Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
08


__ADS_3

"bukan begitu maksud saya pak,tapi-.." ucap pak iman menggantung di udara


"terus kenapa pak?" sela pak beno


"entah mengapa pak jujur pertama melihat lisa saya merasa ingin sekali melindungi bahkan istri saya sedari tadi hanya menangis saat lisa di cemooh oleh keluarga suami nya,saya sadar pak kita baru kenal tapi saya malah langsung meminta anak bapak tapi saya tidak ada niat jahat sama sekali pak" jelas pak beno


"iya pak saya tahu dan saya percaya bahwa keluarga kalian orang baik tapi hanya saja saya serahkan kembali pada lisa .. seandainya lisa merasa nyaman berada di keluarga kalian saya persilahkan pak,saya juga ingin lisa bahagia pak,saya ingin menghilang kan trauma lisa,mungkin kalau di rumah kami lisa akan terus mengenang anak dan suaminya ,tapi itu semua balik lagi kepada lisa pak" ucap pak iman


sebenarnya ini lah yang di khawatir kan orang tua lisa jika lisa pulang ke rumah pasti ia akan mengenang anak dan suami nya


karena di setiap sudut rumah pasti ada kenangan tersendiri lisa dan anak nya


bahkan pak iman pun masih tak menyangka jika ia akan kehilangan cucu pertama dan satu-satunya baru saja kemarin ia menggendong cucu nya tapi sekarang semua hanya kenangan


"baiklah pak ..kalo keadaan sudah membaik kita bicara kan lagi dan saya akan membawa lisa ke psikiater" ucap pak beno kepada pak iman


pak iman dan bu mina hanya mengangguk


sedangkan di kamar lisa terlelap hanya beberapa menit kemudian dia terbangun dan teringat kembali anak dan suaminya


dia mulai menangis meraung-raung membuat seluruh orang di losmen langsung datang mendekati kamarnya


tok..tok..tok..


"lisa nak buka ini mamah" ucap bu minah terus mengetok pintu kamar


"kita dobrak saja bu..padahal selesai makan tadi saya keluar dan pintu tak terkunci mungkin lisa terbangun dan langsung mengunci kamar" ucap berlin


satu,,dua,, tiga,,


brakkk


"yaAllah lisa sadar nak istighfar " ucap bu minah merengkuh badan lisa yang terduduk di lantai dan terus menangis


"lisa ..ayo bangun " ajak berlin lembut


"MAH KENAPA MAH KENAPA APA SALAH AKU MAH ,JAWAB MAH APA SALAHKU ?" teriak lisa


"kamu gak salah apa-apa lisa ..ini semua sudah takdir jangan menyalahkan diri sendiri terus nak" ucap bu minah sambil terus merengkuh tubuh lisa


"ayo bangun dulu" ajak nya


akhirnya lisa mau bangun dan duduk di atas ranjang semua orang menatap iba ke arah lisa terutama bery yang merasa bersalah akan kejadian ini


dia hanya menunduk dan memainkan jari nya dia bingung harus melakukan apa


"MAH..BENAR KATA IBU PRAS AKU PEMBAWA SIAL MAH !!" ucap lisa lantang

__ADS_1


"istighfar lisa " ucap pak iman


"dek .. ini semua sudah kehendak Tuhan adek gak salah dan adek harus bangkit" ucap bu mala memeluk lisa sambil terus menitikan air mata


"ibu sama ayah janji akan selalu ada di samping adek..adek gak sendirian sekarang orang tua adek ada empat ..adek bangkit ya sayang" bu mala masih terus mengelus rambut lisa


"aku butuh suami dan anak ku" ucap lisa lirih


semua hanya terdiam


keesokan harinya


pagi-pagi lisa sudah siap dengan mengenakan pakaian putih


"ayo mah,pak ke makam, dean dan mas pras pasti mereka udah nunggu aku" ajak lisa ke orangtuanya yang duduk di ruang depan bersama yang lainnya


"sarapan dulu ya dek.. di isi dulu perutnya" ucap berlin lembut ke lisa


"aku gak nafsu" ucap lisa ketus


semua orang saling pandang akan sikap lisa pagi ini


"lisa.. bapak yakin kamu anak yang baik kenapa kamu sekarang seperti ini ? bukanlah kamu sudah memaafkan semua nya" ucap pak iman pelan ke lisa


"bapak tuh gak ngerasain jadi aku ditinggal dua orang sekaligus bagaimana rasanya pa..pak.." luruh lagi air mata lisa


"ayo makan dulu dikit juga gak papa" ajak bu Mina ke lisa


akhirnya lisa duduk


"makan ya" ucap bu mina membawa piring dan akan menyuapi lisa


lisa menggeleng


"mau susu aja" jawab lisa pelan


bery langsung berdiri dan langsung membeli susu kotak di depan losmen


dia membeli segala rasa susu


"ini susu nya dek ..mas gak tau adek suka rasa apa" ucap bery sambil membuka plastik berisi susu tadi


"yang ini " ucap lisa ke susu kemasan coklat


bery langsung mengambil sedotan dan membuka nya


"makasih" ucap lisa pelan

__ADS_1


"sama-sama dek..kalo pengen apa-apa ngomong ya" ucap bery sambil mengelus kepala lisa


lisa mengangguk


tiba di pemakaman


lisa langsung terduduk diatas pusara kedua orang yang di cintai nya


"aku datang mas..bagaimana kabarmu hari ini ? kamu pasti seneng ya maen sama dean disana? kenapa mas gak ajak aku sekalian ..aku gak ada temen tahu disini" ucap lisa sambil meneteskan air mata


semua orang ikut meneteskan air mata mendengar ucapan lisa


"aku sampai hari ke 7 akan disini dan aku harus pulang karena aku udah di usir sama ibu kamu ..maaf ya..tapi aku janji bakal sering kesini ..oke"


"aku sayang kalian.. dean jangan nakal ya sayang nurut sama papah ..anak pintar yang,, datang ke mimpi mamah dong sayang " ucapan lisa benar-benar menyayat hati yang lain


"aku pulang ya" pamit lisa sambil mencium nisan suami dan anaknya


setelah nya mereka meninggalkan pemakaman


dan hal itu terjadi berlangsung selama 6 hari


setiap kata yang keluar dari mulut Iisa saat di pemakaman membuat semua orang menangis


dan ini adalah hari ke 7


"mas..aku datang ,ini terakhir aku disini kamu yang tenang ya disana..jaga anak kita..aku janji akan sering kesini, datang ke mimpi aku ya mas aku kangen banget sama kamu mas.."


"dean ..anak mamah yang pintar lagi apa sekarang nak?dean gak kangen mamah kah? mamah kangen banget sama dean "


"mas dan dean aku pamit ya aku janji akan selalu ingat kalian ..kalian selalu ada di hati ku ..doa kan aku kuat menjalani hidup ini tanpa kalian"


"i love you" ucap lisa sambil terus mencium nisan kedua nya


sampai di losmen semua orang duduk di ruang depan


"dek..ibu sama ayah akan bertanggung jawab akan hidup adek sekarang semua kebutuhan adek akan di tanggung kami .dan ibu berharap adek mau membuka hati adek untuk memaafkan kami walaupun sedikit saja " ucap bu mala pelan


"sekarang adek mau pulang apa ingin kemana dulu?" tanya bery pelan


"nanti kita ke rumah sakit ya dek ..mau gak sama mbak dan mas Edward ?" tanya belin mendekati lisa


"nanti kalau aku sudah siap akan aku kabari sekarang aku ingin pulang ke rumah mamah" ucap lisa


"ya sudah ayo siap-siap" ujar Edward ke yang lain nya


"eh tapi -"

__ADS_1


"tapi apa dek?" tanya bery pelan


__ADS_2