
"Jangan-jangan apa mah?" tanya papah Nathan
"Nathan di jebak di kasih obat perangsang pah" ucap mamah Nathan
"Tapi gak tau juga sih ya pah itu reaksi obat perangsang apa emang dasar nya Nathan yang nafsuan" lanjut mamah Nathan sambil melirik sinis ke arah Nathan
"Mah..." ucap nathan
"Terus gimana ? sisil hamil ?" Tanya papah Nathan
"Iyaah pah ngaku nya di hamil 4minggu" jawab nathan lesu
"Bisa-bisa nya kamu lupa pake sarung pengaman than padahal selama ini juga kan kamu sering melakukan nya tapi kenapa kali ini kamu ceroboh" ucap papah Nathan heran dengan tingkah anak nya itu
"Papah yakin sudah ratusan kali atau ribuan kali kan kamu melakukan hal seperti itu" lanjut papah Nathan
Nathan diam tak bergeming dan menundukkan kepala nya.
"Terus gimana pah?" tanya nathan
"Ya kamu tanggung jawab lah masa iya papah yang tanggung jawab,yang bikin kamu kok" jawab sang papah
"Tapi aku suka sama mbak lisa pah,aku gak mau pisah sama dia" ucap nathan lesuh
"Kalau kamu gak mau pisah ya harusnya kamu jangan aneh-aneh " omel sang mamah
"Ya kan aku di jebak mah bukan mau aku kok" bela Nathan
"Baru aja seneng bakal punya mantu dewasa dan baik malah kejadian kaya gini," ucap sang mamah sambil memijat kepala nya
"Ya sudah gini aja kalau emang beneran hamil ya kamu harus tanggung jawab nathan,tunjukin kamu pria sejati" putus sang papah
"Tapi pah?" ucap nathan ingin menyangkal keputusan sang papah
"Kamu mau gugurin kandungan sisil,inget dosa kamu aja udah banyak Nathan" ucap papah Nathan sambil menatap tajam Nathan
Nathan hanya diam dan menundukkan kepalanya.
Di pikiran nya bagaimana kalau lisa tahu dan pastinya Lisa akan menjauh.
Nathan menjambak-jambak rambutnya sendiri karena frustasi.
"Sudah jangan di jambak-jambak rambut mu gak bakal ngerubah kenyataan" omel sang mamah sambil melirik sinis ke arah Nathan
Baru saja mamah Nathan senang bukan main karena sang anak sudah berubah dan ia tahu Lisa wanita yang baik dan dewasa.
__ADS_1
Berbeda dengan keluarga Nathan
Di kost an Lisa kedatangan keluarga bery sekeluarga
"Dek.. kamu gak mau beli rumah aja?" tanya pak beno ke lisa
"Iya adek lagi nyari yah" jawab lisa sambil duduk di samping mbak berlin
"lagian ya dek rumah itu bisa buat investasi" ucap mbak berlin
"Iya mbak.. " jawab lisa sambil bermain dengan anak ke dua mbak berlin
"Kamu lagi deket sama seseorang dek?" tanya bery ke lisa
"Gak.." jawab lisa cepat
"Jangan bohong mas pernah loh lihat kamu di bonceng cowok motor gede"
"Hah masa ? dimana ?" tanya lisa kaget karena seingat nya tak pernah bertemu siapapun kalau ia sedang bersama nathan
"Kalau udah ada yang Deket kasih tahu kami ya dek,kami harus tahu dia baik dan gak bakal nyakitin adek" ucap bu mala sambil membelai rambut lisa.
Lisa mengangguk dan tersenyum.
Beberapa hari berlalu Lisa dan Nathan masih dekat dan masih sering menghabiskan waktu bersama .
Nathan melangkah ragu masuk ke dalam rumah nya.
Sesampainya di depan pintu semua orang langsung melihat ke arah dirinya berdiri.
"Nathan akhirnya pulang juga" ucap sang perempuan cantik yang memakai dress bunga-bunga kuning
"Ada apa ini?" tanya nathan to the point
"Kamu lupa Nathan sama yang kami sampaikan kemarin,kami menunggu itikad baik keluarga kalian tapi ternyata sampai hari ini tak ada kabar sama sekali terpaksa kami datang lagi dan meminta pertanggung jawaban kamu kepada anak saya" ucap laki-laki seumuran papah nya
"Kalian tahu kalau anak kalian yang menjebak saya?" ucap nathan lantang
"Apapun itu tapi semua sudah kejadian Nathan, di dalam perut sisil ada buah hati kamu" ucap perempuan berumur 37 tahunan itu
"Saya masih kuliah dan sisil pun masih kuliah,saya masih ingin melanjutkan pendidikan saya dan saya belum siap menikah.Dan seandainya menikah pun aku akan menikah dengan pacar saya yang sekarang bukan dengan anak kalian" tegas Nathan kepada kedua orang tua sisil
"Tapi aku gak mau janin ini di gugurin than .. Ini buah cinta kita berdua" ucap sisil sambil menahan tangis nya
"Bukan buah cinta kita tapi buah cinta kamu,karena aku sudah tak ada rasa sedikitpun kepada mu. Semenjak aku memutuskan hubungan dengan mu asal kamu tahu tak ada rasa sisa sedikit pun di hati ku namamu" ucap nathan tajam
__ADS_1
Air mata sisil akhirnya luruh ke pipinya,air mata yang sedari tadi ditahan kini mengalir deras di pipi nya.
Sisil merasa terhina dan sangat direndahkan oleh ucapan Nathan.
"Keterlaluan kamu Nathan " ucap papah sisil berdiri dan hendak menampar Nathan
"Silahkan tampar saya " jawab nathan berdiri di depan papah sisil
"Jangan pah.. Jangan sakitin Nathan kalau papah sakitin Nathan sama saja papah nyakitin aku" ucap sisil memegang tangan sang papah
"Kamu itu selama ini sudah mau enaknya saja bersama anak saya.. Bahkan kesucian anak saya pun kamu yang ambil kan" ucap papah sisil dengan rahang mengeras dan mata yang sudah memerah menahan amarah yang siap ia ledakan kepada Nathan
"Saya gak pernah memaksa sisil.. Bahkan yang pertama mengajak itu anak anda sendiri bukan saya,jadi anda harusnya paham seperti apa anak yang anda didik itu" jawab nathan tak kalah emosi
"Nathan" ucap sang papah keras
"Papah sama mamah gak pernah ajarin kamu kasar sama orang tua,jangan keterlaluan kamu nak.. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan kepala dingin jangan seperti ini" ucap mamah nathan menenangkan anaknya sambil mengelus punggung anak nya
Semua nya duduk dan mengatur nafas masing-masing,masih terlihat jelas amarah di muka nathan dan papah sisil.
Papah sisil tak terima anak nya di perlakukan seperti itu oleh Nathan, selama ini ia percaya dengan nathan karena ia dan papah Nathan cukup kenal.
"Jadi sisil benar hamil sekarang?" tanya papah Nathan membuka diskusi
"Iya pak,kami sudah memeriksa kan ke dokter dan dokter bilang sisil sudah hamil 4 Minggu" jawab mamah sisil
"Terus untuk kedepannya bagaimana?maksud saya nathan dan sisil kan masih pada kuliah.," ucap papah Nathan dengan tenang
"Saya gak mau om kalau sampai harus di gugurin,saya cinta sama Nathan" ucap sisil dengan derai air mata pipi nya
"Cihh.." Nathan mendecih mendengar ucapan sisil
"Bagimana denganmu nathan ?" ucap sang papah kepada Nathan
"Saya menolak pah kalau harus menikah,saya akan bertanggung jawab sampai anak itu lahir tapi kalau harus nikah resmi saya gak mau pah,saya punya masa depan sendiri bersama pacar saya" jawab nathan tegas
"Egois sekali kamu ! masih sempet-sempet nya memikirkan pacar mu disaat seperti ini" ucap papah sisil geram mendengar ucapan Nathan
"Jelas saya memikirkan nya karena dia wanita yang baik dan sopan yang tak tersentuh sedikit pun oleh siapapun,tidak seperti anak anda yang haus belaian" ucap nathan mulai emosi
"Cih wanita lebih tua dari umur mu saja di banggakan,nanti kamu masih gagah dia sudah nenek-nenek" ucap mamah sisil
"Jaga bicara anda, !! urus anak anda agar bersikap lebih baik" jawab nathan tak terima sang pacar si hina
Papah dan mamah Nathan saling pandang dan hanya menggelengkan kepala nya lalu memijat keningnya masing-masing.
__ADS_1
"Kapan akan selesai masalah nya kalau seperti ini terus?" batin mamah nathan