
"tapi apa dek?" tanya bery ke lisa
"gak papa .ayo pulang.." ajak lisa
sebenarnya lisa sendiri ragu akan pulang ke rumahnya dia takut akan selalu mengingat setiap kenangan di rumah itu
mobil pun akhirnya berjalan
dengan menempuh perjalanan sekitar 8 jam akhirnya sampai di rumah lisa
semua tetangga menatap iba dan haru kepada lisa
bahkan tak sedikit semua orang menangis melihat lisa
bagaimana pun mereka ikut merasakan bagaimana kehilangan dua orang sekaligus
"mah ..aku mau masuk kamar " ucap lisa langsung masuk ke kamar nya
"iya .. jangan di kunci ya pintu nya" ucap bu minah
lisa mengangguk dan masuk ke kamarnya
semua orang duduk di ruang tamu
"yah.. bagaimana kalau ibu disini dulu?" tanya bu mala ke suaminya
"apa gak merepotkan bu?" tanya balik suaminya
bu mala mengedikan bahunya dan menghela nafas
"silahkan di minum" ucap bu minah
"bu apa boleh kami dengar cerita tentang lisa?" tanya bu mala
"boleh" jawab bu mina sambil mengangguk
"lisa itu anak perempuan kami satu-satu nya dia mempunyai kakak dan adik laki-laki,dia cuma lulusan SMA setelah tamat sekolah dia merantau ke kota ikut bersama kakaknya bekerja di pabrik dan ternyata dia bertemu Prasetyo baru berapa bulan mereka pacaran pras langsung mengajak nikah dan lisa pun setuju waktu itu lisa baru mau umur 20an , menurut saya masih sangat muda tapi kami pun takut karena jauh dari kami mereka akan berbuat zina akhirnya mereka nikah dan lisa gak lama langsung hamil,setelah usia kandungan lisa 7bulan dia berhenti kerja dan pulang kesini tapi pras masih tetap kerja di kota..karena jarak kota B kesini hanya 3 jam jadi Pras bisa 2 minggu sekali pulang,selama ini kami gak tau kalau ternyata lisa di perlakukan seperti itu oleh keluarga pras karena lisa gak pernah cerita apa-apa .lisa juga dulu dia punya cita-cita kuliah tapi malah nikah dan lisa akhirnya mengubur semua cita-cita nya" ungkap bu minah
"berarti sekarang lisa masih berumur 22 bu?" tanya bu mala
"iya bu.." jawab bu minah langsung
"bu.. untuk ke depannya keluarga kami yang akan menanggung kebutuhan lisa , dan mendengar cerita ibu tadi bagaimana kalo lisa kuliah saja bu biar dia bisa mendapatkan kesibukan ,biar kami yang tanggung semua biaya nya" jelas Edward
"baik mas nanti saja ajak lisa bicara tentang ini"
__ADS_1
"bagaimana rencana ke psikiater nya ?" tanya bu minah
"ya tetap akan berjalan bu.. kalau tidak merepotkan saya akan menyewa rumah yang di Kontrakan disini bu biar bisa selalu menemani dan memantau lisa " ujar bu mala
"gak usah ngontrak bu..disini ada kamar kosong yang tak dipakai .. kebetulan bapak lisa pun tak bekerja disini tapi merantau di kota A bu.." jawab bu minah
"ya syukur lah kalo seperti itu" ucap bu mala lega
keesokan harinya bery dan keluarga nya pulang terkecuali ibu mala
di perjalanan pulang bery hanya terdiam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun
"ber.." sapa berlin ke bery
"kamu jangan berlarut-larut seperti ini ya ,yakin semuanya akan baik-baik saja ,mbak percaya lisa orang baik lihat lah bapak dan ibu nya sangat baik kan.."
"mbak percaya lisa pasti akan membukakan maaf untuk kita dan dekat dengan kita" ucap berlin
"mas juga janji ber akan menjaga lisa seperti adik kandung mas sendiri dan mas akan coba selalu buat lisa tenang dan nyaman di keluarga kita,dia malaikat bagi kita ber,kalo lisa tak melakukan hal ini mungkin kita sudah berada di kantor polisi" ucap Edward
"sekarang kamu juga harus bangkit ,ayo kita sama-sama buat lisa bahagia dan tenang menjalani hidup ini ber,kalau kamu sendiri seperti ini bagaimana dengan lisa ber" lanjut Edward
"benar kata Edward ber.." ucap pak beno
"mungkin lisa keberatan kali ya yah karena kita beda agama" ucap berlin
"bukan..kata bapak lisa sih emang lisa orang nya cenderung begitu kalau kecewa lebih memilih sendiri" jawab pak beno
"ayah gak memaksa lisa ikut kita hanya saja ayah akan tetap sering mengunjungi nya" terang pak beno
"padahal kalau seandainya lisa mau ikut sama kita pasti aku seneng banget" ucap berlin sambil tersenyum sedikit membayangkan lisa dan dirinya akrab
"pokoknya lisa itu malaikat keluarga kita " ucap pak beno
semua orang di mobil itu mengangguk
beberapa hari kemudian lisa tampak sudah agak mendingan di banding hari kemarin-kemarin nya
sekarang dia sudah sering keluar dan mau di ajak ngobrol dengan Bu mala
bu mala sangat sabar dalam menghadapi lisa
dan sudah 2 hari ini mereka ke psikiater terdekat di tempat lisa
"dek .. makan yuk" ajak bu mala
__ADS_1
keluarga lisa memang dari keluarga menengah sederhana bapak nya seorang sopir dan ibu nya ibu rumah tangga biasa
ibu mina,raka sudah duduk di ruang tivi karena sudah seperti biasa nya mereka makan bersama di tempat itu
"iya " jawab lisa
lisa menerima nasi dari mamah nya dan lalu menyuap nasi ke mulutnya
perasaan bu mala sangat terharu melihat lisa sudah sedikit mulai bangkit
setiap malam dia menangis ketika melihat lisa menangis pilu berharap suami dan anaknya kembali
"mah ..aku pengen cari kesibukan biar gak bete di rumah Mulu ,apa aku kerja aja ya?" ucap lisa membuka pembicaraan
"adek mau kuliah?" tanya bu mala langsung to the point
"kuliah?" tanya lisa bingung
"iya ..adek kuliah dulu baru kerja ya" ucap bu mala mendekati lisa
"kasihan bapak kalau aku kuliah bu" ucap lisa
akhirnya kata-kata ibu keluar dari mulut lisa yang membuat bu mala tersenyum senang
"nanti biar ayah sama ibu yang urus kalau itu,adek cukup kasih tahu mau jurusan apa dan kuliah dimana " terang bu mala
"apa mau bareng sama mas bery? tapi mas bery sudah mau selesai ,dia kuliah di kota M " lanjutnya
lisa berfikir sejenak lalu melirik ke arah ibu nya
"kan kamu dulu pengen kuliah sekarang mungkin kesempatan nya lis" ucap bu minah
"kan raka juga udah masuk SMP" lanjutnya
"biar aku pikir-pikir dulu ya bu" ucap lisa melihat ke arah bu mala
tigabulan berlalu dan lisa sudah tak pergi ke psikiater lagi karena menurut dokter trauma nya sudah hampir hilang hanya saja masih ada akan rasa was-was dan teringat akan suami dan anaknya itu wajar karena mereka orang terpenting dalam hidup lisa
"mah..kayaknya aku kuliah aja kali ya" ucap lisa langsung duduk di dapur bersama ibu nya
"iya mamah setuju lis..kamu yang rajin ya kalau kuliah jangan buat kecewa keluarga bu mala dan mamah kecewa ,bapak pasti seneng denger ini" jawab ibu lisa
"lis.. bisa kah kamu memaafkan keluarga bery mereka benar-benar bertanggung jawab lis sama kita,kamu lihat bu mala berbulan-bulan disini meninggalkan suami dan anak cucunya demi kamu dan pak beno,mas bery,mas Edward dan mbak berlin sering kali bolak balik kesini padahal jaraknya sangat jauh..cobalah nak jangan jadi pendendam itu akan buat hidup kamu susah sendiri nak" nasihat bu minah kepada lisa
lisa diam dan terus berfikir potongan-potongan kejadian akhirnya muncul di otak nya
__ADS_1