Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 29 (END)


__ADS_3

Setelah perdebatanku dengan Aldi tempo hari, kini hubunganku dengan Aldi berjalan dengan lebih baik. awalnya aku sudah ingin mengakhiri hubungan ini tapi Aldi menunjukan keseriusannya kepadaku lewat perhatian dan perlakuannya, dan aku bersyukur akan hal itu.


Meskipun hampir empat tahun hubunganku dan Aldi berjalan, namun tidak pernah sekalipun aku mendengar ia mengucapkan kata 'aku mencintaimu', 'I love you' atau kata-kata cinta lainnya.


mengingat saat pertama kali jadian pun itu hanya dilandasi dengan perasaan 'terpaksa', mungkin.


Sering aku berpikir apa dia belum mencintaiku atau bahkan tidak pernah bisa mencintaiku mengingat bahwa aku jauh dari kriteria perempuan idealnya. tapi entahlah aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu yang penting bagiku adalah perlakuan dan perbuatannya bukan hanya sekedar kata-kata yang terucap.


Percuma bukan jika selalu mengatakan 'I love you' tapi perlakuannya tidak menunjukan bahwa dia mencintai kita. Lebih baik tidak ada kata 'I love you' sekalipun tapi perlakuannya menunjukan bahwa seseorang itu mencinti kita.


Empat tahun aku menjalin hubungan dengan seorang Aldiansyah Putra. mengenal dari saat aku berada di bangku sekolah kelas tiga menengah pertama hingga bertemu pada saat dipertengahan kuliah semester pertama, dan mulai dekat dan bersahabat pada saat awal memasuki semester kedua, dan akhirnya mulai menjalin hubungan pada saat memasuki semester lima hingga sekarang aku sudah lulus kuliah dan bekerja.


Banyak yang sudah aku lewati bersamanya, pahit, manisnya sebuah hubungan sudah pernah aku rasakan. susah, senang sudah pernah aku lalui bersamanya.


Dan kini aku bersyukur karna pengorbananku tidak sia-sia, semua tangis dan luka di hatiku kini terbayar dan terobati dengan sebuah kebahagiaan yang telah Aldi berikan, dan tentunya ini sudah tuhan siapkan.


Meski begitu bukan berarti aku tidak pernah lagi bertengkar dengannya, meskipun sudah menjalin hubungan lama dan bisa dibilang sudah hapal sikaf dan sifat masing –masing tapi tidak sedikit perdebatan atau bahkan selisih paham yang memicu pertengkaran antara aku dan Aldi. Bahkan pernah pula saat itu Aldi telat menjemputku, aku sampai marah besar kepadanya, padahal itu hanya hal yang sangat sepele, tapi dengan keadaanku yang saat itu sedang lelah dan banyak pikiran tentang pekerjaan dan saat pulang dia belum menjemput juga hingga hampir satu jam ditambah lagi dengan kondisiku yang sedang datang bulan membuat emosiku tidak terkontrol. Padahal aku tahu Aldi juga saat itu tengah sangat-sangat kelelahan namun aku tidak memperdulikannya dan malah marah-marah kepadanya hingga membuat Aldi memutuskan hubungan kami dengan perasaan kesal, hingga membuatku semakin dibuat kesal dan pergi masuk kerumah  meninggalkan Aldi begitu saja. setelah sampai dikamar aku menangis sejadi-jadinya, aku merasa kecewa, marah, lelah, kesal dan juga benci terhadapnya dan terhadap diriku sendiri.


Tapi itu tidak bertahan lama hanya dengan hitungan jam Aldi kembali menghubungiku, meminta maaf dan memohon untuk memperbaiki hubungan kami.


aku bersyukur hingga saat ini, aku masih dipersatukan dengan Aldi. laki-laki yang awalnya tidak pernah melirikku sebagai perempuan yang pantas untuk ia cintai tapi kini dia menjadi milikku meski belum seutunya.


***


Hari ini tepat empat tahun hubunganku dengan Aldi, dan aku sudah menyiapkan kejutan untuk Aldi sekaligus untuk merayakan hari jadi kami yang ke-4 tahun. Dari kemarin aku memang sengaja tidak menghubungi Aldi sama sekali untuk melancarkan acara kejutan ini.


Sungguh aku sudah tidak sabar melihat keterkejutan Aldi nanti, karna bisa dibilang ini adalah yang pertama dalam empat tahun ini aku memberikan kejutan. karna memang selama ini tidak ada satu pun dari kami yang mau merayakan hari jadi kami. Dan ditahun ke empat ini aku ingin memberikan kesan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang terkesan datar-datar saja.


Malam ini tepat pukul 19:30 aku datang ke apartement Aldi untuk memberikan kejutan yang sudah aku rencanakan sedari kemarin, tidak lupa kue dan kado yang sudah aku siapkan juga.

__ADS_1


Setelah sampai didepan apartemen Aldi, tidak perlu sulit untuk aku bisa masuk, karna sedari dulu aku memang mempunya kunci cadangan yang Aldi berikan untukku. Sebelum pergi kesini aku sempat menghubungi Aldi terlebih dahulu menanyakan keberadannya.


Dan untung saja ia lembur dan baru pulang pukul 20:00 dan itu berarti sekitar lima belas menit lagi dari sekarang.


Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya aku mendengar pintu apartemen terbuka, dan sudah bisa ku tebak bahwa itu pasti Aldi yang datang, sengaja aku mematikan semua lampu diapartemen ini agar ia tidak curiga dengan keberadaanku.


Setelah menyalakan lilin aku berdiri tepat di depan pintu kamar Aldi dan terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat dan suara knop pintu yang baru saja dibuka.


"Selamat hari jadi yang ke-4 tahun sayang," ucapku saat Aldi sudah masuk kedalam kamar, aku bisa melihat keterkagetan di wajahnya, tapi itu tidak berlangsung lama. Aldi mendekatiku dan memelukku erat dan aku pun membalas pelukannya.


"Terima kasih sayang, terima kasih atas kejutannya. Aku kira kamu gak ingat hari jadi kita, karena kita memang gak pernah ngerayaiin hari jadi kita di tahun-tahun sebelumnya," ucap Aldi masih dalam posisi memelukku.


"Sama-sama sayang, gak kerasa ya kita udah empat tahun aja, makasih untuk semuanya, aku bahagia banget, terima kasih sudah mau belajar mencintai aku, makasih banget kamu udah mau berkorban untuk aku," ucapku masih didalam pelukannya. Aldi melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipiku dengan tangannya


"Harusnya aku yang berterima kasih sama kamu, makasih sudah mau bertahan hingga saat ini, makasih .. makasih.. makasih untuk semuanya, aku sayang sama kamu, Vin. Jangan pernah tinggalin aku." ucap Aldi tulus.


"Aku mandi dulu ya," ucap Aldi yang ku jawab dengan anggukan.


"Kamu udah makan belum?" tanyaku, yang dijawab gelengan kepalang olehnya.


"Ya udah aku masakin ya," katakuku.


"Gak usah, kita makan diluar aja ya? Udah lama gak dinner sama kamu," ucap Aldi lembut sambil mengelus pelan puncuk kepalaku. Setelah mendapat persetujuan dariku akhirnya aku dan Aldi pergi ke café yang biasa kita datangi, namun café ini terlihat sepi dari biasanya.


"Tumben café nya sepi yang?" tanyaku pada Aldi


"Gak apa-apa lah, masuk aja yuk," ucap Aldi yang hanya aku angguki.


Saat aku memasuki café itu, aku kaget dengan apa yang aku lihat, cafe yang sudah dipenuhi dengan balon-balon hurup dengan tulisan "HAPPY ANNIVERSARY 4th" aku terharu dengan semua ini, aku bahagia, hingga meneteskan air mata. Ku peluk erat Aldi yang sedari tadi berada disebelahku, menangis didalam pelukannya.

__ADS_1


"Loh kok nangis sih?" panik Aldi seraya melepaskan pelukanku dan menghapus air mataku yang sudah mengalir melewati pipiku dengan ibu jarinya.


"Makasih kejutannya, aku seneng banget," ucapku masih dengan air mata yang mengalir


"Iya sama-sama, bukan Cuma kamu yang punya kejutan, tapi aku juga" ucap Aldi setelah mengajakku duduk di kursi yang telah disediakan.


"Tapi kok bisa? Kamu kapan nyiapinnya, bukannya kamu lembur terus ya?" tanyaku heran


"Iya aku memang lembur terus kamarin-kemarin, tapi tadi aku pulang lebih awal untuk nyiapain ini semua, aku sadar selama empat tahun ini aku gak pernah ngasih kamu kejutan apa-apa, jangankan kejutan bersikap romantis saja aku gak pernah. maafin aku ya, karna gak bisa jadi laki-laki romantis seperti dalam novel yang sering kamu baca, maafin aku belum bisa bikin bahagia kamu, dan terima kasih kamu sudah mau bertahan dan menerima aku dengan segala kekuranganku ini. Terima kasih banyak," ucap Aldi panjang lebar yang membuat aku terharu.


Selama ini Aldi memang tidak pernah memberikan aku kejutan, bahkan bersikap manispun jarang. Sering kali aku merasa bosan dengannya, tapi aku terus bertahan, sebisa mungkin aku melawan rasa bosan itu hingga saat ini.


Berpacaran dengan seorang Aldiansyah Putra ternyata tidak seperti apa yang dulu aku lihat, jika dulu aku melihat Aldi yang memperlakukan pasangannya dengan manis dan romantis ternyata itu hanya kelihatannya saja, karna aslinya Aldi adalah pria yang pendiam, irit bicara dan kaku.


"Vin?" panggilnya disela-sela makan kami


"Aku tahu aku bukan pria romantis dan manis, aku tahu dulu sangat jahat kepadamu, menyakiti hati dan perasaanmu, dan aku minta maaf untuk itu. hubungan kita yang diawali dengan keterpaksaan dan rasa kasihanku, mungkin sekarang itu adalah penyesalanku," ucap Aldi lembut tapi penuh penyesalan.


"Setelah aku menjalani semuanya dengan kamu, perasaan sayang itu perlahan muncul, Bahkan hingga kini aku sangat menyayangimu dan aku tidak mau kehilanganmu," lanjutnya lagi. Aku hanya menatap Aldi dan mendengarkan apa yang dia ucapkan tanpa berniat menyela sedikitpun.


"Selama empat tahun ini aku banyak belajar dari kamu, belajar arti cinta, ketulusan dan kesetiaan, kamu memang bukan yang pertama untukku, tapi akan aku jadikan kamu yang terakhir dalam hidupku. so, would you merry me?" ucapnya pelan namun tegas, aku bisa melihat kesungguhan dari matanya. Dan empat kata terakhir itu membuat aku terharu sekaligus kaget. Aku bahagia, setelah menunggu lama, akhirnya ini terjadi juga, moment dimana dia melamarku.


"Yes I will!" jawabku semangat, dan tidak terasa air mata bahagiaku jatuh lagi untuk yang kesekian kalinya. Aldi menghampiriku dan berdiri tepat didepanku, menghapus air mata di pipiku lalu memelukku dengan erat.


"I love you honey," bisiknya tepat ditelingaku


"I love you too." balasku berbisik pula.


Meski perasaanku ini berawal dari sebuah mimpi tapi siap yang tahu jika mimpi itu lah yang akan membawaku kepada kebahagianku. meski dulu aku memang selalu tersakiti dan dikecewakan, tapi dengan kesabaranku akhirnya aku mendapatkan kebahagian yang selama ini aku harapkan. Perjuangan dan penantian panjangku kini membuahkan hasil yang indah. Terima kasih tuhan karna kau mendengarkan do'aku.

__ADS_1


END


__ADS_2