
Melihat lisa yang masih tertawa terbahak-bahak akhirnya Bram keluar mengambil air berniat akan menyiram Lisa agar sadar.
"Mas kamu ngapain bawa air" ucap handa ke suaminya
"Ini siram aja hand,biar setan nya keluar" jawab Bram yang bersiap menyiram Lisa dengan gayung yang ada di tangannya
"Eh bentar.. Jangan main siram aja mas " cegah handa
"Terus gimana hand itu Lisa sampai gak ada suara nya ketawanya"
"Mas setan gak bakal keluar kalau disiram tapi bakal keluar kalau dibacain ayat-ayat Alquran" ucap handa
"Yaudah ayo baca,kasihan itu Lisa" jawab Bram menurunkan gayung di tangan nya
"Bismillahirrahmanirrahim Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.” ucap Bram sambil mengangkat kedua tangan nya berdoa
"Itu doa mau makan mas" ucap handa menimpuk tangan suami nya
"Oh iyakah? kalau panik mas ngeblenk otak nya" jawab Bram lalu bersiap mulai berdoa lagi
"Ayo ikutin aku " ucap handa menyenggol lengan suami nya
"Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut."
"Amin" ucap Bram setelah mengikuti doa handa
Lisa melihat kelakuan sepasang suami istri itu makin terpingkal-pingkal.
"Eh kok tadi doa mau tidur ya mas?" tanya handa ke Bram
"Eh iya kah? mas kan ikutin kamu hand" jawab Bram
"Hahahahaaa" Lisa tertawa makin terpingkal-pingkal
"Astagfirullah keluar kau setan dari tubuh lisa" ucap Bram sudah seperti mbak dukun
"Woiii" akhirnya lisa memaksakan suara nya keluar
Kedua orang di depannya langsung diam dan melihat ke arahnya
"Lo berdua ngapain coba ?" ucap lisa masih sambil sedikit tertawa
"Lo gak kesurupan lis?" tanya Bram balik
"Iya kesurupan aing macan" ucap lisa sambil memberi suara Geraman seperti harimau
"Tuh kan hand" tunjuk Bram ke lisa
__ADS_1
"Macan darimana ?" ucap handa terbata karena dirinya pun agak takut
"Macan ti biskuit" ucap lisa lalu tertawa terbahak bahak
Handa dan Bram melongo di buatnya
"Kayaknya gak kesurupan mas .. Mana ada macan dari biskuit" ucap handa pelan
"Ngerjain kita nih si Lisa" jawab Bram dan lalu di jawab anggukan handa
"Lo berdua kenapa sih ?" tanya lisa setelah tawa mereda
"Lo gak kesurupan lis?" Bram masih ngeblank otak nya
"Nanya itu lagi itu lagi sih Bram,, ya gak lah kesurupan dari mana coba" jawab lisa santai
"Gila Lo ya lis gue sama suami gue panik setengah modar Lo malah ngerjain kita,mana laki gue lagi ,masa polisi takut hantu" omel handa
"Yeh gak takut hand, cuma mending nangkep komplotan begal daripada nangkep hantu" bela Bram
"Sama aja mas" ucap handa kesal
Helaan nafas terdengar dari ketiga orang tersebut.
"Lo gak punya uang lis?" tanya Bram membuka suara nya setelah meminum sebotol air mineral
"Punya Bram ..tadi gue cuma boongin handa doang eh tau nya dia percaya malah bawa-bawa kamu jadi yaudah sekalian aja ngerjain lu berdua" jawab lisa sambil terkikik
"Itu dari keluarga mas bery kemaren kesini bawa oleh-oleh banyak noh" tunjuk Lisa ke kardus yang ada di pojokan
"Gila lu ya .. Gue juga ngapain percaya aja Ama lo, kan secara gaji Lo juga gede jabatan udah diatas gue,ah udahlah " ucap handa
"Lagian Lo berdua tuh aneh tau gak, gue gak bisa bayangin kelakuan kalian didalam rumah kek gimana?" ucap lisa sambil membayangkan kelakuan handa dan Bram yang sedikit absurd
"Yey kita mah hangat kalau di dalam ya mas" jawab handa sambil memeluk pinggang suaminya
Lisa terkekeh sambil tersenyum geli membayangkan nya.
"Gak yakin gue" ucap lisa sambil memicingkan matanya
"Udah udah ah jangan bahas tadi" ucap Bram
"Kamu kapan mau pindah lis?" lanjut Bram
"Entah" jawab lisa sambil mengedikan bahunya
"Rencana nya gue mau akhir Minggu ini sih,kalau mau entar kita pindah barengan aja biar entar angkat-angkat nya sekalian" ucap Bram
__ADS_1
"Yaudah boleh" jawab lisa
Rumah Lisa,handa dan sifa sudah siap huni dan sudah akad jual beli jadi tinggal menempati saja.
Rumah yang satu blok dengan rumah Nathan dan rumah orang tua sifa.
Hari ini Lisa berangkat kerja dengan handa,bahkan sudah hampir berapa Minggu Nathan tak menampakan batang hidungnya bahkan mengirim pesan pun jarang.
Sepulang kerja Lisa dipanggil oleh seorang wanita muda cantik dengan tampilan yang sedikit seksi.
Lisa bingung karena tidak mengenal sosok wanita ini tapi wanita ini malah memanggil Lisa.
Lisa melangkah ke depan wanita tadi di lihat dari dekat perutnya agak sedikit membuncit walau belum besar tapi Lisa pernah hamil jadi dia tahu kalau wanita di depannya ini pasti sedang hamil muda.
"Kenapa ya mbak?" tanya lisa tanpa basa-basi
"Boleh kita ngobrol sebentar,kita ngobrol di kafe depan aja" ucap wanita muda itu
"Ada apa ya mbak kalau saya boleh tahu?" tanya lisa penasaran
"Nanti saya jelaskan semuanya disana" jawabnya lalu melangkah ke arah mobil nya
Lisa menaiki motor matic nya dan berjalan dibelakang mobil wanita muda tadi,hari ini handa ijin setengah hari karena ada acara dengan ibu bhayangkari.
Sesampainya di cafe Lisa memarkirkan motornya dan mencari wanita tadi
"Duduk mbak" ucap wanita muda itu
"Ya" jawab lisa datar
"Kenalin aku sisil " ucap sisil tanpa mengulurkan tangan nya hanya menyebut namanya
"Ya " jawab lisa sudah malas berbasa-basi karena tidak langsung ke intinya
"Waw angkuh juga ternyata lisa ini,jadi Nathan suka yang seperti ini" batin sisil melihat sifat Lisa yang datar dan tak suka mengulur waktu.
"Sebenernya ada apa ya ? jangan terlalu basa-basi saya harus pulang" ucap lisa to the point
"Mbak tau siapa saya? " harusnya sisil menjawab malah memberi tebak-tebakan
Lisa tak menjawab hanya mengedikan bahunya.
"Good !! pantas Nathan tergila-gila dengannya,dia kelihatan wanita tangguh dan ya susah di sentuh,tapi sebentar lagi akan ku bikin malu kau mbak" batin sisil sambil senyum menyeringai
"Tak perlu bermain teka-teki dengan ku,saya tak tertarik untuk bermain teka-teki langsung ke intinya,jangan buang waktu berharga saya" ucap lisa tegas ke sisil
"Baik saya akan jelaskan semua nya dan saya harap setelah ini mbak akan mengerti dan mbak akan tahu diri" ucap sisil sambil tersenyum licik
__ADS_1
"Ya silahkan" ucap lisa sambil menunggu bibir cantik wanita di depannya itu menjelaskan apa yang membuat ia harus membuang waktu istirahat nya hanya untuk duduk dengan wanita yang sedang hamil muda ini.
"Saya-" ucap sisil