Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 14


__ADS_3

Tiga bulan sejak adanya Fania dan tidak ada yang berubah dari Aldi. dia masih sering bersamaku, menjemput dan mengantarkanku pulang dan yang ku tahu Fania sudah memiliki kekasih. Setidaknya itu cukup membuat aku lega. ketakutanku berkurang. apalagi aku lihat Fania yang sepertinya tidak tertarik kepada Aldi meskipun Aldi beberapa kali mencoba mendekatinya.


Aku juga dekat dengan Fania meskipun hanya sekedar dekat di kampus. Tapi aku bisa melihat bahwa Fania adalah teman yang baik, Fania juga sama seperti yang lain, mengira bahwa aku adalah kekasih Aldi, tapi aku hanya tertawa mendengar itu.


Malam minggu ini kedua sahabatku mengajakku ke mall hanya untuk jalan-jalan sembari menunggu Aldi dan Rudi latihan basket. Dari pada kesal menunggu dan hanya menonton. Fitria yang memang sedang ingin mencari sesuatu mengajak aku dan Ayuni untuk pergi ke mall, dan akupun tidak lupa untuk meminta izin kepada Aldi dan untung saja Aldi mengizinkan.


Lucu ya padahal aku dan Aldi hanya sebatas sahabat tapi aku kemana-mana selalu izin kepada Aldi, pernah waktu itu aku ingin ke mall sendiri sedangkan Aldi akan main basket bersama teman-temannya tapi Aldi tidak mengizinkan aku pergi dan malah menyuruhku menunggu dia selesai bermain. aku menurut saja, karna aku sayang padanya, makanya apa yang boleh dan tidak diperbolehkan olehnya aku turuti saja.


Sesampainya di mall aku dan kedua Sahabatku pergi menuju toko pakaian yang khusus untuk laki-laki, dan aku berniat untuk membelikannya sebuah kemeja untuk Aldi, karna aku suka sekali kepada laki-laki yang memakai kemeja, kerlihat rapih dan ketampanannya itu bertambah. Sedangkan Aldi sangat jarang mengenakan kemeja, maka dari itu aku ingin membelikannya kemeja dan menyuruhnya untuk memakainya saat besok kuliah.


Setelah selesai memilih kemeja yang cocok untuk Aldi aku pun langsung menuju kasir untuk membayarnya. Sedangkan Ayuni dan Fitria masih asik melihat-lihat tanpa berniat untuk membeli.


"Udah nih, sekarang mau kemana lagi?" Tanyaku pada mereka berdua.


"Gak tau deh, aku juga udah dapet kok barang yang dicarinya," ucap Fitria sambil menunjukan paperbag belanjaannya.


"Yaudah ke lapangan lagi aja, siapa tau anak-anak cowok udah selesai latihannya." kali ini Ayuni yang berbicara. Dan akhirnya aku dan kedua sahabatku pergi menghampiri Aldi dan Rudi, tidak lupa aku membeli cemilan dan minuman untuk Aldi.


Selesai latihan Rudi mengajak kami untuk makan bakso langganannya terlebih dahulu, tapi Fitria tidak ikut karna sudah dijemput oleh kekasihnya, akhirnya kami berempat menuju tempat yang dimaksud Rudi. Jam setengah sepuluh kami pulang, seperti biasa Aldi mengantarkan aku sampai depan apartemen dan setelahnya baru dia pulang.



Akhir-akhir ini Aldi jarang mengantarkan aku pulang, dia bilang ada urusan atau dengan alasan mau kumpul dengan teman-temannya. aku hanya meng'iya'kan tanpa banyak bertanya lagi, aku ngerti mungkin dia juga butuh waktu main bersama teman-teman laki-lakinya. Tapi sampai malam ini Aldi belum juga mengirimi pesan kepadaku, aku hanya berpikir positif saja dan melanjutkan tugas yang belum selesai.


Ditengah-tengah pokus mengerjakan tugas ponselku bergetar tanda adanya pesan yang masuk. Dan saat ku lihat ternyata Aldilah pengirimnya.


From: Aldi


Vin aku pacaran sama Fania, gak apa-apa kan? kamu gak marah kan? jujur aku suka sama Fania dan akhirnya aku nembak Fania tadi, dan Fania nerima aku. Aku mohon kamu jangan marah sama Fania ya, kalau kamu mau marah, kamu marah sama aku aja.

__ADS_1


Jujur aku kaget saat membaca pesan yang Aldi kirim, aku kecewa pada Aldi dan juga Fania. aku sakit hati, aku ingin marah, tapi aku tidak berhak, aku bukan siapa-siapanya. Lagi pula aku sudah berjanji kepada Aldi bahwa aku tidak akan marah jika Aldi pacaran dengan yang lain asal dia bilang dulu sama aku. aku tidak mau jika mendengar dari orang lain, karna itu sangat menyakitkan. Dan sekarang Aldi bilang kepadaku bahwa dia sudah jadian dengan Fania, aku hanya bisa menerima dengan ihklas, mendukung mereka dan berdoa yang terbaik untuk mereka.


To: Aldi


Iya gak apa-apa Al, aku gak marah kok, itu hak kamu mau pacaran sama siapa juga aku gak berhak larang, tapi makasih karna kamu udah jujur sama aku. Setidaknya aku dengar langsung dari kamu, bukan dari orang lain. Selamat ya semoga langgeng, aku Cuma bisa do'ain yang terbaik buat kamu sama Fania.


Sungguh sebenarnya kau menangis membalas pesan itu. ada perasaan tidak rela dalam hatiku, tapi mau gimana lagi aku tidak boleh egois. Ini juga untuk kebahagian Aldi, dan aku harus sadar bahwa kebahagian Aldi bukanlah bersamaku.



Aku bangun dan bersiap-siap untuk kekampus hari ini, mungkin sekarang aku harus terbiasa lagi pergi sendiri karna sekarang Aldi pun sudah memiliki kekasih, aku harus tau diri dan aku juga tidak mau dibilang perusak hubungan orang, maka dari itu aku memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan Aldi.


Sesampainya dikampus ternyata Aldi belum datang begitu juga dengan kedua sahabatku, saat aku baru saja mengeluarkan novel dari dalam tasku, Fania datang menghampiriku tapi tidak kulihat keberadaan Aldi.


"Vina, kamu beneran gak pacaran sama Aldi?" Tanya Fania hati-hati.


"Maaf ya, Vin bukan maksud aku ngerebut Aldi dari kamu, sebenarnya udah beberapa kali Aldi nembak aku tapi belum aku terima karna aku kira kamu pacarnya Aldi, dan tadi malem Aldi bilang kalau kamu sahabatnya doang gak lebih, makanya aku terima, itu juga karna aku kasihan" ucap Fania yang hanya aku angguki.


"Aku gak larang kok kamu sama Aldi deket, aku juga tau diri, kamu yang lebih dulu deket sama Aldi. aku gak mau jadi penghalang persahabatan kamu sama Aldi, kalau kamu mau berangkat atau pulang bareng Aldi seperti biasanya juga gak apa-apa kok, aku gak bakal marah," ucapnya lagi. Aku tau dia baik tapi aku gak bisa terlalu deket sama Aldi sekarang, karna aku sadar ada hati yang harus dijaga, aku gak mau Fania nantinya sakit hati ngeliat aku sama Aldi deket. Dan aku juga gak mau terlalu dekat dengan Aldi karna aku gak mau semakin sulit melepas Aldi untuk orang lain. Jadi aku memutuskan untuk menjaga jarak dengan Aldi, meskipun Fania tidak melarang setidaknya aku masih punya hati untuk tidak menjadi PHO diantara mereka.


Hampir setiap hari aku berusaha menghindar dari Aldi, meskipun beberapa kali Aldi mencoba mendekatiku dan bersikap biasa seperi dulu kepadaku, tapi aku merasa tidak nyaman saat ini.


"Vin, kenapa sih kamu menghindar dari aku?" Tanya Aldi saat aku berjalan menuju kelas.


"Gak apa-apa kok, Al aku gak ngihindarin kamu," berbohongku.


"Aku tau kamu menghindar, Vin! Apa karena aku pacaran sama Fania?" tanyanya lagi.


"Aku gak ngehindarin kamu, Aldi serius deh." bohongku lagi

__ADS_1


"Vin, Fania gak larang aku sama kamu buat dekat. Dia juga ngerti bahwa aku sama kamu udah sahabatan lama, dia gak mau jadi penghalang buat persahabatan kita," ucap Aldi dengan emosi. Aku membuanng napas lelah sebelum akhirnya menjawab


"Al, aku tau Fania gak ngelarang kita kaya dulu lagi, tapi aku juga perempuan Al, hati perempuan itu sama. Aku juga merasakan sakit saat kamu dekat dengan perempuan lain, meskipun aku cuma sahabat kamu, tapi setidaknya ada sedikit hati Fania yang terluka saat ngeliat kedekatan kamu sama aku. Aku gak mau nyakitin hati Fania, Al, aku gak mau di anggap PHO sama orang lain. Maafin aku Al, lebih baik sekarnag kita jaga jarak, kamu juga harus mikirin perasaan Fania yang menjadi pacar kamu, aku gak apa-apa, asal kamu bahagia, aku juga ikut bahagia." Jelasku panjang lebar. Lalu pergi meninggalkan Aldi.


Setelah kejadian itu aku dan Aldi tidak pernah bertegur sapa, jika berpas-pasan pun aku hanya tersenyum singkat lalu pergi bersama kedua sahabataku.


Fitria selalu menanyakn keadaanku, hampir setiap hari jika aku berrtemu dengan Aldi, Fitria atau Ayuni menanyakan apakah aku baik-baik saja atau tidak, dan aku selalu menjawab bahwa aku baik-baik saja. padalah hampir setiap hari aku menangis karena rindu kepada Aldi. Tapi untung saja meskipun aku menangis seharian, wajahku tidak pernah terlihat seperti orang kebanyakan yang habis menangis akan terlihat merah dan bengkak di daerah mata.



Sebulan aku tidak bertegur sapa dengan Aldi, menjadi sebuah pertanyaan besar teman-teman sekelas bahkan satu kampus. ada yang suka dan ada juga yang tidak suka seperti yang sering aku dengar.


"Kok kak Vina sama kak Aldi udah gak pernah bareng,"


"Kak Vina sama kak Aldi putus ya?"


" Aldi selingkuh sama Fania?"


"Mending Aldi sama Fania lah dari pada sama Vina gak cocok!"


Dan masih banyak lagi bisik-bisik anak kampus tentang aku dan Aldi yang sudah tidak pernah bertegur sapa.


"Vina," pangil Fania, lalu menghampiriku yang sedang jalan bersama kedua sahabatku.


"Kenapa Fan?" tanyaku sebiasa mungkin.


"Kamu kenapa sama Aldi, kok sekarang jadi renggang. Apa karena aku?" Tanya Fania.


"Gak kok, Fan aku biasa aja sama Aldi, ini juga bukan gara-gara kamu kok," ucapku bohong, Fania hanya mengangguk, lalu aku pergi bersama kedua sahabatku menuju parkiran untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2