Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
02


__ADS_3

flashback masih on


"disini harusnya tenang malah bikin ruwet pikiran " gerutu pras sambil melangkah ke dapur


"ruwet kenapa pras?" tanya ibu nya yang sedang memasak


"gak papa buk" pras memasuki kamar mandi di sebelah dapur


"harusnya kamu tuh nyari istri yang biasa aja pras jangan yang terlalu cantik dan keadaan orang tua nya diatas kita,lihatkan anak mu sama ibu dan mbak mu aja gak mau kata anak mu rumah kita jelek siapa lagi kalo bukan mamah nya yang ngajarin ngomong begitu" oceh ibu Pras sambil memasak


pras jelas mendengar ocehan ibu nya terhadap istri nya tapi ia enggan menjawab dan malah cepat-cepat menyelesaikan mandi nya


"udahlah bu kan semuanya udah terjadi dan sekarang aku udah punya anak juga,jangan ibu bahas hal yang gak ada gunanya"ucap pras setelah keluar dari kamar mandi


"dibilangin orang tua kok ngeyel" gerutu ibu pras


klek


pintu kamar terbuka melihatkan lisa dan anak nya yang sedang bermain


"lis,ayo pulang sekarang aja" ajak pras ke lisa


"loh kenapa mas ? katamu tadi gak mau kamu suruh aku sabar aja disini dulu" jawab lisa acuh karena kesal omongan pras tadi pagi


"udah beres-beres ayo" ajaknya sambil mengambil tas nya


sambil membereskan barang-barang nya lisa memperhatikan raut wajah suaminya seperti sedang menahan kesal tapi sama siapa?


apakah sama dirinya gara-gara tadi pagi?


ah sudahlah lisa tak mempedulikan itu.


"mas besok-besok pulang kesini naik bus aja ya kasian dean kena angin " ucap lisa sambil memasukan baju ke tas


"iya lis tapi kan kalo naik motor lebih hemat.. semoga saja tahun depan ada rezeki biar bisa naik bus" jawab pras


setelah semua beres


pras dan lisa keluar dari kamar dan membawa tas ke arah teras dan motor nya


"loh pras mau kemana?" tanya ibu pras


"mau pulang buk..kasian dean disini kayak nya gak betah,susah makan dan rewel mulu" jawab pras sambil menata barang di motor


"paling istrinya kali yang ngajakin pulang gara-gara gak betah disini " celetuk mbak susi keluar


lisa hanya berdiri dan diam tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya


"udah lah mbak,buk aku sama lisa pamit ya" pras berjalan ke arah ibu dan kakak nya


"iya besok-besok kalo pulang sendiri aja gak usah bawa yang sok jadi ratu gitu jadi ribet" ucap mbak susi


"astaghfirullah" ucap lisa dalam hatinya


"buk,mbak pamit ya" ucap lisa ke mertua dan kakak iparnya


"ayo dedek pamit sama mbah dan bude "seru lisa ke anaknya


tapi dean malah melengos membuang muka nya dan itu membuat mertua dan kakak ipar lisa geram

__ADS_1


"coba lah lis ajarin anak kamu sopan santun kepada kita,kita ini keluarga nya juga" ucap ibu pras


"iya buk" jawab lisa sambil menunduk


"jangan di ajarin sombong kaya kamu" lagi-lagi ucapan kakak iparnya membuat dada lisa bergemuruh


"kalo bukan ibu dan kakak kandung nya mas pras udah tak cabein itu mulutnya..kok gampang banget ngeluarin kata-kata pedas."ucap lisa dalam hati


"pamit buk .. assalamualaikum" ucap lisa setelah motor siap berangkat


flashback off


setelah lama diam akhirnya lisa menggeleng kan kepala nya


"kenapa mbak?" tanya bery ke lisa


"aku bukan asli sini mas,yang asli sini suami saya" akhirnya lisa berbicara


"yaudah mbak di hubungi aja dulu keluarga suami mbak biar tau keadaan nya" ucap bery sambil memandang iba ke lisa


lagi-lagi lisa menggeleng kan kepalanya


dia tidak sanggup kalau sampai keluarga suami nya tahu akan hal ini entah sumpah apa lagi yang keluar dari mulut keluarga suami nya itu


tapi bagaimana pun juga dia butuh keluarga


"mbak ..mbak lisa gapapa kan?" bery medekat ke lisa


"kasian sekali dia seperti tertekan begitu apa gara-gara keadaan suaminya kritis jadi dia seperti itulah tapi kenapa dia tidak mau menghubungi keluarga suaminya"ucap bery dalam hati


hanya helaan nafas panjang yang keluar dari mulut lisa


"boleh mas sebentar ya" lalu beranjak keluar


klek


"maaf mas.. istri dari bapak Prasetyo dimana ya?pak Prasetyo sadar dan ingin bertemu istri nya" tutur dokter ke Edward


"ada di ruangan perawatan dok..sebentar saya panggil kan" ucap Edward langsung berdiri melangkah kearah ruang inap anak lisa


klek


"mbak lisa.. mas Prasetyo sadar dan ingin bertemu dengan mbak" ucao Edward melangkah mendekat ke arah lisa


"pergilah mbak,biar saya yang jaga adek nya" ucap bery


lisa lalu mengangguk dan berjalan ke arah pintu


klek


"mas.." ucap lisa langsung menghambur ke arah suaminya


"li..lisa maafin mas ya" ucap pras lemah


lisa menggelengkan kepala nya sambil mengusap air mata di pipi nya yang terus mengalir deras


"mana dean lis ? bolehkah aku bersama dia?"tanya pras ke lisa


"bo..boleh mas kan dean anak mas sampai kapanpun mas akan bersama-sama" jawab lisa sambil mengelus kepala pras

__ADS_1


"makasih sayang..kamu harus kuat ya" ucap pras semakin lemah


lisa diam dan terus menatap ke arah pras yang hendak menutup mata dengan nafas yang sudah berat


"mas..kamu harus kuat demi aku dan dean mas" ucap lisa menggoyang kan tangan pras


tapi pras hanya diam


dan tiba-tiba pras sesak nafas dan secepatnya lisa memanggil dokter


"mas..mas..mas.." panggil lisa ke suami nya


"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap para dokter dan perawat


duar !!


bagai disambar petir hati lisa


lisa langsung ambruk dan terus menggeleng kan kepala nya


"enggak ini gak mungkin "


"mas pras masih hidup dokter tolong suami saya dok" ucap lisa histeris


"maaf mbak..yang tabah dan kuat ya" ucap dokter


"mas..KENAPA KAMU TINGGALIN AKU MAS KENAPA?"


jerit lisa


brak


"ada apa ini dok?" tanya Edward yang langsung masuk dan mendapati lisa yang menangis meraung-raung di lantai


"pak Prasetyo telah berpulang pak" jawab dokter


"APAAA?" seketika Edward syok dan tubuh nya lemas


"iya pak di karena kan pembuluh darah pecah pak" jawab dokter itu sambil terus menenangkan lisa


brak


tiba-tiba Lisa berlari ke ruangan anak nya


"mbak .. mau dibawa kemana mbak?" tanya bery seketika melihat dean dibawa lisa


"mbak..mbak.."bery akhirnya mengejar lisa


lisa kembali memasuki ruangan suami nya


"MAS BANGUN LAH KASIHAN DEAN" seru lisa sambil menggoyang kan tangan suami nya


dan seketika itu dean sesak nafas dan untung nyaada dokter yang masih berdiri disitu langsung membantu dean


"kenapa ini mas?" tanya bery masuk keruangan pras


"mas pras berpulang ber" jawab Edward dengan mata memerah menahan tangis


"APAAA?" mata bery terbelalak syok mendapati keadaan seperti ini

__ADS_1


__ADS_2