Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
04


__ADS_3

Bery bingung harus memulai menjelaskan dari mana sedangkan dua orang di depannya ini sudah seperti orang yang tidak sabar dan malah marah-marah terlebih sedari datang kakak nya pras tak berhenti mengoceh menyalahkan lisa


"ini semua gara-gara lisa pasti " ujar mbak susi


"mbak..bu... ini seb-.." ucap bery malah di potong mbak susi lagi


"mas nya yang nolongin ya mas,harusnya mas temenin adik saya saja jangan nemenin perempuan ini " ucap mbak susi menatap sengit kearah lisa yang terbaring


klek


"ada apa ini ber ?" tanya mas Edward masuk


"ini keluarga mas pras,mas" terang bery ke mas Edward


Edward membulat kan mulutnya


"maaf bu..saya Edward dan ini adik saya bery saya akan menjelaskan semua nya ya"


Edward mengambil nafas sejenak


"maaf tadi terjadi kecelakaan yang menimpa mas Pras dan keluarga kecilnya,saya minta maaf sebesar-besarnya dan saya janji akan bertanggung jawab untuk semuanya" terang mas Edward


"maksudnya gimana mas jangan berteleh-teleh saya gak paham" jawab ibu Pras


"mas pras dan anaknya telah berpulang bu" jujur mas Edward langsung


"APAAA????" kedua wanita ini terbelalak kaget dan langsung histeris


"GAK MUNGKIN MAS TADI PAGI PRAS BIASA SAJA DAN MASIH SEHAT" ucap ibunda pras


"semua di luar kendali kita bu,saya juga tidak menginginkan kejadian seperti ini namun semuanya sudah terjadi saya berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya" jelas Edward


"pras ..pras...kenapa kamu pergi pras" ujar ibu nya sambil menangis pilu


dan disaat itu lisa pun mulai siuman dari pingsan nya


"mas..mas..jangan tinggalin aku" ucap lisa lirih sekali


"sabar ya mbak " bery berusaha menenangkan lisa


klek pintu di buka dan ternyata keluarga lisa datang


"ada apa ini lis ?" tanya bapak Lisa


"pak..mas pras pak dia pergi bawa dean" ucap lisa dengan derai air mata yang mengalir deras di pipi nya

__ADS_1


"maksud kamu gimana lis?" tanya bapak lagi


"hu..hu..hu..pak .." hanya itu yang lisa ucapkan


suara lisa terasa tercekat untuk menjelaskan semuanya


"maaf pak .. jadi tadi saya dan adik terlibat kecelakaan dengan mas pras dan mbak lisa , semua di luar kendali saya pak awalnya mobil baik-baik saja tapi pas jalan turunan tiba-tiba rem mendadak tidak berfungsi dan disaat itu pula motor yang di kendarai mas Pras di depan dan sedikit oleng jadi terjadi lah kecelakaan ini pak" terang Edward


"terus gimana keadaan pras dan dean ?" tanya ibu lisa pelan dengan mata yang menyoroti seluruh ruangan mencari Pras dan dean


"mereka ..mereka telah berpulang pak " ucap Edward sambil menunduk


"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap bapak dan ibu lisa serempak


"terus ini gimana mas?"tanya bapak lisa


"semua sudah selesai pak tinggal dibawa pulang mau di kebumikan dimana pak?" tanya Edward lagi


"saya tidak bisa memutuskan mas biar saya berunding dengan ibu pras" jawab bapak lisa seraya melangkah mendekati ibu Pras yang sedari tadi menangis


"bu.. pras dan dean mau di kebumikan dimana ? saya gak bisa langsung memutuskannya karena masih ada dari keluarga pras?" tanya bapak lisa pelan


"disini saja" hanya itu yang keluar mulut ibu pras


bapak Lisa melangkah ke arah Edward lagi


sementara ibu lisa berusaha menenangkan lisa


ibu lisa juga sangat terpukul atas kejadian ini karena baru 2 tahun ini dia memiliki cucu tapi sekarang malah di panggil lagi oleh Tuhan


"sabar nak ..sabar..ayo istighfar nak " ucap ibu lisa menenangkan lisa


lisa hanya menangis dan tubuhnya sangat lemah


"baik pak,saya urus semuanya dulu" ucap Edward seraya pergi meninggalkan ruangan


selesai mengurus semua nya hp Edward bergetar dan ternyata telepon dari istrinya


"halo mas dimana ?" tanya berlin


"masuk saja di depan ruang mawar" ucap Edward


"iya mas" ucap berlin seraya mematikan telepon


berlin dan kedua orang tuanya melangkah ke tempat yang di sebutkan suami nya tadi

__ADS_1


"kok perasaan ayah gak enak ya lin?" ucap ayah berlin dan bery


"sama yah ,ibu juga enggak tenang gini" sambung ibu berlin dan bery


"berdoa saja semoga semua baik-baik saja" ucap berlin menenangkan kedua orang tua nya


sejujurnya dia pun merasa tak enak perasaan nya tapi dia berusaha tepis segala keburukan yang menganggu di hati nya


di depan ruangan sudah ada mas Edward berdiri


"mas.." sapa berlin ke suami nya


"sayang..anak-anak sama siapa ?" tanya Edward ke istrinya


"sama ibu mu mas ,aku titipkan " jawab berlin


"mana bery?" lanjutnya


"di dalamnya, ayo.." ajak Edward kepada kedua mertua dan istrinya


klek


berlin dan kedua orang tua nya kaget melihat semua yang ada di ruangan menangis dan di pojok sana ada bery dengan wajah menunduk dan hanya diam membisu


"semua nya sudah siap pak,bu " ucap bery ke semua orang yang ada di ruangan


"ayo,jangan di tunda-tunda kasihan jenazah nya" ucap bapak lisa


lisa mencoba berdiri dan dirangkul oleh ibu dan bapaknya


sedangkan ibu pras di rangkul kakak nya pras


berlin masih belum paham dengan situasi yang terjadi sekarang


"mas.." ucapnya ke suaminya


"sudah ikut saja dulu " ajak suaminya


berlin dan kedua orang tua nya hanya mengangguk


semua memasuki mobil dan lisa tak hentinya menangis


dia sangat terpukul dengan semua ini


"bagaimana hidupku setelah ini Ya Allah ,aku harus apa setelah ini, masih bisa kah aku melanjutkan hidup ini,kenapa aku tak sekalian Engkau panggil ya Allah,aku harus apa,harus gimana setelah ini" ucap lisa di dalam hatinya

__ADS_1


bahkan dalam mimpi pun lisa tak pernah terbayang akan hal ini dan hari ini dia mendapati kenyataan yang benar-benar membuat hidup nya tak berdaya seketika.


'semua adalah titipan tuhan dan kita pun akan kembali kepada-Nya'


__ADS_2