
Hari-hariku sungguh sepi. setelah Aldi dekat dan pacaran dengan Riska, dia menjadi semakin jauh dariku.
biasanya saat malam seperti ini Aldi selalu mengnelponku atau hanya sekedar mengirimku pesan, tapi akhir-akhir ini Aldi tidak lagi melakukan itu. jujur aku sedih, tapi mau gimana lagi, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ternyata udah jam sebelas malam. Pantas saja aku sudah mengantuk," gumamku pelan pada diriku sendiri, ku baringkan tubuhku di atas empuknya ranjang.
Sebelum tidur aku berdoa semoga Aldi membuka hatinya untukku. setelah mengucapkan itu aku pun memejamkan mataku lalu tidur.
Drtt... drttt....
Getaran di ponselku membangunkan tidur nyenyakku. ku lihat jam di ponselku terlebih dahulu sebelum membuka pesan yang barusan masuk ternyata masih jam lima pagi, masih terlalu pagi untuk ku bangun sekarang, mengingat bahwa jadwal ngampusku hari ini cukup siang sekitar jam Sembilanan. masih ada waktuk sekitar dua atau tiga jam lagi untuk aku tidur.
Ku baringkan kembali tubuhku tanpa berniat membuka pesan yang masuk tadi terlebih dahulu, karna aku merasa masih sangat mengantuk. aku kembali tertidur namun baru juga memejamkan mata ponselku kembali berbunyi, tapi itu bukan pesan, melainkan sebuah telpon yang masuk, aku langsung mengangkatnya dengan keadaan masih mengantuk tanpa melihat nama si penelpon
"Hallo," sapaku khas bangun tidur.
"Vin, masih tidur?" Tanya seseorang di sebrang telpon.
"Iya dan sekarang kebangun gara-gara ada yang telpon, ini siapa?" kataku merasa terganggu. sungguh aku masih mengantuk saat ini dan dengan tidak sopannya orang ini malah mengganggu tidurku.
"Kamu lupa sama aku Vin?" Tanya orang di sebrang telpon lagi.
"Siapa sih, eh ben.... Aldi! ini, kamu Aldi, kan?" tanyaku memastikan, karna aku baru mengenali suaranya, dan setelah ku lihat nama yang tertera di hanpone ku ternyata benar Aldi yang menelpon. seketikan aku terbangun sempurna setelah mengetahui bahwa yang menelpon ku adalah Aldi.
"Iya aku Aldi, kamu udah lupa sama aku hhmm, tega sekali."
__ADS_1
"Haha sorry, Al aku gak liat dulu siapa yang nelpon, maklum bangun tidur, hehe," jawabku sambil cengengesan.
Setelah mendapat telpon dari Aldi aku langsung bergegas mandi dan mengganti pakaian karna Aldi akan kesini dengan alasan mau mengajakku pergi kekampus bersama, padahal ini baru jam enam pagi sedangkan kuliah pukul Sembilan, tapi ya sudahlah yang penting Aldi kesini dan aku senang setidaknya aku bisa berlama-lama bersama Aldi, karna di kampus pasti ada Riska yang berstatus pacar kedua Aldi, karna setauku Riska mengetahui hubungan Aldi dengan Raina.
Ketukan pintu membuat aku tersenyum senang, karna aku yakin bahwa itu pasti Aldi, tanpa menunggu lama lagi aku langsung berjalan kearah pintu, dan membukanya. kulihat Aldi sudah berdiri disana dengan senyum manisnya.
Baru saja aku akan mempersilahkannya masuk tapi dia sudah lebih dulu masuk dan duduk di kursi makanku. dasar tidak tau sopan santun. aku hanya menggelengkan kepala pelan lalu menyusulnya kedapur.
"Dasar tamu tak tau diri," gumamku kecil saat melihat Aldi yang sudah asik memakan sarapan yang tadi kubuat. Dengan tidak tau malunya Aldi hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.
Selesai sarapaan, ku lihat jam ternyata baru jam tujuh pagi berarti masih ada waktu dua jam untuk pergi ke kampus. Kini Aldi hanya duduk sambil menonton televisi di ruang tengah apartement.
"Vin, kamu sayang gak sama aku?" Tanya Aldi tiba-tiba, "haruskah aku jujur padanya sekarang?" tanyaku dalam hati. Aku melihat kearah Aldi dengan bingung, apa maksud dari ucapannya. "Apakah dia akan menyatakan perasaannya padaku?" tebakku masih dalam hati. Aku diam, tidak tahu harus menjawab apa, tapi aku ingin tau gimana perasaannya terhadapku.
"Aldi apa kamu sayang sama aku?" balik aku bertanya. aku hanya ingin memastikan perasaannya terlebih dahulu, sebelum dia tahu perasaanku.
"Itu lah jawaban aku untuk kamu Al, aku juga udah punya pacar," jawabku, aku gak mau dia tau perasaanku untuk saat ini, biarlah ini menjadi harasiaku dan kedua sahabatku.
Aku lebih baik sayang dalam diam, dari pada harus mengumbar rasa sayangku terhadap Aldi, dan membuat oran-orang mengetahui perasaanku yang bertepuk sebelah tangan ini. aku gak mau itu terjadi. Biarkan rasa ini aku simpan sendiri.
Aku baru saja sampai di parkiran kampus bersama Aldi. Sekarang aku tau ternyata Aldi sudah putus dengan Riska. pantas dia lari lagi kepadaku.
Aku merasa seperti pelarian. dia datang disaat dia butuh dan kesepian, sedangkan aku dengan bodohnya masih saja mau menerima kehadirannya, yang jelas-jelas sudah menyakiti hatiku.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum saat Aldi menceritakan kandasnya hubungan dia dengan Riska. aku harus terlihat biasa saja, aku gak mau dia tau perasaanku dan malah menjauhiku. sungguh aku tidak bisa melepaskannya.
Aku dan Aldi memasuki kelas dan kulihat kedua sahabatku sudah ada di bangkunya masing-masing. Aldi berjalan di sampingku membuat kedua sahabatku senyum-senyum tidak jelas. ku lihat ternyata Riska pun sudah ada di bangkunya, memperhatikan aku dan juga Aldi yang berjaan berdampingan.
Aku pergi menuju mejaku begitupun Aldi yanv pergi menuju mejanya. Belum juga aku duduk kedua sahabatku sudah siap untuk mewawancaraiku. Aku hanya menghela napas dan mulai menceritakan kejaadian tadi pagi dan soal putusnya hubungan Riska dan Aldi. Setelah selesai menceritakannya ku ambil buku dari dalam tasku lalu membacanya.
"Oh gitu, pantes dia bareng kamu lagi, ternyata udah putus. kalo sama Raina udah putus belum?" Tanya Fitria. aku menghela napas dan menggeleng lemah.
"Maksud dari gelengan itu gak tau apa belum?" giliran Ayuni yang bertanya.
"Belum," jawabku singkat lalu melanjutkan membaca buku lagi.
Aku pergi kekantin bersama Aldi, awalnya sih bersama kedua sahabatku, tapi Aldi menghampiriku dan dengan seenaknya kedua sahabatku pergi meninggalkanku berdua bersama Aldi.
Tidakkah mereka mengerti bahwa aku sedang tidak ingin berduaan dengannya? tapi itu hanya menjadi omelanku dalam hati karna tanpa mendengar protesku mereka malah sudah pergi terlebih dahulu.
kini aku hanya duduk berdua bersama Aldi di meja kantin dengan makanan masing-masing. aku mencoba tetap pokos pada makananku, dan tidak mau menatap Aldi. tidak ada obrolan yang keluar dari kita berdua, hingga makanan kami berdua habis Aldi meraih tanganku yang berada di meja, membuat aku menatapnya bingung,
"Ke taman yuk," ajak Aldi lalu menarik pelan tanganku menuju ke taman belakan kampus. aku yang masih bingung lebih memilih mengikutinya tanpa berniat menolak. Sungguh hari ini aku merasa Aldi berbeda dari biasanya.
Sesampainya di taman, Aldi menyuruhku duduk tanpa melepaskan genggaman tangan kami.
"Aku tahu kamu menyukaiku, tapi kamu tahu sendiri kan kalau aku punya kekasih?" ucapnya tiba-tiba, aku hanya diam ingin mendengar kelanjutan ucapannya.
"... aku juga sayang sama kamu, tapi sayang sebagai sahabat gak lebih. Aku sayang banget sama Raina, dan kami berdua sudah merencanakan untuk kejenjang yang lebih serius," Ucapnya lagi. aku masih diam mencerna semua yang di ucapkan Aldi. berarti secara tidak langsung dia sudah menolakku, tanpa harus aku menyatakan perasaanku terlebih dahulu aku ingin menangis saat ini juga, tapi aku mencoba kuat untuk tidak menangis di hadapan Aldi. aku gak mau terlihat lemah didepannya.
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih Al, aku juga tau kali kau serius sama Raina. Tenang saja aku gak bakal ganggu," ucapku setegar mungkin, dan sebiasa mungkin.