Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 1


__ADS_3

Pukul 09:45 aku sudah berada ditaman depan kampus membaca novel yang baru saja ku beli beberapa hari yang lalu. Padahal jadwal kuliahku baru akan dimulai pada pukul 11:00 nanti. itu berarti masih ada waktu sekitar satujam lebih lagi. Tapi aku lebih memilih untuk menunggu ditaman ini dari pada harus menunggu diapartemen sendirian. entah kenapa ditaman ini aku merasa tenang meski aku tak hanya sendirian disini. Tapi untuk hari ini aku tidak merasakan ketenangan itu lagi. Ditengah asiknya membaca novel satu suara yang memanggilku membuat ketenanganku terganggu.



Aldiansyah Putra, laki-laki yang selalu tidak bisa membiarkan aku tenang sebentar saja. Mahasiswa yang beberapa minggu ini menjadi orang baru di jurusan yang sama denganku. namun meski ia baru pindah kekampus tempat aku menuntut ilmu ini, ia sudah dinobatkan sebagai playboy kelas atas.



Bagaimana tidak belum juga satu bulan dia kuliah disini sudah banyak perempuan yang menjadi korban gombalannya, tapi maaf-maaf saja aku tidak termasuk di dalamnya, karna menurut penilaianku dia biasa saja, wajahnya pun standar tapi itu hanya penilaianku, aku tidak tahu jika penilaian orang lain dia seperti apa.



Dia memang memiliki tubuh yang atletis, hidung yang mancung dan kulit yang, ya lumayan agak putih. tapi tetap saja dia tidak ada istimewanya di mataku.



"Vina," panggil Aldi kepadaku, entah itu panggilan untuk yang keberapa kali yang aku acuhkan. Aku malas berurusan dengan laki-laki seperti dia.



"Vina," panggilnya lagi membuat aku mendengus kesal.



"Apa sih Aldi, kamu tau gak kalau kamu itu ganggu?" ketusku lalu pergi meninggalkan laki-laki itu.



Aku memutuskan pergi kekelas. karna kebetulan kelas akan dimulai beberapa menit lagi, namun saat sampai di depan kelas aku tidak mendapati kedua sahabatku, padahal mereka tahu bahwa hari ini dosen killer yang akan masuk tapi sudah jam segini mereka bulum datang.



Aku segera mengambil ponsel yang ada di dalam tasku berniat untuk menghubungi kedua sahabatku itu, namun baru saja aku membuka kunci pada layar ponsel, suara kedua sahabatku sudah terdengar ditelingaku.



"Kamu kemana aja sih, Vin dari tadi kita cari-cari gak ada?" Cerocos Fitria saat tiba di sampingku.



"Aku dari taman sejak tadi. Memang kalian nyari aku kemana aja?" Tanya ku pada mereka.



"Kita nyari kamu ke kelas, ke toilet lalu kekantin," jawab Ayuni dan Fitria berbarengan.



"Cuma ketiga tempat itu saja? dan kamu bilang tadi sudah mencariku kemana-mana?" ucapku tak percaya, lalu mendapat anggukan polos dari keduanya. Kesal? Tentu saja.



"Kenapa gak nyari aku ketaman juga?" tanyaku.


__ADS_1


"Karna kita lapar, Vin, makanya saat udah di kantin kami langsung pesan makan dan gak lanjutin nyari kamu lagi," jawab Fitria dengan polos membuat aku melongo mendengar jawabannya, aku heran sebenarnya mereka niat nyari aku apa cuma nyari makan saja?



Tapi sudahlah aku tak mau membahasnya lagi lebih baik aku duduk di bangkuku dan kembali membaca novel sambil menunggu dosen yang akan memberi materi hari ini, dari pada harus mendengarkan perkataan mereka yang hanya akan membuat aku kesal saja.



Oh iya, akan ku akan perkenalkan kedua sahabatku yang aku temui saat awal-awal ospek, namanya Ayuni Syifa. Seperti namanya dia juga mempunyai paras yang ayu dan imut, diantara kami bertiga dialah yang paling cantik, aku saja sampai iri.



Selain cantik dia juga ramah, pintar dan yang penting dia itu kalem tidak seperti sahabatku yang satu ini, Fitria Nandini namanya. dia orangnya manis tapi kelakuannya tak semanis wajahnya, dia itu heboh dan tak pernah bisa diam, cerewet dan sebagainya. tapi meskipun begitu aku tetap menyayanginya.



Aku dikota ini tinggal sendiri, merantau untuk mencari ilmu. tapi disini aku mempunyai Fitria dan Ayuni. meskipun belum terlalu lama berteman dengan mereka tapi aku beruntung memiliki kedua sahabat yang selalu ada untukku, menemaniku disaat aku kesepian, membantu disaat aku kesusahan dan menghiburku disaat aku bersedih.



🍒🍒🍒



kelasku telah berakhir beberapa menit yang lalu, berhubung hari ini hanya ada satu mata kuliah.



Aku dan kedua sahabatku memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke cafe yang terletak tidak jauh dari kampus ini hanya untuk sekedar menikmati secangkir kopi dan mengobrol.




Seperti saat ini kami lebih memilih kafe sebagai tempat untuk kami bercerita. namun ditengah asiknya mengobrol, suara seseorang yang sangat aku kenal kenghentikan obrolan kita bertiga.



Aku menghela napas panjang lalu menoleh keasal suara itu dan mencoba untuk tersenyum meski aku paksakan lalu aku kembali mengabaikannya lagi. seolah dia tidak puas dengan responku dia terus saja memanggil namaku.



"Apa sih Aldi, kangen! kamu dari tadi manggil-manggil aku terus?" tanyaku ketus.



Namun tak kusangka jika dia akan mengiyakannya, membuat aku melongo tak percaya, aku tahu dia bercanda dengan ucapannya, maka dari itu aku berusaha untuk tidak baper.



Aku tidak mau menjadi salah satu wanita mainannya, yang di perlakukan manis diawal lalu dibuang setelah bosan.



Aku lebih baik diam mengabaikan setiap ucapannya, karna bagaimanapun aku adalah seorang wanita yang lambat laun akan luluh jika mendapatkan kata-kata manis dari seorang laki-laki.

__ADS_1



Setelah cukup lama, akhirnya Aldi pamit pergi bersama teman-temannya, setidaknya akupun merasa lega dengan kepergiannya.



"Aku pergi ya? Kamu makan yang banyak ok," ucapnya sebelum akhirnya pergi tanpa menunggu jawaban dariku.



"Ehhemm!" Duara deheman kedua sahabatku mengingatkan aku dengan keberadaan mereka. Aku tak sadar jika mereka berdua sedari tadi memperhatikan aku dan Aldi, dan sialnya mereka malah mencie-ciekan aku sekarang.



Padahal mereka tahu jika kau tidak menyukai laki-laki playboy, tapi mereka bukannya membantu aku menjauh dari laki-laki itu tapi malah menonton dan membiarkan playboy itu menggombaliku.



"Vin, sepertinya dia menyukaimu," ucap Fitria asal dan sialnya mendapat anggukan dari Ayuni.



"Tidak mungkin dia menyukaiku, dia kan memang seperti itu kepada semua perempuan. Dibuat baper lalu ditinggalkan." elakku.



"Gak sama semua perempuan juga kali, Vin. Buktinya aku sama Ayuni gak dia godain," ucap Fitria.



"Jadi kamu mau digodain dia, Fit, Ay?" tanyaku curiga.



"Ya gak mau lah!" Ayuni cepat menjawab dan langsung menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi.



"Aku juga gak mau, Fit, Ay, kalian sendiri tahu kan aku itu gak suka sama cowok playboy yang sukanya hanya mainin perasaan perempuan. aku gak mau jadi salah satu dari banyaknya perempuan yang kemakan gombalannya. dan aku gak akan pernah suka meski hanya untuk sebentarpun sama dia,"



"Jangan bicara kayak gitu, Vin, suatu saat kamu pasti akan suka sama dia." Fitria memperingati.



"Gak akan!" kataku yakin



"Kita lihat haja nanti," ucap Fitria.



__ADS_1



__ADS_2