
Hubunganku dengan Aldi memang tidak berjalan dengan lancar. banyak yang sering kita permasalahkan, dan itu memang sebagian besar karna rasa cemburuku.
sering kali aku marah kepada Aldi saat dia dekat atau bahkan aku melihat dia saling bertukar pesan dengan perempuan lain. bahkan bersama mantannya. Tapi marahku juga tidak sampai berhari-hari.
Aldi selalu meminta maaf dan selalu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Namun, kenyataannya dia terus saja mengulangi kesalah yang sama.
Dan tiga hari yang lalu Aldi memintaku untuk mengaktifkan nomor nya di ponselku karena poselnya rusak dari seminggu yang lalu, dan saat aku membukanya begitu banyak pesan yang masuk dari kontak yang sama, dan itu dari perempuan, aku dengan penasaran membuka dan membaca isi pesan-pesan itu. aku terkejut, bahkan aku ingin marah saat itu juga tapi aku coba tahan, aku gak mau salah paham kali ini, tanpa sepengetahuan Aldi aku menyimpan nomor ponsel perempuan itu dan berniat menanyakan langsung hubungannya dengan Aldi.
Malamnya aku langsung mengirim pesan kepada nomor itu, awalnya aku mengaku bahwa aku Aldi dan memakai nomor kakaknya dan untung saja dia percaya. setelah lama kelamaan aku mengatakan bahwa aku adalah Vina dan dia mengenalku.
Aku tahu dia pasti mengenalku karna dari dulu aku memang selalu bersama Aldi saat di kampus. aku tidak menyangka bahwa Aldi tidak mengakuiku sebagai kekasihnya
From: +62823xxxxxxxx
Iya dia sendiri yang bilang, kalau yang bernama Vina Cuma sahabatnya gak lebih
To: +62823xxxxxxxx
Iya dulu aku memang sahabatnya tapi sejak 1,5 tahun yang lalu aku adalah pacarnya
From:+62823xxxxxxxx
__ADS_1
Oh, aku gak tau, karna sebulan yang lalu saat aku menanyakan kepadanya dia menjawab hanya sahabat, jadi bukan salah aku kan, jika meladeni pesannya, dia juga berjanji untuk menjalin hubungan yang serius bersamaku, bahkan dia berjanji untuk berhenti mendekati perempuan lain untuk meyakinkan aku bahwa dia serius kepadaku, dia juga berjanji akan datang kerumahku untuk bebrtemu dengan orang tuaku dan meminta restu kepada mereka namun belum ada waktunya karna jadwal kuliahku dengannya yang berbeda.
To:+62823xxxxxxxx
Terus kamu percaya gitu aja dengan semua yang dia janjikan kepdamu?
From:+62823xxxxxxxx
Awalnya aku tidak percaya, namun dia terus meyakinkanku hingga akhirnya aku percaya dia bersungguh-sungguh. Dan kami juga berjanji untuk bertemu akhir minggu ini
To: +62823xxxxxxxx
From:+62823xxxxxxxx
Iya aku tahu, tapi aku juga sudah terlanjur menyanyanginya, meskipun aku belum bertemu lagi dengannya
Selama bertukar pesan dengan perempuan itu aku tidak henti-hentinya menangis, aku marah, aku kecewa kepada Aldi, aku kira dia suah benar-benar ingin serius kepadaku tapi ternyata ada perempuan lain yang dijanjikan keseriusan olehnya.
Tiga hari sudah aku mendiami Aldi, jika dulu aku akan langsung marah-marah kepada Aldi tapi kali ini tidak, aku lebih memilih untuk diam, meski aku masih berangkat dan pulang bareng dengannya tapi tidak pernah ada percakapan antara kami, aku sudah hapal bagaimana Aldi, dia akan ikut diam saat aku mendiamkannya.
***
__ADS_1
Seminggu berlalu aku mendiami Aldi, dan aku sudah tidak tahan lagi, sampai aku memutuskan untuk datang kerumahnya dan membicarakan masalah ini, apapun yang nanti akan terjadi aku sudah siap menerimanya.
Sesampainya dirumah Aldi aku langsung mengetuk pintu rumahnya dan kebetulan Aldi lah yang membuka pintu. dia memandangku heran namun akhirnnya tersenyum dan menyuruhku untuk masuk, namun aku menolaknya, tidak mau berlama-lama lagi aku langsung saja menanyakan maksud dia
"Kamu bicara apa sih, Yang, aku gak ngerti? Yang kamu maksud itu apa?" tanyanya dengan raut wajah bingung. Aku menghela napas kasar sebelum akhirnya berkata
"Iya kamu ngejanjiin keseriusan sama aku, tapi kamu juga menjanjikan keseriusan kepada perempuan lain, maksud kamu apa, bahkan kamu gak mengakui aku, aku tau kamu terpaksa sama aku, tapi apa harus seperti ini? Kalau kamu cuma main-main sama aku bilang, jangan menjanjikan ini dan itu, aku juga punya perasaan yang akan terluka Al!" kesalku.
"Oke soal itu aku minta maaf, tapi itu udah lama Vin, sebelum aku sama kamu!" elaknya
"Bahkan kamu mengatakan itu sebulan yang lalu Al, sedangkan kita menjalin hubungan sudah 1,5 tahun," kataku sambil tersenyum sinis.
Aku bisa melihat wajahnya yang gugup dan salah tingkah, aku memperlihatkan isi pesanku bersama dengan perempuan itu untuk di baca olehnya. Aldi menundukan kepalanya dan mengucapkan kata maaf namun aku tak menghiraukannya
"Sekarang aku Tanya, apa kamu sayang sama aku?" tanyaku kepadanya.
"Aku sayang sama kamu Vin, aku gak serius sama dia, aku hanya bohong mengucapkan janji itu sama dia!" ucapnya masih dengan kepala yang menunduk.
"Berarti kamu juga bohong saat berjanji akan serius kepadaku? Hah, harusnya aku sadar dari dulu, bahwa kamu tidak pernah serius sama aku, kamu gak pernah menganggap aku lebih dari seorang sahabat, aku terlalu memaksakan diri kamu untuk bersamaku, dan sekarang terserah kamu, mumpung kita belum terlalu jauh melangkah, Al, semua keputusan ada di kamu jangan terlalu memaksakan diri jika memang kamu tidak benar-benar mencintaiku, itu hanya akan menyakiti perasaanku dan juga perasaan kamu sendiri. Lebih baik tinggalkan aku dari sekarang sebelum aku semakin takut kehilangan kamu," ucapku panjang leber dengan diiringi air mata yang sedari tadi sudah menetes.
Setelah selesai mengatakan itu aku berlari pergi dari rumah Aldi tanpa menunggu jawaban darinya.
__ADS_1