
Hari ini aku memiliki janji bersama Raina di sebuah café yang tidak jauh dari kampus.
Setelah kelasku usai aku pamit kepada kedua sahabatku untuk pergi lebih dulu karna tidak enak jika Raina menunggu terlalu lama.
Sesampainya aku di sebuah café dimana tempat kami janjian, aku melihat Raina yang melambaikan tangannya ke arahku. Aku segera menghampirinya dan duduk di bangku yang sudah di sediakan.
"Maaf membuatmu menunggu lama, Rai," kataku menyesal.
"Tidak apa Kakakku, pesananku juga belum datang, berarti ini belum terlalu lama," jawab Raina sambil tersenyum.
Sikap ini lah yang membuat ku tidak tega untuk menghianatinya. dia begitu baik dan ramah, maka dari itu aku sangat menyayanginya dan menganggapnya seperti adikku sendiri. "Maafkan aku, Rai yang sempat akan merusak hunganmu dengan Aldi," ucapku dalam hati.
***
Pertemuanku dengan Raina tidak terlalu lama karna dia sudah hampir terlambat pergi ke bandara, ya dia berpamitan kepadaku akan pindah ke Malaysia dan memintaku untuk mengawasi Aldi untuknya agar tidak berselingkuh, dan dengan ragu aku mengiyakan ucapannya, Karna aku tidak yakin kalo Aldi tidak akan selingkuh mengingat sifatnya yang memang playboy itu.
Bahkan saat sudah berpacaran dengan Raina pun Aldi berani memeluk wanita lain dihadapan Raina, kalo aku yang menjadi Raina sudahku pastikan tangan ku akan melayang ke pipi laki-laki seperti itu. Tapi Raina diam saja melihat itu, aku heran dia itu terlalu sabar apa terlalu bodoh, diam di saat pacarnya memeluk wanita lain.
***
Kepindahan Raina ternyata tidak membuatan seorang Aldiansyah Putra kesepian dan merasa kehilangan. Sekarang bahkan Aldi sedang bersama wanita yang ku ketahui namanya itu adalah Sinta sedang berduaan di bangku taman yang tidak jauh dari tempat aku duduk.
Aku hanya menggelengkan kepala melihat itu dan mengingat pesan yang Raina sampaikan, sepertinya aku memang tidak bisa menjaga Aldi untuk Raina.
Melihat kelakuan Aldiansyah yang suka menggoda wanita sana sini membuat aku kasihan kepada Raina segaligus merasa sakit dihatiku.
Kadang aku bertukar kabar bersama Raina, dan tentu saja yang Raina tanyakan adalah tentang Aldi yang notabenya adalah kekasihnya. Kadang aku masih merasa cemburu kepada Raina dia begitu beruntung bisa di cintai oleh seorang Aldiansyah Putra.
__ADS_1
Tapi aku juga merasa kasihan terhadap Raina jika melihat kebersamaan Aldi bersama wanita lain, dan kadang aku juga bersyukur karna bukan aku yang berada di posisi Raina.
••••
Ini hari sabtu dan aku bersama kedua sahabatku sudah berencana untuk menghabiskan waktu bersama mulai dari ke salon makan dan jalan-jalan. Ini adalah kegiatan yang sering kami lakukan jika sedang tidak sibuk dengan kuliah maupun karna tugas kampus, sekaligus juga hitung-hitung refreshing menghilangkan penat karna tugas yang menumpuk.
Jam 20:30 tepat aku sudah sampai ke Apartemen ku, sungguh aku lelah sekali sehabis bermain bersama kedua sahabatku itu. untung saja besok adalah hari minggu jadi aku bisa tidur sepuasnya tampa harus terganggu dengan jadwal kuliahku.
Aku membuka kantong belanjaan yang tadi sempat ku beli dengan kedua sahabatku, aku membeli baju couple bersama kedua sahabatku, dan aku juga membeli sepatu, dres dan juga make up.
Setelah membongkar dan merapikan barang-barang yang aku beli tadi aku langsung bergegas mandi karna merasa badanku sangat lengket. Bayangkan saja aku pergi dari jam 11:00 siang dan pulang-pulang pukul 20:30 malam bagaimana lengketnya badanku karna keringat.
Aku terbangun dari tidur nyenyakku karna mendengar suara bel apartemenku. Dengan mata yang masih belum terbuka sempurna aku berjalan kedepan untuk membuka pintu Apartemenku, saat ku buka pintu ternyata yang datang dan mengganggu tidurku adalah Ayuni. Aku mempersilahkan dia masuk dan bertanya apa tujuan dia datang kemari dan mengganggu tidurku.
Selesai mandi aku pergi menuju dapur dengan diikuti Ayuni, aku ingin membuat saparan untukku dan juga Ayuni karna aku yakin dia belum sarapan karna dia datang pagi sekali dan mengacaukan rencana acara tidurku. Tapi aku juga senang karna aku tidak sendiri di Apartemenku.
Aku membuat omlatte sosis untuk sarapan pagi ini bersama Ayuni. Di sela-sela makanku, Ayuni bertanya tentang perasaan ku terhadap Aldi, aku terdiam sebentar lalu menjawab
"Aku sudah biasa saja padanya, karna aku sudah bertekad untuk menghilangkan perasaanku ini," kataku, kulihat Ayuni mengangguk tanda mengerti.
Setelah selesai sarapan kami memutuskan ke kamarku untuk sekedar menonton drama korea kesukaan kami.
"Vin, coba kamu hubungi Fitria dan ajak dia keseni." suruh Ayuni padaku. Aku hanya menganggukan kepalaku dan segera mengambil hanponeku yang berada di meja belajar dan langsung menelpon Fitria.
"Fit kamu sedang apa?" tanyaku melalui telpon
__ADS_1
"...."
"Ke Apartemen ku sekarang bisa? Disini sudah ada Ayuni,"
"....."
"Ok aku tunggu. Jangan lupa membeli makanan terlebih dahulu," kataku lalu mengakhiri percakapan ku di telpon. Aku kembali melanjutkan acara menontonku bersama Ayuni sambil menunggu kedatangan Fitria.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam akhirnya Fitria datang membawa makanan yang sempat aku pesan sebulum dia datang.
Aku dan kedua sahabatku bercerita banyak, dan aku berpikir mungkin seharusnya aku menceritakan tentang mimpi ku dan perasaanku terhadap Aldi kepada Fitri. Aku pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Fitria karna Ayuni memang sudah mengetahui semuanya, Fitria kaget mendengar ceritaku tapi tidak denagn Ayuni yang terlihat biasa saja.
"Kenapa kamu tidak cerita dari awal kepadaku, Vin, pasti aku bantu kamu mendapatkannya." protes Fitria yang aku balas dengan cengiran.
"Sekaranag aku sudah melupakan perasaanku ini, dan mencoba untuk berteman biasa saja padanya tanpa menyelipkan perasaan suka bahkan cinta ke dalamnya," Ku lihat Ayuni dan Fitria menghela napas.
"Ya sudah terserah kamu, semoga perasaan kamu tidak kembali lagi untuk dia," ucap Ayuni.
"Tapi aku tidak yakin, Vin. Aku lihat sekarang kamu semakin dekat dengan Aldiansyah," kata Fitria yang membuat aku terdiam, ya aku sadari bahwa aku dan aldi memang semakin dekat, tapi karna aku baru tahu kalo Aldi adalah orang yang sempatku kenal dulu waktu masih aku SMP.
Dan kenyataan itu baru aku ketahui kemarin saat aku dan Aldi sedang bersama dan bercerita tentang tempat tinggalku, dan ternyata Aldi masih mengingat itu, tapi kami memang belum sempat bertemu karna aku yang selalu membuat bermacam alasan ketika dia mengajak ku bertemu. Aku menceritaakan kebenaran itu kepada kedua sahabatku dan mereka malah meledekku
"Cie .. cie, ternyata kalau jodoh itu tidak akan kemana," ujar Fitria heboh dan di angguki Ayuni tanda setuju dengan pendapat Fitria.
"Sepertinya kamu harus mempertahankannya kembali, Vin, siapa tau Aldi memang jodoh kamu yang sempat tertunda." Dan kali ini Ayuni yang menyampaikan pendapatnya yang di angguki oleh Fitria. Aku kadang bingun pada Ayuni dia begitu labil jadi orang, awal-awal Ayuni menyuruhku untuk mempertahankannya, lalu menyuh aku melupakannya dan sekarang dia menyuruhku mempertahankannya lagi, sungguh labil sekali temanku yang satu ini.
__ADS_1