
Setelah hari itu aku dan Aldi kini menjadi lebih dekat. sedikit demi sedikit dia berhasil membuka hatinya untukku, meskipun belum sepenuhnya tapi aku bersyukur karna dia memang membuktikan ucapannya.
Hari ini aku pulang dari kampus sendiri karna Aldi sedang ada urusan bersama dosen hingga membuatnya tidak bisa mengantarkan aku pulang, Tapi itu tak masalah bagiku.
Aku dan kedua sahabtku keluar dari kelas dan berpas-pasan dengan Fania, aku tetap berjalan tidak memperdulikan mereka, hingga perkataan Fania menghentikan langkahku.
"Pacaran hasil tikung aja bangga, yakin akan bertahan lama? Paling bentar lagi juga putus," ucap Fania sinis. Aku menghadap kearahnya dan tersenyum tipis.
"Kita liat aja nanti!" ucapku santai.
"Saingan kamu Fan?" Tanya temannya kepada Fania, dengan mata yang menatap ku dari atas hingga bawah, lalu memandangku remeh.
"Saingan sama dia, sorry gak level. Nanti yang ada aku yang menang," ucap Fania sombong.
"Percaya diri boleh tapi jangan terlalu menyombongkan diri, nanti malah malu sendiri. Aku akuin kamu memang cantik dan aku tau aku kalah akan hal itu, tapi jangan terlalu menyombongkan diri. Kalau dia ditakdirkan tuhan untuk sama kamu, silahkan, aku ihklas. Tapi kalo tuhan menakdirkan dia untukku, kamu bisa apa? toh sejauh apapun dia pergi akhirnya akan kembali lagi sama aku dan adanya kamu itu hanya jadi pemanis diantara aku dan Aldi," ucapku panjang lebar. Lalu pergi meninggalkan Fania yang tengah menahan kesal.
__ADS_1
Satu tahun sudah aku menjalin hubungan dengan Aldi, dan sudah banyak waktu yang aku jalani bersamanya, awalnya memang sulit untuk memenangkan hati Aldi, namun aku tetap berusaha hingga akhirnya aku bisa. usahaku membuahkan hasil.
Kini Aldi sudah bisa menerima aku sebagai seorang kekasih, buka seorang sahabat lagi. aku bahagia karna hal ini, aku juga berterima kasih kepada Aldi karna dia mau berusaha membuka hatinya, meski aku tau ini gak mudah untuk dia. aku hargai usahanya, meskipun aku yakin dia masih mempunyai rasa itu kepada mantannya, tapi aku tak masalah. aku tidak akan menyuruhnya untuk melupakan masa lalunya, karna aku yakin dengan seiring berjalannya waktu rasa itu akan hilang dengan sendirinya.
Kini aku sedang berada di rumah orang tuaku, dua hari yang lalu aku datang mengunjungi kediaman orang tuaku untuk berlibur bersama Aldi namun Aldi hanya menginap sehari, setelah itu pulang lagi dan dia berjanji akan menjemputku kembali.
Aku berniat untuk mengenalkan Aldi kepada orang tuaku, alasanku karna aku pun sudah mengenal keluarga Aldi bahkan hampir semua keluarganya aku sudah tau. Dan kini tinggal Aldi yang mengenal keluargaku, aku tidak berharap lebih untuk kedepannya bersama Aldi, toh hubunganku dengan dia juga baru satu tahun perjalan kita juga masih panjang, aku masih harus menyelesaikan pendidikanku terlebih dahulu dan juga ingin mengejar cita-citaku terlebih dahulu begitupun dengan Aldi.
Sekitar seminggu aku tinggal di rumah orang tuaku, dan sekarang aku harus kembali lagi keapartemen. Pukul 09:25 Aldi sudah menjemputku.
"Iya sayang, kamu juga jaga kesehatan ya, jangan terlalu kecapean, dan makannya dijaga jangan sampai telat juga nanti magh kamu kambuh." nasehat ibu seraya mengelus lembut rambutku.
"Nak Aldi, ayah sama ibu titip Vina ya, tolong jaga dia untuk kami." pesan ayah kepada Aldi
__ADS_1
"Insya alloh yah, Aldi bakalan jaga Vina baik-baik, makasih udah percaya sama Aldi," ucap Aldi menjawab perkataan ayah.
Jujur aku bahagia, karna ayah dan ibu menerima Aldi dengan baik, dan aku juga bahagia karna Aldi mau mengakrabkan diri dengan orang tuaku.
"Kami pamit ya, Bu, Yah, jaga kesehatan kalian, aku sayang kalian," ucapku sambil memeluk ayah dan ibu secara bergantian.
Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam lebih akhirnya kami sampai di apartemenku. Aldi membantuku membawa koper kedalam apartemen lalu membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya diatas sofa yang ada di ruang tengah, wajahnya terlihat begitu lelah. aku menghampirinya dan duduk di sampingnya lalu mengelus pelan rambutnya yang sudah sedikit panjanh.
"Kamu pasti cape banget ya, maaf ya aku udah ngerepotin kamu?" ucapku menyesal.
"Gak apa-apa aku senang kok ngelakuinnya," ucapnya sambil mengelus pelan pipiku dengan ibu jarinya.
"Makasi ya," kataku lalu memeluknya erat
"Iya sama-sama." jawabnya tersenyum.
__ADS_1
"Mau minum apa, biar aku bikinin, sekalian aku bikin makan buat kamu?" Tanyaku.
"Apa saja terserah kamu. Apapun yang kamu masak pasti aku makan kok," ucapnya, yang aku angguki lalu pergi ke dapur membuatkan makanan untuk aku dan juga untuk Aldi.