Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
31


__ADS_3

Malam hari Lisa terus berfikir bagaimana menjauh dari Nathan jujur saja ia lelah dan juga malu setiap kemanapun pasti ada Nathan seolah mengikutinya.


"Gue harus pindah .. ya pindah ! semoga aja permohonan gue di acc" gumam lisa sambil mengetuk dagunya


****


Pagi ini Lisa tak ada semangat dan gairah untuk memulai hari nya,ia malas seakan hari-harinya akan sama seperti kemarin.


Tok..tok..


"Wooiy spadaa halloww lisaa ku" teriak handa dari luar


Lisa lalu bangun membuka pintunya,semenjak Nathan menggila ia jadi selalu was-was.


"Lama amat Bu" ucap handa lalu masuk


"Nih gue bawain sarapan " lanjutnya sambil membuka bungkusan


"Makasih hand" jawab lisa seadanya


"Lo kenapa?" tanya handa melihat akhir-akhir ini Lisa sering murung


"Gue pengen deh pergi jauh dari sini" ucap lisa pelan


"Kenapa ya hand gue harus hidup? kenapa gue gak sekalian mati aja sama Pras dan dean " lanjut lisa sambil menunduk menahan air mata yang sebentar lagi jatuh.


"Sstt.. Lo jangan ngomong gini" handa lalu memeluk lisa


Handa tahu Lisa kalut dengan masalahnya dengan Nathan apalagi ada potongan video yang tersebar di beberapa akun sosial media pasca Lisa dan istri Nathan bertemu di cafe,bahkan banyak sekali yang menghujat Lisa sebagai pelakor.


"Gue takut keluarga gue tahu hand,gimana reaksi mereka ,gue gak bisa bayangin" ucap lisa pilu


Yang ada di pikiran lisa sekarang takut akan keluarga nya mengetahui masalah ini.


"Udah udah jangan di bahas dulu,kalau mamah,bapak,ibu sama ayah Lo tanya biar gue yang jelasin semuanya" ucap handa sambil menenangkan lisa


"Hand.. Semoga gue di acc ya permohonan gue biar gue bisa pergi jauh dari setan laknat Nathan dan istrinya"


"Iyaa gue doain"


Di kantor ada beberapa yang sudah mengetahui video itu tapi mereka memilih diam dan tak langsung bertanya kepada lisa karena lisa sendiri orang nya judes dan jangan lupa ada handa juga yang bar-bar nya bukan main.


"Lis.. di panggil ke ruangan pimpinan" ucap asisten pimpinan memanggil Lisa


"Iya baik pak" jawab lisa lali berdiri dan melangkah ke ruangan pimpinan.


Lisa mengetuk pintu dengan hati yang menerka-nerka apa ada masalah dengan kerjaan nya karena ia akhir-akhir ini gak konsen,atau ia di acc untuk di mutasi ke kantor kfi luar .


Tok..tok


"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan


Lisa melangkahkan kakinya dengan lalu tersenyum dan menundukan badanya memberi hormat.


Disana telah duduk seorang laki-laki yang masih muda dan kemungkinan seusia dengan lisa


"Silahkan mbak lisa" ucap pimpinan


"Baik langsung ke intinya saya telah melihat pekerjaan kalian selama 6 bulan terakhir dan kebetulan disana kfi kantor negara V sedang membutuhkan bagian ini jadi kalian berdua saya acc untuk mutasi" ucap pimpinan


Mata lisa terbelalak dengan mulut yang membulat,ia ingin sekali menangis mendengar nya semua doa nya di kabulkan oleh Tuhan.

__ADS_1


"Terimakasih pak" ucap lisa dan laki-laki di samping nya


"Iya dan untuk kontraknya disana selama 2 tahun,jika kembali dari sana kalian bisa balik ke kantor ini lagi" ucap pimpinan


"Baik pak"


"Ya terimakasih atas dedikasi kalian di kantor ini dan saya harap kalian banyak belajar disana dan jika kalian kembali ke sini kantor ini terbuka untuk kalian" ucap pimpinan


"Baik pak , terimakasih" ucap lisa


Setelah semua selesai Lisa dan laki-laki itu keluar dan memberi hormat kepada pimpinannya.


"Hai ..." sapa laki-laki itu


Lisa kaget mendengar suara laki-laki itu padahal badan nya lumayan besar tapi ternyata suara nya lembut sekali.


"Oh ya hai .. " jawab lisa kikuk karena tadi terlalu terkejut


"Namaku beni " ucap nya sambil mengulurkan tangannya


"Lisa " jawab lisa sambil menjabat tangan beni


"Sekarang kita berteman ya" ucap beni sambil senyum


"Iyaa mas Ben" jawab lisa


"Namanya sama kaya ayah cuma belakang aja o sama i hahaha lucu juga" batin lisa sambil tersenyum sendiri


"Kenapa mbak lisa kok senyum-senyum sendiri?" tanya beni heran


"Eh enggak kok mas beni" jawab lisa sambil menggaruk rambutnya


"Jangan panggil mas,panggil aja mami" ucap beni sambil tertawa


"Udah sampai ruangan kamu tuh , oh ya nanti pulang aku tunggu di lobby ya aku mau minta nomor kamu supaya bisa bareng berangkat nya" ucap beni lalu berjalan kearah ruangannya


Lisa mengangguk lalu tersenyum,ia bahagia hari ini.


***


"Woi senyum mulu dari tadi,memang togel ?" ucap handa sambil menepuk pundak Lisa yang sudah bersiap pulang


"Lebih dari togel say" jawab lisa sambil tersenyum


"Waah dapet apa nih? mau dong di bagi ?" ucap handa antusias


"Lo mau duit haram ?" tanya lisa


"Kagak ,, amit-amit" ucap handa lalu menarik tangan lisa untuk pulang


Sesampainya di lobby beni sudah menunggu Lisa,Lisa lalu melangkah kearah beni.


"Hai mas Ben" sapa lisa ke beni yang sedang memainkan ponselnya


"Beni aja" jawab beni lalu mendongak kearah lisa yang masih berdiri di depan nya.


"Lis ..Lo kapan kenal orang ini? " gumam handa pelan sambil menyikut Lisa


"Entar gue ceritain ya hand" ucap lisa ke handa


"Jangan bisik-bisik kalau ada masih ada orang lain di sampingnya dikira aku apa ngejogrog disini?" ucap beni santai

__ADS_1


"Eh .. enggak kok mas" ucap handa kikuk karena ketahuan bisik-bisik ke lisa


"Ke cafe aja ayo Ben mau gak?" ajak lisa ke beni


"Boleh say ,, cuss" ucap beni lalu berdiri dan melangkah terlebih dahulu


Handa melongo mendengar ucapan beni yang terakhir,ia kira beni laki-laki normal dengan badan yang kokoh hampir seperti Bram tapi ternyata gemulai


"Lo ketemu dimana yang kek gituan lis" ucap handa pelan karena di depan ada beni


"Nanti gue ceritain .. Jangan bawel" jawab lisa


"Bram udah pulang belom? kalau udah suruh ke cafe aja sekalian makan biar gue yang bayar entar,ada yang mau gue omongin penting" lanjut lisa


"Wooah asikkk gratiss Bu" ucap handa girang lalu mengabari suami nya jika sudah pulang suruh langsung ke cafe tersebut


"Eh ngomong apa lis? " tanya handa yang baru ngeuh ucapan lisa


"Di cafe aja sekalian gue jelasin ,Lo yang bawa nih motor ya gue mau duduk manis di bonceng kamu" jawab lisa sambil menyerahkan kunci motornya ke handa


Terlihat motor beni melaju dan handa langsung menghidupkan motor Lisa lalu melaju di belakang motor beni.


***


"Ayo mau pesen apa hand?" tanya lisa sambil menyerahkan buka menu ke handa


"Entar gue nunggu Bram aja " jawab handa


Lisa mengangguk


"Mbak lisa minta nomor nya?" ucap beni sambil menyerahkan handphone nya ke lisa


Lisa mengetikan nomor nya lalu menyerahkan kembali handphone beni.


"Mbak asli orang mana?" tanya beni


"Aku asli kota C," jawab lisa


"Oh lumayan Deket ya berarti langsung pulang dong?" tanya beni


"Iya paling kalau udah selesai ambil barang-barang di kantor besok langsung pulang" jawab lisa


"Iya besok terakhir ya mba kita di kantor" ucap beni


DEG !


Jantung handa berdetak mendengar ucapan beni kalau besok hari terakhir Lisa di kantor.


Handa langsung melihat ke arah lisa tapi dengan tatapan tajam dan mulut yang masih belum mengeluarkan pertanyaan apa-apa.


"Santai hand" ucap lisa yang melihat handa menatapnya tajam ia tahu sifat sahabatnya itu


Beni lalu melirik ke arah handa yang menatap tajam Lisa,Beni langsung mengernyitkan dahinya bingung.


Tak berselang lama Bram datang dengan masih mengenakan atribut lengkap polisi nya.


"Nunggu lama ya?" ucap Bram lalu duduk di samping beni dan melirik wajah beni


"Kamu kenapa hand?" tanya Bram ke istrinya yang diam dan dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Bram,hand jadi gue bakal pergi dari sini dan besok adalah hari terakhir gue kerja di kantor" ucap lisa pelan

__ADS_1


"Pergi ?" tanya Bram sambil membelalakan matanya kaget mendengar ucapan lisa


Sedangkan handa bungkam seribu bahasa.


__ADS_2