
Hari-hari aku lewati bersama dengan Aldi. dan asal kalian tau, bahkan Aldi semakin manja kepadaku, kami berdua semakin dekat dan membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri, status ku masih sama seperti dulu, masih tetap bersahabat. Aku masih terjebak dalam takdir yang bernama friendzone.
Aku sering sekali cemburu dan marah-marah gak jelas kepada Aldi jika dia sedang dekat dengan perempuan lain, entah lah jujur aku belum bisa merelakannya untuk orang lain.
Aku takut jika suatu saat dia menemukan wanita lain, dia malah menjauh dariku aku belum siap kehilangannya. kehilangan perhatian, dan kasih sayangnya. Kalian boleh bilang aku egois, karna emang itu lah kenyataannya. aku memang egois, dan biarkan aku berjuang untuk mendapatkan apa yang aku mau saat ini.
Dua tahun ini aku tetap mempertahankannya, meskipun hanya rasa sakit yang aku dapatkan , tapi aku gak mau menyerah begitu saja. aku yakin suatu saat dia akan melihatku sebagai perempuannya bukan sahabatnya.
Dan ternyata bukan hanya aku yang merasakan perasaan seperti ini, Ayuni sahabatku juga merasakan perasaan dan nasib yang sama sepertiku mengenai pasangan, nasib kami sama dan cerita kamipun hampir sama, entah ini kebetulan, atau memang mereka mengikuti Aku dan Aldi yang jelas aku hanya berharap semoga semua ini akan indah pada waktunya.
Sekarang aku dan Ayuni sedang berada di pinggir lapangan untuk menonton permainan basket Aldi, Rudi dan juga timnya. Aku memang selalu menemani saat Aldi ada pertandingan ataupun cuma sekedar latihan begitu juga dengan Ayuni yang selalu menemani Rudi. setidaknya aku tidak sendiri, dan tidak kesepian.
Selama mereka sedang bermain aku dan Ayuni memutuskan kekantin untuk sekedar membeli minuman dan juga cemilan, setelahnya kita kembali ke pinggir lapangan untuk menyaksikan permainan mereka.
Satu jam mereka bermain dan akhirnya selesai, Aldi menghampiriku dan aku pun langsung memberinya minuman yang sempat aku beli di kantin tadi bersama Ayuni.
"Tau aja kalau aku haus," ucapnya sembari mengambil minuman dari tanganku dan duduk disebelahku.
"lapar gak?" Tanya Aldi kepadaku.
"Kalau mau ngajak makan, yaudah tinggal ke tempat makannya aja, gak usah basa-basi." jawabku santai, karna aku tau kalau sebenarnya Aldi sendiri yang laper.
"Dih GR banget siapa yang mau ngajak makan, aku cuma nanya doang," ucap Aldi mengelak.
__ADS_1
"Lama kamu ah, ayo pergi," ucapku sembari menarik tangan Aldi menuju parkiran.
Setelah selesai makan Aldi mengantarkan aku pulang hingga depan apertemenku.
"Makasih ya," ucapku kepada Aldi,
"Harusnya aku yang bilang makasih, karena kamu udah nemenin aku," kata Aldi yang ku balas dengan anggukan.
"Yaudah Aku pulang ya, Vin."
"Ok hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut. Nanti kalau udah sampe kabarin ya!" ucapku sebelum akhirnya Aldi pergi.
mungkin jika dari dulu aku tidak terlalu menghindarinya, Aldi dari dulu sudah menjadi milikku. Tapi penyesalan selalu datang belakangan dan aku sekarang merasa menyesal karna telah mengabaikan Aldi saat pertama kali aku mengenalnya.
Hari ini kelasku kedatangan murid baru, yang katanya sih cantik, aku juga baru dengar sekilas, tapi Riska bilang padaku untuk berhati-hati nanti Aldi suka padanya, ada sedikit rasa takut dalam hatiku, karna aku tau Aldi adalah laki-laki playboy yang setiap melihat perempuan Cantik langsung di pacari.
Aku mengampiri Aldi yang sedang pokus main game dihanponenya. "Aldi" sapaku sembari duduk di depannya.
"Apa sayang," jawab Aldi tanpa menatapku.
"Katanya bakalan ada anak baru perempuan cantik," ucapku lagi
__ADS_1
"Kenapa memangnya, kamu takut aku berpaling sama dia?"
"Enggak juga sih, biasa aja. Segimana pun kamu ada perempuan lain, nanti juga balik lagi sama aku," ucapku percaya diri.
"Haha kamu bisa aja, kalau kamu tau, kenapa kamu nanya kaya gitu?" jawabnya sambil memainkan rambut panjangku.
"Gak apa-apa sih, cuma nanya doang, aku tau kamu Al, kamu itu gak pernah bisa liat perempuan cantik dikit langsung kamu pacarin, apa lagi sekarang kamu udah putus sama Raina, semakin bebas kan kamunya," ucapku yang membuat Aldi sedikit terdiam.
Kuliah hari ini sedah selesai aku dan kedua sahabatku pergi kekantin terlebih dahulu hanya untuk memesan minuman dan ngobrol-ngobrol membahas tugas dan sebagainya.
"Vin, anak pindahan tadi Cantik ya?" ucap Ayuni yang hanya aku angguki karna aku juga memang mengakui bahwa dia cantik, bahkan cantik banget, kalau dibandingkan dengan aku bagaikan nyonya dan pembantu.
"Kamu gak takut Vin, Aldi kesemsem sama dia?" Tanya Fitria yang membuat aku merasa sedikit takut, tapi aku coba untuk sebiasa mungkin.
"Gak apa-apa lah, Fit kalau Aldi tertarik juga, toh aku bukan siapa-siapanya Aldi, aku gak berhak melarangnya juga kan?" jawabku tegar mungkin padahal hatiku sudah sangat ketakutan.
"Kamu emang bukan siapa-siapa Aldi, Vin, tapi menurut aku kamu berhak untuk melarang kok," ucap Ayuni dan hanya ku jawab dengan anggukan.
Seperti biasa Aldi mengantarkan aku pulang hingga depan Apartemen dan setelah itu dia langsung pulang. Aku masuk dan langsung merebahkan diriku diatas sofa sebelum akhirnya aku mandi dan mengganti pakaianku.
Aku masih kepikiran soal anak baru itu yang bernama Fania, aku takut Aldi akan berpaling padanya dan menjauhiku. Aku belum siap. Ya aku memang berhak untuk cemburu dan marah, kenapa? Karna ini memang salah Aldi, Aldi yang sudah membuat aku jatuh kepadanya, Aldi yang membuat aku mengharapkannya, dan Aldi yang seakan-akan bersikap bahwa aku adalah miliknya.
Selama aku bersama Aldi aku tidak pernah lagi menjalin kasih dengan laki-laki lain setelah putus dengan Rendi mantan terlamaku dan yang sangat aku sayangi, bahkan saat putus dengannya pun aku tidak sesedih saat melihat Aldi dekat dengan perempuan lain. Sampai sekarang pun aku tidak pernah memiliki kekasih. Dan itu semua karna Aldi, aku tidak ingin mencari laki-laki lain, karna hatiku sudah memilih Aldi, meskipun aku sering terluka karnanya, tapi entah kenapa aku tidak pernah benci kepada Aldi. Alasannya Cuma satu, karna aku sangat mencintai Aldi.
__ADS_1