Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
30


__ADS_3

Krek ..


Pintu terbuka dan ada seseorang berdiri di depan pintu yang membuat handa kaget.


"Hand ada mbak lisa?" tanya nathan kepada handa yang masih berdiri di depan pintu tanpa menyapa nya.


"Ngapain Lo kesini hah?" ucap handa dengan suara melengking


"Gu.. gue mau ketemu mbak lisa,, boleh?" ucap nathan terbata karena melihat ekspresi wajah handa yang merah padam menahan amarah


"Gak boleh ! Gak ada otak emang Lo ya" ucap handa sambil menunjuk wajah nathan dengan jari nya.


Mendengar keributan di depan membuat Bram dan yang lain bergegas melihat ke depan.


"Ada apa sih hand?" tanya Bram sambil tergopoh-gopoh ke arah handa


"Tuh" jawab handa dengan menunjuk Nathan dengan dagu nya


"Ada apa than?" tanya Bram


"Anu mas ..mau ketemu m-" ucapan Nathan terpotong karena lisa dan sifa sudah mendekat ke arah nya


"Ngapain Lo kesini hah ! Lo masih punya muka hah!" ucap sifa langsung emosi


"Sabar sip .. Lo lagi hamil udah gak usah marah-marah,ini masalah gue sama Nathan Lo semua tenang aja ya.. Jangan pada marah-marah,oke" ucap lisa lembut sambil menenangkan sifa dengan mengelus punggung nya.


"Tapi lis-" protes handa langsung di potong lagi sama Lisa


"Udah gak usah pada marah,, gue bakal selesaikan masalah ini sama Nathan " ucap lisa sambil tersenyum dan mengangguk kearah handa


"Ayo ..kita keluar than " ajak lisa ke Nathan


"Lis Lo jangan bego dong" protes handa yang tak terima Lisa masih mau pergi dengan nathan


"Gak usah khawatir,gue pasti bisa selesaikan ini" ucap lisa meyakinkan handa dan semua nya.


Lisa dan Nathan pergi ke sebuah taman kota yang sudah ramai dengan pedagang kaki lima,mereka duduk di sebuah bangku menghadap air mancur.


"Mbak.." ucap nathan setelah lama ia berdiam


"Gak usah basa-basi langsung ke intinya " ucap lisa datar


Nathan mengangguk


"Aku minta maaf mbak,maaf udah kecewain mbak.." ucap nathan menjeda ucapan nya lalu menunduk


Nathan melanjutkan cerita nya bagaimana ia bisa tidur lagi dengan sisil disaat sudah dekat dengan lisa.


Lisa hanya diam dan menyimak setiap kata yang keluar dari mulut nathan.


"Maaf mbak.. Kasih aku kesempatan sampai anak itu lahir ya mbak,aku bener-bener sayang banget sama mbak" ucap nathan memohon


"Mbak.."

__ADS_1


"Mbak.."


Lisa hanya diam,ia sejujurnya malas sekali membuang-buang waktu nya hanya untuk membahas masalah yang sudah pasti tahu endingnya ia akan melepas orang yang sudah berani berkhianat kepada nya.


Lisa menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.


"Ya aku tahu dan istri mu sudah menemui ku agar aku tak lagi mengganggu kamu,padahal selama ini aku tak pernah mengganggu kamu,jadi tolong ini pertemuan kita yang terakhir jangan lagi menemui ku apalagi sampai datang ke kost,aku juga seorang perempuan jadi sedikit banyaknya tahu bagaimana jadi istrimu." ucap lisa panjang dengan mata yang menatap lurus ke arah air mancur


"Mbak aku sama sekali gak ada rasa sama dia mbak,aku cinta kamu" ucap nathan dengan terus memohon agar ia masih bisa dekat dengan lisa


"Persetan dengan cinta,ada anak yang harus kamu jaga dan harus kamu lindungi,dan aku sudah tak berminat dengan mu lagi" ucap lisa datar


"Mbak aku tahu aku brengsek tapi aku bener-bener cinta mbak sama kamu sumpah demi Tuhan mbak" ucap nathan frustasi dengan ucapan lisa tadi


"Gak usah lah bawa-bawa Tuhan, sekarang aku mau kamu jadilah laki-laki sejati bertanggung jawablah kepada anak dan istri mu,sayangi mereka karena sekarang kamu juga sudah menjadi seorang suami" ucap lisa


"Gak .. habis anak itu lahir aku bakal ceraikan dia"


"Kamu benar-benar egois Nathan"


"Aku tak peduli mbak ,aku cinta kamu sampai kapanpun aku gak peduli apapun orang ngomong apa yang penting aku bakal terus kejar kamu " ucap nathan tegas


"Terserah" ucap lisa lalu beranjak dari tempat nya dan melangkah ke arah jalan raya


"Arrrrggghh " teriak Nathan


Lisa mendengar teriakan Nathan dan tetap melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikit pun kebelakang,untung saja dia sudah mengirimkan pesan kepada handa untuk menjemput nya .


"Gak bakal aku lepas kamu Lisa,kamu milikku" gumam Nathan sambil mengepalkan tangannya


"Udah ?" tanya handa dan langsung dapat anggukan dari Lisa


Bram lalu masuk ke mobil nya dan lisa membuka pintu belakang.


"Sifa udah pulang?" tanya lisa ke handa


"Udah.. tadi nya dia maksa minta ikut tapi gak gue bolehin" jawab handa


"Bram boleh gak makan dulu hehe" ucap lisa kepada Bram


"Boleh..Mau makan apa?" tanya Bram ke lisa


"Pecel lele aja yang di tempat biasa" ucap lisa


Bram menjawab dengan tangan hormat seperti kepada atasannya.


Mereka makan dengan lahap dan semangat apalagi Lisa yang makan udah kaya orang kesurupan kuda lumping.


Handa dan Bram saling pandang melihat kelakuan ajaib Lisa.


"Gak usah heran gitu kali" ucap lisa yang melihat sepasang suami istri itu saling pandang


"Eh.. hehe " hanya dijawab tawa oleh handa

__ADS_1


"Ngomong sama orang suami orang itu butuh tenaga " ucap lisa yang masih asik makan


Handa dan Bram mengantarkan lisa pulang ke kost,handa awalnya menawarkan untuk menginap saja di rumah handa atau handa yang menginap di kost lisa.


Tapi Lisa menolak dengan tegas karena ada Bram di rumah jadi handa tak boleh meninggalkan suami nya sendirian.


"Mau masuk ?" tawar Lisa


"Emang boleh?" tanya handa


"Ya boleh lah ayo sekalian gue mau cerita" ucap lisa lalu membuka pintu mobil dan turun


Bram dan handa mengekor di belakang lisa yang sedang membuka pintu kost.


"Tadi gimana ? Udah selesai?" tanya Bram


"Udah sih tapi dia tetep ngotot gak mau jauh dari gue dan mau tetap deketin gue" jawab lisa sambil meremas botol minum yang ada di tangannya.


"Terus lo bakal gimana lis?" ucap handa


Lisa hanya mengedikan bahunya


"Gila ya tuh si Nathan udah hamilin orang masih aja ngejar-ngejar cewek lain" sungut handa kesal


"Gue gak tahu gimana gilanya istri Nathan kalau sampai Nathan masih nekat deketin gue,gue sih gak bakal tergoda tapi yang ada nama gue jadi buruk karena di deketin suami orang" ucap lisa


"Apalagi istrinya juga masih bocah,lu tau waktu kemarin gue ketemu sama istrinya,si cewek itu malah bikin drama di cafe ngomong nya kayak sengaja di kencengin jadi semua orang tahu"lanjut lisa


"Terus ?"


"Ya semua orang pada ngeliatin kita dan ya kayak gak tau warga +62." beber Lisa


"Duh kok gue kesel sama sepasang suami istri bocil gendeng itu" ucap handa menggebu


"Eh iya hand .. kan bentar lagi ada yang dikirim ke cabang luar negeri kan kayaknya gue bakal ngusulin diri deh" ucap lisa mantap


"Hah kita bakal jauh dong" jawab handa sedih


"Ya kan cuma setahun doang sampai masalah ini mereda lah" ucap lisa


"Gue juga kan gak tau gimana kelanjutan masalah ini, bisa aja kemaren ada yang video in pas gue ngomong sama istri nathan apalagi orang sekitar mencibir gue dengan sebutan pelakor kalau sampai video nya si unggah kan entar gue viral " lanjut lisa


"Ih ya jangan sampe amit-amit ihh" jawab handa cepat


"Ya kalau itu keputusan yang terbaik buat kamu ya menurut gue sih lanjutin aja lis,kan kita gak tau gimana sifat asli Nathan bisa aja lebih nekat, denger cerita kamu tadi kayaknya Nathan tipe orang yang nekat dan punya ambisi besar " ucap Bram yang sedari tadi diam


"Mas.. entar aku jauh loh Ama Lisa" rengek handa ke suami nya


"Sayang kalau Lisa masih disini kasihan dia,kita gak tahu Nathan bakal ngelakuin apa aja kan sama Lisa mungkin kalau nyakitin atau celakain gak mungkin tapi kalau Lisa masih disini bener kata Lisa nama dia bakal jelek karena di kejar terus sama suami orang apalagi kata Lisa istri nathan aja drama biar Lisa malu dan di jatuhkan orang" ucap Bram menjelaskan ke handa


Handa mengangguk dan tak lama ponsel Lisa berdering dengan layar menampakkan nama Nathan,


Lisa mengabaikan akan tetapi telepon itu terus berdering.

__ADS_1


"Tuh kan" ucap Bram


__ADS_2