
" baiklah mah akan aku coba" jawab lisa
krek
pintu kamar yang di tempati bu mala sedikit terbuka akhirnya lisa mengintip ternyata bu mala sedang video call bersama keluarga nya
lisa memberanikan diri untuk dekat dengan keluarga bu mala
"bu.." panggil lisa
"eh iya ada apa dek?" bu mala yang sedang tiduran sambil video call langsung terbangun dan duduk di samping lisa
"siapa bu ?" suara di seberang telepon sana
akhirnya bu mala menggeser handphone nya dan memperlihatkan wajah lisa yang sedang duduk dan tersenyum
"hai mbak belin " sapa lisa kapada seseorang di balik layar sana
"adekkk ah adek ,mbak seneng deh adek kembali pulih" jawab berlin gembira
"mbak..besok aku sama ibu mau pulang nih kesitu ..boleh gak?"tanya lisa menggoda berlin
hah?
seketika mata bu mala melebar dan langsung menitikan air mata nya
dia sangat kaget dan senang akan perkataan anak angkat nya ini
"serius dek? " tanya berlin teriak
"ihh mbak jangan teriak,pengang tau sampe sini" jawab lisa tertawa
"eh maaf-maaf" berlin malu sendiri
"iya besok aku sama ibu pulang naik kereta,aku udah pesen suruh om ku tadi" jelas lisa
"ya ya ya dek di tunggu ..mana ayah ..ayaah!!!" teriak berlin dari seberang telepon
"kenapa sih lin teriak-teriak ih ?" suara pak beno samar-samar dari seberang telepon
"adek sama ibu besok pulang..lihat muka adek yah" tunjuk berlin ke handphone nya
"hai ayahh" sapa lisa
"ya Tuhan nak..." pak beno kaget sekaligus terharu
sebab beberapa kali kesana sikap lisa masih acuh tak acuh terhadap keluarga nya dan hari ini mereka melihat lisa tersenyum bahkan memanggil dirinya ayah dan ke berlin mbak..
"ya Tuhan ini keajaiban" ucap pak beno dalam hatinya
"ayah.. boleh gak aku kesitu?" tanya lisa
"boleh dek boleh banget sini sayang.. kalau mau tinggal disini juga boleh" jawab pak beno semangat
"hahaaaha " suara lisa dan bu mala tertawa
"oh ya katanya adek mau kuliah ya?" tanya oak beno
"iya yah cuma masih bingung milih kampus nya" jawab lisa
"ya sudah nanti kalau sudah ketemu bilang ayah ya ,pasti ayah langsung daftar" ucap nya semangat
"oke ayah..tunggu kami ya..bye" ucap lisa seraya menyudahi telepon
__ADS_1
"bu.. siap-siap gih besok kan mau ketemu ayah " ledek lisa ke bu mala
"sayang makasih ya adek udah mau memaafkan keluarga bery..ibu berharap adek selalu di limpahi karunia dari Tuhan" ucap bu mala sambil menggenggam tangan lisa
"amin .. sama-sama bu" lisa langsung memeluk bu mala
"dek.. walaupun kita berbeda keyakinan tapi itu gak membuat kami sekeluarga keberatan akan hadir nya kamu dek..kita sama-sama punya Tuhan hanya saja keyakinan kita berbeda tapi percayalah dek,kami sekeluarga menyayangi mu dek,jika ada yang gak nyaman disana adek bilang ya," ucap bu mala sambil mengelus rambut lisa
"iya .. gak ada an**** dan b*** kan bu?" tanya lisa sambil tertawa
"enggak ada ko dek dan mulai sekarang kalau ada adek ibu akan masak h**** terus..oke " ucap bu mala sambil mengacungkan jempol nya
lisa mengangguk-anggukan kepala nya
keesokan harinya
"mah.. aku pamit main ke rumah bu mala dulu ya" oamit lisa ke ibu nya
"iya lis..kamu hati-hati ya" jawab ibu lisa sambil mengelus bahu lisa
"bu.. terimakasih atas segala nya maaf kalau saya merepotkan ibu sekeluarga , kapan-kapan ibu harus sering main ke rumah saya ,kita ini keluarga sama-sama ibu dari lisa " ucap bu mala kepada ibu lisa sambil menyelipkan amplop tebal di tangannya
"bu.. ini jangan lah bu kami ikhlas menganggap ibu keluarga kami" tolak ibu lisa halus
"harus di terima dan tidak ada bantahan " ucap bu mala tegas
"yaudah kami pamit bu .." pamit bu mala
setelah beberapa jam menempuh perjalan akhirnya sampai di stasiun kota S
ternyata sudah di jemput oleh bery,pak beno,mbak berlin dan mas Edward plus bonus anak mbak berlin
bery yang sedang kuliah di kota M akhirnya pulang untung nya dia sudah selesai skripsi dan akan wisuda beberapa minggu lagi
"astaga berlin " ucap bu mala
"aaakkkhhh" akhirnya mereka berdua berpelukan
"selamat datang di kota S adekk" ucap pak beno
lisa lalu menyalami seluruh anggota keluarga barunya
"eh ini siapa ganteng sekali?" tanya lisa kepada bocah berusia 5 tahun itu
"felix" jawab nya
"panggil dia onty caca sayang" ucap berlin kepada anaknya
"onty caca" sapa felix kepada lisa
"hai .. kita sekarang menjadi teman ..oke" ucap lisa sambil salaman dengan Felix
"ayo kita pulang" ucap pak beno
mobil pun mulai merayap ke arah rumah pak beno
tak hentinya Berlin selalu heboh
dia begitu senang akan kehadiran lisa
pas memasuki gerbang perumahan lisa melongo
"waah elite-elite banget rumah nya" ucap lisa dalam hati
__ADS_1
akhirnya mobil berhenti dirumah ber cat coklat muda berlantai dua
"selamat datang di istana kecil kami" ucap berlin turun dari mobil
"bukan kecil ini mah mbak tapi istana beneran " jawab lisa
lisa terkagum-kagum dengan rumah di depan rumah pak beno
rumah yang sangat besar dan mewah
seketika jiwa miskin meronta-ronta
"yang punya pak menteri kali ya rumah nya bagus banget" ucap lisa dalam hati
"ayo masuk.." ucap bu mala
"kamar adek ada di lantai dua ya bekas kamar mbak" ucap berlin
"mbak gak tinggal disini?" tanya lisa
"enggak dek..mbak udah punya rumah sendiri gak jauh dari sini belakang perumahan ini" jawab berlin seraya mengajak lisa melihat kamarnya
"wah balkon nya langsung liat pemandangan rumah mewah" ucap lisa seketika membuka pintu balkon
"iya dek mana anak nya ganteng itu tetangga depan" jawab mbak berlin
"iya kah mbak?" tanya lisa penasaran
"iya anaknya dua cowok semua yang satu temen deketnya bery dan satu baru masuk kuliah" jelas mbak berlin
lisa hanya membulatkan mulutnya mendengar ucapan mbak berlin
"ayok turun makan" ajak mbak berlin
lisa hanya mengikuti di belakang mbak berlin
"tenang dek ini h**** semua kok" ucap pak beno
"iya yah" jawab lisa duduk di meja makan
semua makan tanpa ada yang berbicara
setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga
"dek..rencana nya mau kuliah dimana?" ucap mas bery membuka pembicaraan
"mas ambil jurusan apa?" tanya balik lisa ke bery
"tekhnik industri dek" jawab bery
"aku mau tekhnik sipil deh kayanya"
"bagus.." ucap mas Edward
"yaudah tinggal tentuin kampusnya dimana ?" ucap bu mala
"kayaknya di kota P deh bu" jawab lisa ragu
"wah berarti sama kaya krishna tetangga depan rumah nih tapi kayanya mau pindah ke luar negeri sekarang" ucap bu mala
"oohhh..." jawab lisa
"enak ya jadi orang kaya kuliah di luar negeri" ucap lisa dalam hati
__ADS_1