Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
33


__ADS_3

2 tahun kini berlalu hari ini Lisa kembali ke tanah air dan ia sudah menemukan pekerjaan baru di sebuah perusahaan di tanah air bersama dengan kedua orang sahabat nya.


Selama di negara V Lisa mempunyai sahabat yang berasal sama dari tanah air yaitu beni dan Rani.


"Welcome to Indonesian guys" ucap Rani sambil merentangkan tangan nya


"Akhirnya kita balik kandang juga ye" ucap beni


Lisa hanya menanggapi dengan senyuman kecil dan terus berjalan


"Lo di jemput lis?" tanya Rani


"Iyah" jawab lisa sambil membuka handphone nya mencari chat dari keluarga nya


"Nah itu orang tua gue,ayo kenalan dulu" ajak Rani menggandeng tangan lisa ke arah orang tuanya


"Buk pak " sapa Rani lalu menyalami kedua orang tua nya


"Akhirnya kamu balik juga nduk" ucap ibu Rani


"Pasti dong buk" jawab Rani sambil memeluk sang ibu


"Wah ini yang namanya Lisa ya?" tanya ibu Rani


Lisa mengangguk lalu menyalami dan memeluk ibu Rani


"Ayune koe nduk" ucap ibu Rani sambil mengelus rambut lisa


"Primadona buk" celetuk Rani


"Apaan sih ran" jawab lisa sambil mendelikan matanya


"Mana orang tua mu nduk?" tanya ayah Rani


"Masih di depan kayaknya pak" jawab lisa


"Yasudah ayo ke depan saja" ajak orang tua Rani


Mereka melangkah kearah pintu keluar bandara


Beni yang sedari tadi sedang di toilet pun bingung mencari keberadaan kedua sahabatnya.


"Bener-bener sahabat-sahabat perempuan gaib ye di tinggal ke toilet aja ngilang " gerutu beni sambil berjalan ke arah pintu keluar


Keluarga lisa dan keluarga pak Beno datang menyambut kedatangan Lisa dengan bahagia pasalnya Lisa selama dua tahun tak sekalipun balik ke rumah hanya mengabari via telepon dan video call setiap hari.


"Adekk" teriak berlin


"Ah mbak berlin kangen deh" ucap lisa sambil berlari merentang kan tangannya ke arah Berlin


"Adek mbak kangen" ucap berlin sambil berkaca-kaca


"Ih kok mbak nangis kan aku pulang bukan mau pergi" protes Lisa

__ADS_1


"Ini terharu adek" jawab berlin


Semua orang tertawa melihat tingkah Lisa dan berlin


Lisa melepas kangen dengan semua keluarga nya dan keluarga angkatnya.


Disaat semua sedang bersenda gurau baik dari keluarga lisa, keluarga pak Beno dan keluarga Rani tiba-tiba lengkingan suara beni terdengar.


"Woii perempuan gaib lo berdua ye,gue cuma ke toilet bentar udah pada ngilang" omel beni sambil mengerucutkan bibirnya


"Astagah Ben aku lupa " ucap lisa sambil menepuk jidatnya


"Gila Lo ya gue segede gaban dua tahun bareng terus Lo berdua tiba-tiba di lupain ye" sembur beni


"Lagian Lo Cong lama amat ke toilet" bela Rani


"Lah gue langsung lupa Ama Lo Cong pas ngeliat keluarga gue" lanjut Rani


"Cong?" ucap semua orang serentak


"Lo jatohin harga diri gue Rani" omel beni


"Hai semuanya aku beni " ucap beni sambil memperkenalkan diri ke semua orang


"Dan nama panggilan nya bencong" celetuk Rani


"Jangan dengerin wanita kurang mecin ini ya semuanya" ucap beni


"Hahahaaa" semua orang tertawa melihat persahabatan yang di kemas selalu debat dan berantem


"Anu itu pak lagi pada sibuk jadi pulang sendiri" jawab beni pelan


"Yasudah bareng sama kita ya kan kita lewatin kota mu" ucap bapak Lisa


"Gak usah pak nanti malah merepotkan" jawab beni tak enak hati kalau harus merepotkan keluarga lisa


"Nak tidak apa-apa,kamu sahabat lisa bahkan dua tahun selalu bersama kamu sudah kami anggap saudara jangan sungkan ya" ucap ibu lisa


"Iya Ben toh kami juga pulang ke rumah Lisa dulu kok,kalau cuma nyempilin kamu satu doang mah muat" ucap mas Edward


"Hehe makasih ya jadi enak nih" jawab beni sambil menggaruk kepalanya


"Wuh" ucap Rani


"Yasudah ayo kita makan saja dulu yuk mumpung kumpul" ajak pak Beno


***


Sesampainya di sebuah restoran saung mereka mengambil tempat yang luas agar bisa bercengkrama bersama.


"Gimana kalian disana ?" tanya mbak berlin


"Enak dong mbak betah,cowoknya cakep-cakep" jawab Rani sambil terkekeh

__ADS_1


"Kamu putih amat dek," ucap mas berry yang melihat adek angkatnya semakin cantik dan glowing


"Suntik putih dia," celetuk beni


"Sembarangan Lo Ben kalau ngomong suka bener" jawab lisa sambil terkekeh


"Jadi cantik dan modis banget sekarang adek" ucap ibu mala


"Hehe iya kah buk?" jawab lisa sambil tersipu


"Iyaah dong" jawab Bu mala


"Incaran bos disana Bu" ucap beni sambil menyedot es teh manis nya


"Wah iyakah?" tanya pak beno


"Iyah pak disana aja jadi rebutan apa kabar sama warga +62 nih" ucap beni santai


"Ih gak kok jangan dengerin beni" jawab lisa


Rani hanya tertawa


"Untung aja gak pada ngintil kesini" cerocos beni


"Segitunya?" kaget Berlin


"Iyah mbak soalnya selain good looking kan Lisa juga good otaknya "ucap beni


"Di asah dua tahun disana,kalau dulu target nya manager sekarang dia bisa nyari CEO" lanjut beni


"Siapa coba yang gak mau dengan segala keenceran otaknya" lanjut beni


Lisa akhirnya mencubit paha beni agar diam


"AW,sakit Lisa paha aku yang putih pulus bisa-bisa riject karena cubitan kamu ih" omel beni sambil mengelus pahanya


"Jangan dengerin beni cuma bercanda dia mah" ucap lisa malu semua yang melihat kagum pada dirinya padahal ia ingin biasa saja


"Sudah-sudah ayok makan ,berantem nya ada season dua habis makan ya" lerai pak Beno


Semua orang tertawa dan menggeleng kan kepalanya


Beni yang masih kecil kesal terus mengerucutkan bibirnya akhirnya Rani mengambil cumi goreng tepung dan memaksa beni membuka mulutnya agar tak manyun terus


"Kejam sekali kau Rani" drama beni


"Lagian tuh mulut manyun mulu" jawab Rani


Beni hanya mendengus kesal lalu makan denga lahap.


"Awas keselek Ben" ucap Rani sambil menepuk bahu beni


Beni yang sedang fokus makan akhirnya kaget dan terbatuk-batuk

__ADS_1


"Arrghh uhuk uhuk"


__ADS_2