Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 2


__ADS_3

Hari ini Aldi mengajakku pergi, entah kemana karna dia tidak memberitahuku terlebih dahulu, selama berpacaran dengan Aldi biasanyaa dia mengajakku ke taman atau hanya sekedar jalan-jalan di mall, namun sepertinya sekarang tidak karna perjalanan kali ini lumayan cukup jauh.



"Kita sebenarnya mau kemana sih yang?" tanyaku untuk yang kesekian kalinya



"Nanti juga kamu tahu, sayang, sabar ya," jawabnya lembut sembari mengusap lembut kepalaku.



"Masih lama gak?" tanyaku lagi



"Sebentar lagi juga sampai," jawabnya lalu kembali pokus menyetir.



Hampir 1,5 jam menempuh perjalanan akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang membuat aku mengembangkan senyum. ternyata Aldi mengajakku ke pantai. tempat favoritku sedari kecil.



"Kamu senang gak?" Tanya Aldi sesampainya kami di pesisir pantai, ku anggukan kepala semangat sebagai jawaban bahwa aku sangat-sangat senang



"Kamu tahu gak kenapa aku bawa kamu kesini?" Tanya Aldi sambil menatap kearahku.



"Kenapa?" Tanyaku penasaran.



"Aku ngajak kamu kesini, karna aku tahu kamu sangat menyukai pantai, sama kayak aku yang sangat menyukai kamu bahkan sangat mencintai kamu" ucapnya yang membuat pipiku menghangat



"Kamu janji ya akan selalu menemani ku disaat apapun, jangan pernah tinggalin aku. Aku janji akan selalu ada disamping kamu, menjadikan kamu bidadari dalam hidup aku. dan aku akan selalu menyayangi dan mencintai kamu sampai kapanpun," aku terharu hingga menitikan air mata.



"Coba kamu lihat, lautnya luas banget kan?" aku mengikuti arah telunjuknya dengan masih memeluknya dari samping.

__ADS_1



"Tapi cinta aku untuk kamu tidak seluas lautan ini," ucapannya itu membuat aku sedikit kecewa.



"Laut juga tidak terlihat ujungnya, namun cintaku untuk kamu juga tidak seperti lautan itu" ucapnya yang membuat aku semakin kecewa dan marah kepadanya, sampai aku melepaskan dengan kasar pelukannya dan berniat untuk pergi, namun Aldi menahanku, dan ku urungkan niatku untuk pergi saat Aldi kembali berkata



"Namun coba kamu perhatikan kuku jari ini, meskipun ia tidak luas seperti lautan, tapi jika kamu memotongnya, ia akan tumbuh lagi setiap harinya, sama seperti cinta aku sama kamu yang selalu tumbuh setiap harinya. coba kamu gak memotok kuku itu selama hidup kamu sudah sepanjang apa kuku jari ini," ucapnya yang membuat aku terdiam mencerna setiap perkataan Aldi



"Seluas dan sedalam apapun lautan tapi ia tetap memiliki ujung, dan setinggi apapun gunung ia tetap memiliki puncaknya, tapi kuku, meski sering di potong tapi ia akan terus tumbuh sampai diri ini sudah tidak bernyawa lagi," lanjutnya yang membuat aku semakin menangis terharu dengan apa yang Aldi ucapkan dan melupakan kekecewaan yang tadi sempat terasa. Ku peluk erat tubuh Aldi dan ku tumpahkan tangisku di dalam pelukannya.



"Kamu janji ya untuk selalu menemani aku, menyayangi aku dan mencintai aku hingga maut memisahkan kita" ucap Aldi dengan serius dan tanpa ragu ku angguki



"Kamu juga janji ya untuk gak pernah tinggalin aku, dan jangan pernah berpaling dari aku" ucapku tak kalah serius




Kring.. kring.. kring..



Suara alarm membangunkan tidurku, bukan hanya membangunkan ku dari tidur namun juga membangunkanku dari mimpi itu.



Aku bangkit dari tidurku dan duduk di tepi tempat tidur sambil memikirkan mimpi yang aku alami barusan



"Apakah itu benar-benar mimpi? Tapi itu seperti nyata bagiku. Oh tuhan apa maksud dari mimpiku tersebut,?" begitu banyak pertanyaan yang berada didalam benakku. Namun aku segera menepisnya tidak ingin terlalu larut dalam semua itu akhirnya aku pun memutuskan untuk mandi karna hari ini aku memiliki kelas pagi dan aku hampir terlambat.



🐾🐾🐾

__ADS_1



sekitar 30 menit akhirnya aku tiba di kampus. Saat aku memasuki kelas ternyata sudah ada kedua sahabatku dan juga aku melihat Aldi sedang tertawa bahagia besama wanita yang aku tau itu adalah junior yang memang lumayan akrab juga dengan ku bahkan sudah ku anggap seperti adikku sendiri.



Melihat mereka tertawa bahagia seperti itu aku jadi teringat akan mimpiku semalam, namun aku segera menepisnya "hah kenapa aku teringat lagi pada mimpi sialan itu" ucapku dalam hati.



Selama kelas berlangsung aku benar-benar tidak pokus dengan apa yang di bahas dosen. Hingga waktunya habis pun aku masih juga tidak bergeming dari tempat dudukku sampai Ayu menyadarkanku dari lamunan itu.



Aku pergi ke kantin bersama kedua temanku untuk mengisi perut kami yang sudah mulai mendemo meminta jatah makannya. Tapi aku hanya mengaduk-ngaduk bakso favoriteku yang aku pesan seperti biasa. sungguh mimpi itu membuat moodku buruk. Ayuni yang menyadari keanehanku pun bertanya



"Vin aku perhatikan dari tadi kamu seperti sedang memikirkan sesuatu, apa ada yang terjadi? Apakah kamu sakit?" alis ayuni terangkat satu.



Mendengar itu Fitria yang sedang sibuk dengan makanannya pun melihat ke arahku dan mengangguki ucapan Ayuni. Aku hanya menggeleng memberi jawaban pada mereka karna aku tidak ingin mereka tau apa yang sebenarkan aku pikirkan sedari tadi. jika mereka tahu bisa-bisa mereka menertawakan aku.



Lagi pula aku malu menceritakannya. hey ini sangat konyol, ayolah ini Cuma mimpi dan mimpi hanyalah bunga tidur. Tapi mengapa aku terus saja memikirkan mimpi itu? biasanya aku tak pernah seperni ini.



Aku tak pernah memikirkan satupun mimpi yang melintas dalam tidurku meskipun mimpi yang sangat indah sekalipun. Tapi kenapa mimpi kali ini membuat aku seperti ini? Aku tak mengerti dengan diriku sendiri.



⭐⭐⭐



Sebulan berlalu dan aku masih belum bisa lupa dengan mimpi itu, aku semakin yakin jika itu memang hanya mimpi yang tidak mungkin menjadi nyata karna saat ini pun Aldi sudah menjalin hubungan dengan dia, junior sekaligus adikku, tepatnya yang sudahku anggap sebagai adikku, namanya Raina.



Lagi-lagi aku mengingat mimpi itu, tapi aku yakin aku bisa melupakan mimpi itu sekaligus melupakannya. Tunggu melupakannya, tapi memangnya aku pernah memikirkannya? Ah sudahlah itu tidak penting, lagi pula mimpi itu hanya mimpi tidak mungkin menjadi nyata.


__ADS_1



__ADS_2