Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 16


__ADS_3

Hari ini kelasku hanya ada pada siang hari, jadi masih punya banyak waktu di Apartemen. Baru saja aku selesai memasak, dan setelah di pikir-pikir makan sendiri itu kurang nikmat, jadi ku putuskan untuk mengajak kedua sahabatku, karna tidak mungkin jika aku mengajak Aldi. Aku segera pergi kekamar untuk mengambil ponsel dan segera menghubungi kedua sahabatku.


Saat aku menghubungi keduanya, mereka malas-malasan, tapi setelah aku bilang kalau aku masak banyak mereka langsung semangat, dan katanya akan segera datang.


Dan ternyata benar tidak perlu waktu lama Ayuni dan Fitria kini sudah sampai diapartemenku dengan masih memakai piyama dan membawa totebag yang aku yakini itu adalah pakaian untuk nanti ngampus. Aku yang melihat mereka seperti itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala, aku heran kenapa punya temen kayak gini banget.


Kita bertiga sudah berada di ruang makan, Ayuni dan juga Fitria sudah seperti orang kelaparan yang tidak makan berminggu-minggu. Dan tidak membutuhkan waktu lama semua makanan kini sudah tandas tidak tersisa. Selesai makan kami pergi kekamarku untuk menonton dan juga mengobrol-ngobrol random.


"Oh iya Vin gimana sama kak Ray?" Tanya Fitria.


"Baik kok, kita juga sering telponan atau sekedar chat," jawabku jujur.


"Kak Ray? siapa sih, kok aku gak tau?" Tanya Ayuni dengan wajah bingungnya. Aku dan Fitria pun menceritakan semuanya kepada Ayuni dan dia hanya ngangguk mengerti.


"Ganteng gak Vin?" Tanya Ayuni penasaran.


"Kalau menurut aku sih lumayan lah, dia tinggi, manis, baik, dan yang penting dia itu orangnya hangat, padahal aku baru ketemu dia dua kali tapi aku merasa kita sudah kenal lama banget, hampir setiap malam dia juga menelpon, banyak yang kita bicarain. Dan aku juga tidak merasa canggung saat mengobrol dengan kak Rayhan. Kak Ray bisa buat aku nyaman." Kataku panjang lebar.


"Ya udah kamu sama kak Rayhan aja, aku yakin kamu pasti bisa melupakan Aldi," ucap Fitria.


"Yaps, aku seteju dengan Fitria, kamu harus melupakan Aldi Vin. Aku gak mau kamu terus-terusan sedih karna dia. Aku gak tega kamu nangis tiap hari cuma karena dia yang gak bisa ngehargain perasaan kamu. Kamu jangan terlalu baik Vin, jangan Cuma mentingin kebahagian Aldi saja, kamu juga perlu memikirkan kebahagian kamu sendiri," Ucap Ayuni panjang lebar, aku terdiam untuk mencerna perkataan Ayuni.


"Benar apa yang Ayuni bilang, kamu juga harus bahagia meskipun gak sama Aldi, coba buka hati kamu buat laki-laki lain. Banyak yang lebih baik dari Aldi, Vin."


Aku mencerna apa yang di katakan Ayuni dan juga Fitria, mungkin benar apa yang dikatakan mereka, aku harus membuka hati untuk orang lain. Aku juga gak mau terus-menerus menangis hanya karna Aldi, sedangkan laki-laki itu bahagia bersama orang lain.


Mungkin ini sudah saatnya. Aku akan buktikan kalau aku juga bisa melepas dan melupakan Aldi dengan bahagia bersama orang lain. Kalau dia bisa kenapa aku enggak?


Seperti janji kemarin, kak Rayahan akan menjemputku. Kelasku baru saja berakhir tiga menit yang lalu.


"Vin, ngemall dulu yuk?" ajak Ayuni.


"Hehe sorry gak bisa Ay, sudah ada janji sama orang lain."

__ADS_1


"Siapa Vin?" kali ini Fitria yang bertanya.


"Kak Rayhan." jawabku jujur.


"Wih asik nih, bareng yuk, aku juga di jemput sama kak Derry," kata Fitria


"Kalian gitu ya sekarang, gak like aku," ucap Ayuni


"Makanya jangan sibuk sama Rudi terus, status gak jelas juga." ledek Fitria, aku hanya tertawa melihat Ayuni yang kini cemberut gara-gara ledekan Fitria.


"Ya udah yuk, Vin kita kedepan siapa tau kak Derry sama kak Ray udah nunggu." ajak Fitria kepadaku.


"Babay Ayuni, kita duluan ya, ke mall nya ajak Rudi aja!" ucap Fitria sebelum kami berdua pergi meninggalkan Ayuni yang kesal, aku dan Fitria hanya tertawa hingga akhirnya kami sampai di depan gerbang dan melihat kak Derry dan kak Ray sudah menunggu.


Aku dan Fitria menghampiri mereka dan kak Derry mengjak kami untuk ketaman terlebih dahulu, aku dan Fitria menyetujui ajakan kak Derry. Kak Rayhan memberikan helm kepadaku yang langsung ku pakai dan naik ke motornya setelah itu pergi beriringan dengan kak Derry dan Fitria yang memimpin jalan, kak Rayhan menjalankan motornya dengan santai, dia bilang sih supaya lebih lama bersamaku.


Sesampainya ditaman kulihat Fitria dan kak Derry sudah sampai terlebih dahulu dan menghampiri aku dan kak Rayhan.


"Lama banget sih sampai nya?" Tanya kak Derry kesal.


Setelah perdebatan kecil antara kak Derry dengan kak Rayhan kami berempat pun berjalan menuju kursi yang disediakan ditaman ini. Fitria dengan kak Derry dan aku dengan kak Rayhan. Kita berjalan beriringan namun aku terlonjak kaget karna kak Rayhan menggandeng tanganku, aku melihat tanganku dan kak Rayhan bergantian, aku mencoba menarik tanganku agar gandengannya terlepas tapi kak Rayhan malah mempererat gandengannya.


"Biarin seperti ini Vin, kakak gak mau kamu hilang," ucapnya.


"Kakak kira aku anak kecil apa, sampe hilang segala?" jawabku sambil tertawa kecil, dan membiarkan kak Rayhan menggandeng tanganku.


Kami duduk bersama dikursi yang memang cukup untuk empat orang. Kami mengobrol dan kadang kak Rayhan mengeluarkan candaan-candaan yang membuat kami tertawa.


"Duh kering nih tenggorokan aku," ucap ku tiba-tiba


"Yaudah Kakak beliin dulu minuman ya," ucap kak Rayhan yang seakan peka dengan kode yang aku berikan tadi, karena memang jujur aku sangat haus saat ini.


"Akhirnya ada yang peka juga," ucapku lagi sambil tersenyum

__ADS_1


"Iya Vin, kamu enak ada yang peka, lah aku boro-boro" ucap Fitria sambil sesekali melirik kak Derry. Kak Derry hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil cengengesan. Aku dan kak Rayhan tertawa melihat mereka berdua.


"Haha kak Derry makanya peka dong, tuh lihat Fitrianya udah kesel gitu," kataku kepada kak Derry masih dengan tawa. Akhirnya kak Rayhan dan kak Derry pergi untuk membeli minuman. Kini tinggal aku dan Fitria duduk di bangku taman.


"Vin, aku perhatiin dari tadi kamu ketawa terus ya, aku seneng lihatnya," Ucap Fitria sambil tersenyum.


"Iya Fit, aku ngerasa bebas aja kalo lagi sama kak Rayhan, dan sejenak aku bisa melupakan Aldi. Aku juga gak ngerti Fit sama perasaan ini. Mungkin kali ini aku bakalan dengerin perkataan kamu sama Ayuni waktu itu. Aku bakalan buka hati aku untuk laki-laki lain, aku juga cape terus-terusan mengharapkan Aldi. Kalau Aldi saja bisa bahagia sama perempuan lain, kenapa aku gak bisa untuk bahagia sama laki-laki lain?" ucapku panjang lebar, aku berharap semoga keputusanku kali ini tepat, dan semoga saja tidak ada penyesalan nantinya.


"Sip, aku dukung kamu, Vin. Semoga keputusan kamu yang terbaik," ucap Fitia memelukku, dan kubalas memeluknnya.


"Ehhmm"


suara deheman mengagetkan aku dan Fitria,


"Udah pelukannya?" aku dan Fitria segera melepaskan pelukan kami dan menatap kebelakang ternyata kak Derry da Kaj Rayhan sudah kembali.


"Fit dari pada kamu meluk Vina lebih baik peluk aku aja," kata kak Derry sambil merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk Fitria, tapi bukannya dapat pelukan kak Derry malah dapat cubitan dari Fitria hingga tangannya memerah gara-gara cubitan gadis itu. Aku dan kak Rayhan hanya tertawa.


Aku pulang bersama kak Rayhan dan Fitria sudah pulang terlebih dahulu bersama kak Derry.


"Vin, gimana sama Aldi-Aldi itu" Tanya kak Ray.


"Maksudnya?" tanyaku bingung.


"Iya hubungan kamu sama Aldi," jelas kak Rayhan.


"Entah, Kak aku juga gak tau. Disaat aku ingin menjauh dan melupakannya, dia malah selalu hadir dan semakin dekat sama aku, dan jujur aku gak bisa nolak. Aku pengen lepas dari bayang-bayang dia, Kak, tapi aku gak bisa."


"Kamu bukannya gak bisa, Vin tapi kamu gak berusaha. Kamu gak bisa tegas sama diri kamu sendiri. Aku emang gak tau banyak tentang kamu sama laki-laki itu, tapi denger dari cerita kamu aku sedikit banyak tau gimana dia. Masih banyak laki-laki yang sayang sama kamu, Vin. Jangan Cuma karena kamu sayang sama dia, kamu bisa semudah itu maafin semua kesalahan yang udah dia perbuat sama kamu, kamu terlalu baik buat dia, Vin. Aku mohon jangan jadi wanita bodoh yang dengan mudahnya dimanfaatin sama laki-laki seperti Aldi, kamu selalu jaga jarak dari laki-laki lain karna kamu ngehargaain perasaan dia, tapi coba kamu pikir, apa dia ngehargain perasaan kamu? Nggak kan? Dengan selalu minta maaf sama kamu tapi dia selalu mengulangi lagi kesalahannya, harusnya kamu tegas sama dia Vin, kamu gak bisa begini terus. Aku yakin kamu pasti tersiksa," ucap kak Rayhan panjang lebar, aku yang sudah nangis sedari tadi membenarkan semua yang kak Ray ucapkan, aku memang perempuan bodoh yang dengan gampangnya memaafkan laki-laki yang telah menyakiti perasaanku, aku tau Aldi memang bukan siapa-siapa aku, aku memang gak berhak marah sama dia, tapi Aldi juga salah, dia tahu bagaimana perasaanku terhadapnya, tapi dia masih saja tidak peduli pada perasaanku, jika dia memang tidak menyukaiku lalu untuk apa perhatian dan kebaikannya selama ini dia berikan kepadaku.


Jika dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya, tapi kenapa dia memperlakukan aku seakan aku adalah miliknya. Perlakuan manisnya kepadaku sangat tidak wajar hanya untuk seorang sahabat.


"Kamu jangan nangis lagi, kamu coba bicara sama Aldi, dan ingat kali ini kamu harus tegas sama dia. Apa pun keputusan Aldi nanti kamu harus bisa menerimanya. Aku yakin kamu bisa," ucap kak Ray sambil sengusap lembut puncuk kepalaku, dan sumpah ini nyaman banget. Aku mengangguk lalu tersenyum dan kak Ray balas tersenyum juga.

__ADS_1


"Ya udah, kakak pulang dulu. Udah malam," pamitnya yang aku jawab dengan anggukan dan kak Ray pergi dari Apartemenku.


__ADS_2