Cinta Berawal Dari Mimpi

Cinta Berawal Dari Mimpi
Episode 7


__ADS_3

Beberapa hari ini aku sering melamun memikirkan perkataan Ayuni dan Fitria beberapa hari lalu yang mengusulkan untuk aku kembali memperjuangkan perasaanku terhadap Aldi.



Aku berpikir, haruskah aku kembali menyukainya? padahal rasa yang kemarin sempat hadir saja belum sepenuhnya pergi dan sekarang haruskah aku goyah kembali.



Aku terus saja memikirkan itu dengan segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi, dan aku pun mengingat bahwa sekarang Aldi sudah mempunyai kekasih yang dekat denganku. haruskah aku kembali melanjutkan pemikiran ku untuk menjadi PHO di hubungan mereka, aku tak sanggup dan tidak berani.



Setelah pemikiran-pemikiran panjang dan penuh dengan pertimbangan akhirnya aku memutuskan untuk menjalani pertemanan terlebih dahulu dengan Aldi, untuk kedepannya aku serahkan pada waktu, karna waktu lah yang akan menjawabnya.



Hari demi hari aku semakin dekat dengan Aldi tapi hanya sekedar dekat sebagai teman di kampus tidak lebih, dan aku merasa sekarang perasaan ku menganggap Aldi hanyalah sebagai teman, tapi aku tidak tahu dengan Aldi yang menganggapku seperti apa.



Aku juga sering menceritakan Raina kepada Aldi yang sering mengirim pesan kepadaku hanya untuk menanyakan dirinya. Aku salut kepada Raina karna dia bisa begitu percaya kepada Aldi yang sudah jelas-jelas adalah seorang playboy yang tidak bisa melihat perempuan cantik sedikit langsung dia dekati.



Aku menggelengkan kepala melihat sifat nya yang belum huga berubah, padahal dia memiliki kekasih yang berada jauh darinya.



Aku send it in bahkan sering di gombali olehnya, tapi aku sudah terbiasa dengan itu, meskipun aku juga terkadang baper dengan perlakuannya terhadapku.



Beberapa hari ini aku merasa kehilangan sosok Aldi. aku merasa akhir-akhir ini Aldi agak cuek terhadapku, entah apa penyebabnya. Namun aku mencoba berpikir positif, " mungkin Aldi sedang sibuk," yakinku dalam hati.



Kelasku sudah berakhir sepuluh menit yang lalu tapi aku masih enggan untuk beranjak dari tempat dudukku, Ayuni dan Fitria pamit untuk ke toilet terlebih dahulu sebelum pulang, sedangkan aku memilih menunggu mereka di kelas dari pada ikut ke toilet.



Aku bangkit dari tempat aku duduk berniat untuk untuk menunggu kedua sahabatku di depan kelas. Ku lihat di depan ada Aldi yang sedang berjalan menuju kearahku, ku lihat dia tersenyum, entah itu tersenyum padaku atau bukan, aku tidak ingin GR dulu makanya aku tidak membalas senyuman itu.



Aku berjalan melewatinya dan tanpaku duga Aldi menahan tangan ku, dadaku berdetak cepat saat Aldi memegang tanganku dengan jarak yang sedekat ini, aku bisa merasakan napasnya d belakang telingaku.



"Mau pulang bareng denganku?" Tanya Aldi pelan dengan masih memegang tanganku. Aku tersenyum dan menggeleng, Aldi melepaskan pegangannya dan berdiri dihadapanku.



"kenapa?" tannyanya lagi.



"Tidak apa. Aku bawa motor dan akan pulang bersama Fitria dan juga Ayuni." Jawabku memberi alasan. Aldi mengangguk mengerti.

__ADS_1



"Ya sudah lain kali saja," ucapnya lagi, aku hanya tersenyum dan pergi menuju parkiran menunggu kedua sahabatku.



Niat awal akan menunggu di depan kelas, tapi gara-gara bertemu Aldi aku jadi harus menunggu mereka di parkiran.



Tidak lama aku menunggu kedua sahabatku datang juga, aku menceritakan kejadian tadi kepada mereka berdua.



Ayuni dan Fitria malah menoyor kepalaku saat mendengar bahwa aku menolak ajakan Aldiansyah. aku bingung kenapa mereka malah menoyorku, apa aku salah?



"Vina, kenapa kamu tolak ajakan dia sih," kata Fitria yang membuat aku jadi bingung.



"Vin seharusnya kamu terima ajakan dia, itu kesempatan kamu tau." Ayuni menambahi. Entah aku yang lambat untuk berpikir, atau memang mereka yang terlalu berbelit-belit ngomongnya. Sumpah aku gak tau maksud mereka apa,



"Kesempatan? Kesempatan apa?" tanyaku bingung.




Betapa bodohnya aku menolak ajakan Aldi tadi, padahal itu adalah kesempatan untuk aku bisa lebih dekat dengannya. pokoknya jika lain kali dia mengajakku pulang bareng lagi aku tidak akan menolaknya lagi."Semoga masih ada kesempatan dia mau ngajak aku pulang bareng lagi." Harapku dalam hati.



Malam ini aku tidak sendiri karna Fitria dan Ayuni datang untuk mengerjakan tugas bersama.



Baguslah jadi aku tidak akan terlalu memikirkan tentang dia. Tidak terasa ternyata sekarang sudah tengah malam dan aku bersama kedua sahabatku baru saja menyelesaikan tugas kampus kami.



***



Seminggu telah berlalu aku berharap Aldi akan mengajakku pulang bersama, tapi ternyata kesempatan itu tidak ada lagi, aku sedikit kecewa karna ternyata ekpetasiku jauh dari kenyataan, dan kekecewaanku bertambah setelah tahu bahwa Aldi memiliki kekasih yang memeng masih satu jurusan dengan aku dan juga Aldi.



Entah aku harus bersikaf bagaimana kepada mereka, aku ingin marah tapi aku juga sadar diri aku tidak berhak untuk itu, Tapi jujur aku merasa cemburu saat melihat mereka.



Aku berjalan kearah parkiran tempat dimana aku menyimpan sepeda motorku, dan aku melihat Aldi yang sedang memakaikan helm kepada kekasih barunya.

__ADS_1



tanpa sadar aku meneteskan air mata. aku tau, aku bukan siapa-siapanya Aldi, tapi bolehkah aku berharap untuk berada diposisi perempuan yang sekarang tengah tersenyum manis dengan perlakuan seperti itu dari Aldi.



Sesampainya di kamar aku langsung membaringkan tubuhku di atas ranjang. Aku merasa sangat lelah padahal di kampus aku tidak melakukan apa-apa, tapi entah kenapa aku merasa sangat lelah. Kedua sahabatku selalu mengingatkanku untuk melupakan Aldi. tapi melupakan bukanlah hal mudah yang dapat di lakukan.



Drrtt... drrttt



Suara getaran ponselku menyadarkan lamunanku, ku lihat ternyata ada pesan dari Aldi, dengan penasaran ku buka pesan itu dan bingung dengan isi pesan yang Aldi kirimkan.



From: Aldi


"Vina apa nanti malam kamu ada acara?".



To:Aldi


"Tidak, memangnya kenapa?"



Tidak biasanya aldi menanyakan itu kepadaku, tidak lama pesan balasan dari Aldi muncul, dan dengan cepat aku membacanya



From: Aldi


"Aku ingin mengajak kamu keluar jam 7 malam tepat, nanti aku jemput."



To:Aldi


" Ok "



Balasku mengiyakan ajakan Aldi, aku bahagia karna aldi mengajakku keluar malam ini.



Ku lihat jam di ponselku sudah menunjukan pukul 17:50 itu artinya sebentar lagi. Aku segera bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap, sekarang baru pukul setengah tujuh yag artinya setengah jam lagi aldi bakalan memjeputku, tapi hujan turun dengan derasnya. aku menghela napas panjang, itu artinya aku dan Aldi tidak akan jadi keluar bersama.



Aku segera mengambil ponselku yang berada di atas nakas dan segera mengirim pesan kepada Aldi untuk membatalkan ajakannya, karna hujan yang semakin deras, dan Aldi menyetujuinya. Padahal aku ingin sekali jalan dengannya, mungkinkah tuhan tidak mengijinkan aku bertemu dengannya? Aku menghela napas kasar dan segera bangkit untuk mengganti pakaianku dengan piyama karna sepertinya aku akan langsung tidur saja malam ini.


__ADS_1


__ADS_2