
hening
lisa belum juga menjawab pertanyaan polisi teman dari pak beno dan Edward
"sudah lah gak usah nanya dia " ucap yoko
arogan sekali memang sikap yoko ini sangatlah tidak sopan
"kalaupun ada yang di penjara saya juga ingin lisa di jebloskan ke penjara karena awal dari semua nya adalah dia..dia yang mengajak adik saya balik hari ini" ucap mbak susi
entah dendam apa yang ada di diri susi kepada lisa
padahal selama ini lisa sangat menghormati keluarga suaminya yang jelas terang-terangan tak suka padanya
bahkan lisa masih sudi ke rumah mertua nya setelah pernah di tuduh lisa hamil anak orang lain bukan hamil anak pras
tapi ternyata takdir membuktikan bahwa anak yang lahir dari perut lisa hampir semuanya mirip dengan Pras
dan semenjak tahu kalau cucu nya lahir persis anaknya ibu pras tak membahas lagi
mungkin Susi kalah cantik dari lisa
karena lisa bertubuh tinggi 168cm dengan badan yang proposional sedangkan susi pendek dan gendut
pernah waktu itu dean memakai topi baru waktu pulang ke kampung pras dan itu membuat iri susi dan meminta pras membelikan nya padahal topi itu bukanlah pras yang membeli melainkan orang tua dari lisa
tak sampai disitu saja selama ini susi selalu meminta uang pras dengan dalih meminjam tapi tak pernah ia kembalikan alasan nya untuk makan padahal untuk membangun rumah nya
"maaf pak,buk semua sudah aturan nya,saya juga seorang polisi jadi saya jelas mengerti apa yang terjadi" ucap polisi itu
tak tanggung-tanggung pak beno langsung menghubungi tetangga sekaligus sahabatnya untuk membantu menyelesaikan masalah ini agar semua nya tuntas
bukan pak beno membela anak nya hanya saja dia sekeluarga mencoba bertanggung jawab sepenuhnya apalagi setelah melihat keadaan lisa ia terenyuh dan ingin sekali menjadi kan wanita yang baru saja ditinggal suami dan anaknya itu menjadi anak angkatnya
pak beno kaget setelah mendengar ucapan kakak pras dan ibu nya waktu di pemakaman ,ia sangat iba akan lisa yang jelas di hina di depan semua orang
ternyata keluarga pras malah menyalahkan lisa akan hal ini
"lis ..ayo jawab nak " ucap pak iman mengelus punggung tangan anak nya
__ADS_1
lisa hanya diam dengan tatapan mata yang sayu dan kosong
"pak .. mungkin lisa masih trauma berat jika di ijinkan maka saya dan keluarga saya akan membawa nya ke psikiater" ucap ibu mala ibu dari bery dan berlin
"iya buk nanti bisa di bicarakan lagi ya" jawab pak iman
semua orang menatap iba ke arah lisa
terkecuali keluarga pras yang sangat masam melihat ke arah lisa
"semoga saja kamu gila lis " ucap mbak susi
"ya Tuhan mbak ..apa pantas mbak berucap seperti itu kepada adik ipar mbak sendiri?" berlin sedari tadi diam akhirnya tersulut emosi
entah rasa apa yang membuat ia ingin sekali melindungi lisa yang rapuh dan yang selalu di injak-injak harga dirinya di depan keluarga suami nya
mendengar ucapan susi tadi membuat berlin panas hati dan tidak terima
"ya pantas karena dia pembawa sial " ujar mbak susi lagi
"udah .. keluarga saya akan membuat laporan untuk suami dan adik kamu dan sekalian untuk adik ipar ku lisa pembawa awal petaka" ucapnya
"silahkan kalo anda mau melaporkan saya dan kakak ipar saya tapi saya pastikan suatu saat kau akan kena karma nya karena menindas adik ipar sendiri apa gak malu di depan semua orang kamu berbicara seperti itu dan saya akan pastikan lisa akan jauh lebih sukses daripada hidup dengan adikmu " bery akhirnya berucap
"halah paling dia langsung nikah lagi karena gak ada yang cari duit atau jangan-jangan dia akan jual jasa nya kan secara tampang nya kan lumayan" ucap susi sambil mengetuk-ngetuk jari nya di dagu
"cuma tamatan SMA mau jadi apa dulu aja jadi buruh di pabrik tapi sekarang kan umurnya udah 22 susah buat kerja di pabrik lagi" lanjutnya
hati berlin benar-benar panas mendengar semua ucapan dari susi, dia menatap tajam ke arah susi tapi yang di tatap hanya tersenyum culas ke arah nya
"aku berjanji akan mengubah derajat lisa menjadi lebih baik lagi" itu janji berlin di dalam hatinya
"akan aku bantu lisa sampai sukses dan membuktikan kepada keluarga suaminya kalo dia layak untuk di junjung harga dirinya" ucap Edward dalam hati
"ya sudah kalo begitu silahkan kalian keluar dari rumah kami,kami mau istirahat dan kamu lisa jangan pernah injakan kaki mu lagi disini"
"rumah ini terlalu suci untuk wanita pembawa sial seperti mu" ucap ibu pras
deg !
__ADS_1
lisa tiba-tiba tersadar dari lamunan nya
"ehm...saya akan jawab untuk keputusan kedepan nya" ucap lisa sambil mengambil nafas dalam-dalam
semua orang di ruangan itu mendadak diam dan melihat ke arah lisa entah apa yang ada pada si pikirin masing-masing
"terimakasih untuk setia menunggu keputusan saya,saya disini berbicara sejujurnya dan tak ada niat menyakiti perasaan siapapun jika keputusan saya di anggap tidak memuaskan terserah dan ini adalah jawaban final dari saya" ucap lisa berkata panjang
.
"sebelumnya terima kasih untuk keluarga mas bery karena sudah membantu semuanya dan mohon maaf sepertinya keluarga suami saya butuh dana kerugian pak karena saya yakin mereka ingin mengatakan itu tapi malu
karena selama ini suami saya menghidupi ibu nya dan membantu kakaknya membangun rumah di depan disana
coba bapak tanya berapa kerugian yang diminta keluarga suami saya pak ?" ungkap lisa
lisa paham akan sifat keluarga suami nya
dia tahu yang di inginkan mereka adalah uang apalagi sekarang pras tidak ada
hanya saja mungkin mereka malu mengatakan makanya dengan dalih akan melaporkan masalah ini
lisa paham itu hanya tekanan semata agar bisa negoisasi dengan uang
"benar yang dikatakan lisa bu?" tanya pak beno pelan
"ti..tidak pak kami gak mau uang bapak " jawab ibu pras
"kalau ibu ingin bantuan maka kami akan bantu bu" ucap pak beno lagi
"sebenarnya saya bingung pak setelah kepergian Pras saya harus bagaimana,suami saya sudah meninggal waktu anak-anak kecil sedari dulu saya yang nyari nafkah maka setelah Pras kerja aku berhenti bekerja dan hanya mengurusi hewan ternak,saya bingung pak mau nyari makan bagaimana lagi" ungkap ibu pras
tashh!!
"bener kan yang ada di pikiran ku" ucap lisa dalam hati
"kalau mau bantuan mah ngomong aja kali pake acara drama segala,eh tapi bagaimana pun keputusan lisa yang paling utama ,semoga lisa mau berbesar hati " ucap berlin dalam hati
"jadi..." ucap lisa menggantungkan ucapan nya
__ADS_1
dia menarik nafas dalam-dalam lalu mengehembuskan