadi galau gini kan gue kasihan sama dia bukan suka .. sadar kris sadar' batin nya sambil tangan nya mengetok-ngetok ujung meja
disaat sedang larut dalam pemikiran nya sendiri tiba-tiba handphone nya berdering,ia tersadar dan kaget
ternyata ada pesan dari mamih nya
mamih
💌 nak.. kenapa kamu cuek sama selly? kamu jangan keterlaluan krisna sama selly..kasihan dia, katanya kamu sekarang dingin ke dia sikapnya
'ngaduan' batinya
selly dan krisna pacaran dari masih sama-sama duduk di bangku SMA
orang tua kedua pun tahu akan hubungan keduanya
awalnya krisna begitu mencintai selly entah sekarang dia malah muak dengan sikap nya setelah tahu kelakuan selly disini,dia terlalu bebas kehidupan nya
bahkan sekarang mulai sangat agresif ke dirinya
kalau dia lemah iman pasti sudah terjadi hal-hal di luar nalar ketika bersama selly
bahkan sekarang dia mencoba menjauhi
satu yang ia rasakan sekarang "menyesal" pindah ke sini
'harusnya gue gak usah pindah ,kalau gak pindah pasti gue sekampus sama lisa' batinnya
ia mencoba belajar dengan rajin agar lulus tepat waktu dan cepat kembali ke tanah air dan pulang membawa prestasi,itu saja yang sekarang ada pikirannya.
tiba-tiba ia mencoba menghubungi papih nya
"halo pih.." sapa krisna
"iya kris ..kenapa nak? kamu sehat kan?" tanya papih di seberang sana
"*baik pih.. papih lagi ngapain?"
"papih lagi main catur nih sama om beno"
"ooh.. ya sudah pih krisna cuma pengen denger suara papih aja"
"tumben.. eh kris..kalau kamu gak pindah ke luar negeri mungkin sekarang kamu satu kampus sama lisa anak nya om beno" ujar papihnya*
tiba-tiba sudut bibir krisna tertarik untuk tersenyum
"*iyakah pih?"
"iya ..lisa anak nya baik dan mandiri banget kris tadinya kalau kamu masih kuliah disini papih sama om beno nitip dia ke kamu tapi kamu nya malah pindah jadi ya sudah"
"hehe iya ya pih"
"ya sudah kamu belajar yang rajin ya,jaga kesehatan jangan telat makan"
"iya siap pih*"
setelah sambungan telepon terputus
krisna langsung mengacak-acak rambutnya
"ah.. kenapa gue pindah kesini sih.. bodoh..bodoh.." ucapnya
"dia semakin cantik sekarang ,makin berseri muka nya,ah kenapa gue makin nyesel sih" batinnya
"kalau gue ajakin kenalan dan minta nomer handphone nya boleh gak ya?"
"tapi kalau dia gak mau kan gue tengsin"
"aduuh"
"kok gue kayak orang gila ya ngomong sendiri"
lalu ia tersenyum menyadari kekonyolan nya
__ADS_1