Cinta 5 Langkah

Cinta 5 Langkah
21


__ADS_3

berbeda dengan dewa dan bery yang sedang bersenda gurau,lisa sekarang sedang memikirkan perkataan handa kemarin


'apa aku harus buka hati untuk mencoba sebuah hubungan lagi kalau nanti di tinggal lagi bagaimana.?' batin lisa


saking fokus terhadap pikiran nya sendiri,ia sampai tertidur


keesokan harinya


lisa berangkat kerja bersama handa


sifa hari ini masih cuti menikah


"lis .. kok gue gak srek ya kalau seandainya lu sama nathan-nathan itu" ucap handa sambil berjalan beriringan dengan lisa memasuki ruangan kerja nya


"menurut gue gimana gitu tuh bocah,iya sih cakep tapi " lanjutnya pusing sendiri dengan penilaian hatinya terhadap nathan


"udah lah han ..gue juga belum tentu mau kok" jawab lisa


hari ini cepat berlalu dan sekarang waktu pulang kerja


ketika lisa dan handa akan pulang, tiba-tiba ada yang memanggil nama lisa


"mbak lisa" teriak seorang wanita dari belakang


lisa menoleh dan mendapati seorang wanita berlari kecil ke arah nya


lisa membaca id card wanita itu ternyata dia dari bagian marketing


"kenapa mbak?" tanya lisa setelah wanita itu berada di depan lisa


"ini " ucapnya sambil mengulurkan tangan nya dengan sebuah kotak sedang


"apa ini mbak?" tanya lisa lagi


"ada titipan dari seseorang mbak ..di terima ya karena ini titipan jadi aku harus amanah" ucap wanita tadi sambil menyerahkan kotak itu


"tapi dari siapa ?" tanya lisa bingung


"coba mbak buka aja ,siapa tahu ada suratnya" ucap nya sambil ia berpamitan ke lisa dan handa


lisa jadi semakin bingung


"udah di terima aja dulu, entar kita buka di kost an ,ayo pulang" ucap handa menarik tangan lisa


sesampainya di kost an handa langsung mampir ke kost lisa ,karena di minta lisa mampir dulu padahal kamar nya hanya jedah 1 kamar dari kamar lisa


"ayo buka han" ucap lisa menyuruh handa membuka kotak itu


"dari siapa ya lis kira-kira?" tanya handa


lisa mengedikan bahu nya


"udah ayo buka ,malah di pantengin aja" ucap lisa lagi


"eh jubedah ini punya lu,ngapa lu nyuruh gue sih" jawab handa nge gas


"dih kok nge gas" ucap lisa sambil tertawa


"lagian dari tadi ayo buka ,ayo buka tapi lu sendiri diem bae " sungut handa


"gue takut isi nya bom han," jawab lisa sambil menjauh


"gilaa masa iya bom sih lis..udah buang aja " panik handa sambil melempar kotak itu


dan prak .. kotak terjatuh dan tutup nya terbuka


di dalam nya ada sebuah jam tangan

__ADS_1


"jam lis ?" ucap handa tapi masih dalam posisi berdiri di belakang lisa


lisa akhirnya mengambil jam itu dan ternyata ada surat di bawah nya


'jam ini agar kamu bisa selalu ingat waktu sama seperti ku yang selalu ingat dirimu'


-nathan


"dari siapa ?" tanya handa


"baca sendiri.. ilmu dari guru di pake jangan malas membaca" jawab lisa sambil meyerahkan kertas tersebut


"heleh tinggal jawab aja susah amat" gerutu handa


lisa melihat jam tangan itu dan memandangi nya


"kayaknya bocah lu anak orang kaya deh.. bukti nya bisa beliin jam begini ,,kalau gak orang kaya dari mana dia dapet duit kan belom kerja" cerocos handa


lisa lagi-lagi mengedikan bahu nya


beberapa hari kemudian sifa sudah mulai masuk kerja dan sepulang kerja mereka janji akan mampir ke sebuah cafe dulu


sambil menunggu makanan datang


mereka mengobrol dan bercanda seperti biasa


lisa jika dengan orang yang tidak terlalu dekat jangankan bercanda,basa-basi saja ia malas


tapi berbeda kalau sudah dekat mereka pasti tahu akan kebobrokan lisa sebenernya


lisa sebenernya orang yang supel dan mudah bergaul.dia juga punya selera humor yang tinggi


tapi semenjak kejadian naas yang menewaskan suami dan anaknya itu ia malas kalau hanya berbasa-basi apalagi jika orang itu sudah tahu kehidupan lisa sebelum nya pasti mereka akan iba kepada lisa


dan lisa sangatlah enggan untuk di kasihani


lisa hanya memicingkan matanya


"katanya dia bakal tobat setobat-tobat nya kalau bisa sama lu" lanjutnya


lisa hanya tertawa menanggapi ucapan sifa


sedangkan handa hanya menyimak nya


"ah sial lu gak ada coment atau apa gitu" sungut sifa


"iyaa terus gue mau coment apa sif ?" tanya lisa


"lu gak tertarik sama sepupu gue " ucap sifa


"dia anak tunggal loh"


"sebenarnya dia sangat baik dan anak mamih banget tapi ya itu minus nya playboy aja" lanjut nya


"terus sif?" tanya lisa lagi,ia bingung harus menanggapi nya seperti apa


"lu coba lah dulu deket sama dia,kalau cocok ya syukur gak yaudah tinggalin," ucap sifa enteng


"gue janji kalau sampe dia macem-macem sama lu,gue geplak kepala nya" lanjutnya lagi


obrolan mereka terhenti karena makanan datang


mereka makan dengan tenang


setelah berpisah dengan sifa karena beda jalur


handa dan lisa akan kembali pulang mengendarai motor matic putih lisa

__ADS_1


motor melaju dengan santai dan si pengemudi dan penumpang nya terus mengobrol


"lis .. kalau lu mau coba deket dengan nathan gak papa coba aja lis.. lupain ucapan gue kemaren ya" handa membuka suara di perjalanan


"entah lah han ..gue juga bingung ,, sebenarnya gue juga males tapi gue gak enak sama sifa " jawab lisa


"iya di coba aja dulu lis,, siapa tahu nathan bener baik" ucap handa sambil terus mengendarai motor nya hati-hati


"iya gampang gue pikirin lah" jawab lisa


tak terasa mereka sampai di depan kost an


handa masuk ke kamar nya dan lisa pun masuk ke kamar nya


sesampainya di kamar lisa langsung mandi dan beres-beres kamar kost an


tiba-tiba handphone nya berdering dan terpampang nomor baru di layar nya


lisa tak mengangkat nya dan handphone nya masih terus berdering


akhirnya lisa mencoba mengangkat nya,lisa pikir siapa tahu penting


"halo" sapa orang di seberang sana setelah lisa menggeser tombol bewarna hijau


lisa masih diam dan terus mengingat suara siapa yang berada di seberang telepon sana, menurut nya semua keluarga nya tidak ada yang suara nya seperti itu


"halo.. haloo..". ucap nya lagi


"halo" akhirnya lisa menjawab suara telepon itu


"halo mbak ,ini nathan" ucap nya


'ternyata bocah itu' batin lisa


"ada apa ?" tanya lisa ketus


"jangan galak-galak nanti kayak kak ros loh" ucapnya sambil tertawa pelan


"kalau emang gak ada yang penting jangan ganggu orang,ini waktu istirahat" ucap lisa tajam


"hehe sorry mbak.. aku cuma mau ngucapin selamat malam,mimpi indah ya,semoga mimpi in aku ya" ucap nya dengan tengil


'ya tuhan bocah ini' batin lisa heran dengan sifat nathan yang tengil sekali


" kamu dapat nomor ku dari mana ?" tanya lisa,darimana bocah ini bisa tahu nomor nya padahal sebelumnya ia tak pernah memberikan nomor nya ke sembarang orang


"mau tahu apa mau tahu banget banget?" jawabnya


'ya tuhan bocah ini ternyata tidak bisa di ajak serius' gumam lisa kesal dengan bercandaan bocah itu


"kalau gak mau jawab,aku matiin nih " ancam lisa


"eh jangan-jangan, iya-iya aku jawab " jawabnya


"yaudah jawab darimana ?" lisa kesal


"dari sifa" jawab nya


'sifa ?' ucap lisa dalam hati


"halo mbak.. maaf ya kalau aku minta nomor mbak ke sifa soalnya aku jarang ketemu mbak dan kalaupun ketemu pasti mbak gak bakal mau ngasih ..iya kan?" ucap nya


"hmmm" jawab lisa


"ya udah mbak selamat istirahat ya" ucap nya sambil menutup panggilan telepon nya


'ya tuhan kenapa aku gak kepikiran kalau nathan sepupu sifa'

__ADS_1


'sifa bener-bener ,gak ijin dulu malah main langsung kasih aja' gumam lisa


__ADS_2