
Hari ini aku berniat mengajak Aldi bertemu, aku ingin mendapat kejelasan tentang hubunganku dengan Aldi.
Benar kata kak Ray aku harus tegas kali ini. aku juga manusia yang punya perasaan, ingin bahagia meskipun tidak bersama Aldi.
Ku ambil ponsel yang berada di atas nakas untuk menghubungi Aldi. Sudah deringan ke tiga tapi Aldi belum juga mengangkatnya. Deringan ke lima dan sampai operator yang berbicara, Aldi tidak juga mengangkat telpon ku.
Ku coba sekali lagi tapi tetap tidak di angkat juga, hingga panggilan kelima masih tidak diangkat, akhirnya aku menyerah, mungkin Aldi sedang sibuk bersama Fania.
aku harus mengerti dan juga tahu diri, aku bukan lah siapa-siapanya untuk Aldi.
Ku menunggu hingga tiga jam tapi Aldi tidak ada juga menghubungiku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengirim pesan kepada Aldi, menanyakan keberadaannya saat ini. Tapi sudah sepuluh menit bulum juga Ada balasan, biasanya Aldi selalu cepat membalas pesan dariku, tapi kali ini tidak.
Sudah pukul lima sore dan aku sudah selesai bersih-bersih apartemen, bahkan aku sudah tidur dan memasak tapi tidak ada juga balasan dari Aldi, jujur ada sedikit kehawatiran dalam hatiku terhadapnya, karna biasanya sesibuk-sibuknya Aldi, meskipun dia sedang bersama pacarnya, dulu Aldi tidak pernah mengabaikan pesan dariku, tapi kali ini dia mengabaikan pesan bahkan telpon dariku.
Drettt... drettt.... Dreettt
Getaran dari ponsel mengagetkanku. aku berharap itu adalah pesan dari Aldi, aku cepat-cepat mengambil ponsel yang ada di nakas samping tempat tidurku, dengan senyum yang mengembang kubuka pesan yang masuk, tapi setelah ku buka pesan itu senyumku memudar. karna bukan pesan dari Aldi yang sedari tadi aku harapkan tapi malah pesan dari kak Ray lah yang masuk.
From: kak Rayhan
Malam Vina
To: kak Rayhan
Malam juga kak
From:kak Rayhan
Lagi ngapain, kakak ganggu gak?
To: kak Rayhan
Lagi nunggu pesan dari Aldi kak,
dari siang aku ngehubungin Aldi gak ada balasan sampe sekarang.
aku khawatir dia kenapa-kenapa
From:kak Rayhan
Oh.
__ADS_1
Kamu sayang banget ya sama Aldi Vin?
Saat kak Rayhan membalas seperti itu aku baru merasa bersalah. aku peka, aku bisa lihat dari cara dia menatapku, memberi perhatian kepadaku, aku tahu banget kalau kak Rayhan menyukaiku, namun aku pura-pura tidak tau.
Tapi sepertinya aku sudah menyakiti perasaan kak Rayhan, disaat dia baik dan perhatian kepadaku, aku malah menghawatirkan Aldi. di saat aku bersamanya, aku malah menceritakan Aldi.
Aku sudah jahat banget sama kak Rayhan, aku sudah melukai perasaannya. Aku tau gimna sakitnya. karna aku juga merasakannya, bahkan lebih dari yang kak Rayhan rasakan. Kak Ray laki-laki yang baik dan tidak seharusnya aku menyakiti perasaan kak Ray.
To:kak Rayhan
Kakak tau sendirikan aku udah lama sama Aldi, meskipun tanpa status yang jelas,
Aku udah sayang banget sama Aldi.
tapi tadinya aku menghubungi Aldi untuk minta bertemu karna mau meminta kejelasan kepada Aldi tentang hubungan aku dan dia, aku gak mau kayak gini terus, aku juga mau bahagia meskipun gak sama dia.
From: kak Rayhan
Kakak ngerti kok Vin, kamu positif thingking aja, mungkin Aldi memang lagi sibuk.
kamu sabar ya.
To: kak Rayhan
Makasih
Akhir-akhir ini aku dan kak Rayhan selalu berangkat dan pulang bareng, tapi aku berusaha sembunyi-sembunyi, aku gak mau Aldi lihat aku sama laki-laki lain, meskipun Aldi bukan siapa-siapa aku tapi aku masih sangat berharap pada Aldi.
Pernah waktu itu aku diajak pulang bersama oleh kak Rayhan dan aku setuju karna Aldi juga saat itu gak bisa pulang bareng aku karna mau mengantarkan Fania pulang, tapi saat ditengah perjalanan Aldi mengirimi aku pesan, menanyakan aku dimana dan dia ngajak aku pulang bersama, saat itu aku merasa senang, dan aku gak menyia-nyiakan kesempatan itu, karna aku juga memang sudah jarang pulang bareng dengan Aldi dan sekarang adalah kesempat untuk aku, tapi aku bingung untuk mencari Alasan agar kak Ray bisa menurunkan Aku, aku gelisah takut Aldi keburu lewat dan melihat aku bersama kak Ray. Dan aku pun terpaksa berbohong pada kak Ray, dan untungnya kak Ray percaya. Dan aku bisa pulang bersama dengan Aldi.
Malam hari ini aku sungguh bosan di apartemen tidak ada kegiatan yang harus aku kerjakan. Aku hanya melihat-lihat social media dan kembali menonton televisi lagi. Tidak lama ponselku berdering tanda ada telpon yang masuk, kulihat layar ponselku yang menyala, dan ternyata itu adalah kak Ray yang menelpon, tanpa menunggu lama aku langsung mengangkatnya.
"Hallo kak Ray," sapaku saat mengangkat telpon dari kak Ray.
"Hallo juga Vina, lagi ngapain? Kakak gangggu gak nih?" Tanya kak Ray dari sebrang telpon.
"Haha nggak kok kak aku juga dari tadi lagi bosen, kakak lagi ngapain?" tanyaku
"Kakak lagi mikirin kamu," ucap kak Ray dengan nada bercanda, aku hanya tertawa menanggapi ucapannya.
__ADS_1
"Vin, kakak boleh Tanya?"
"Boleh kok kak, emang mau Tanya apa?"
"Kamu kan sayang banget sama Aldi-Aldi itu. kalau seandainya ada laki-laki yang mau Menggantikan posisi Aldi di hati kamu gimana?" Tanya kak Ray dari sebrang telpon. Jujur aku bingung dengan pertanyaan kak Ray.
"Maksudnya kak?" tanyaku dengan bingung.
"Iya kalau ada laki-laki lain yang sayang sama kamu gimana, apa kamu mau nerima laki-laki itu?" Aku sempat terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang dimaksud kak Ray, dan aku mengerti sekarang.
"Ya kalau emang laki-laki itu tulus sayang sama aku, gak ada salahnya kan aku coba, siapa tau aku bisa berpaling dari Aldi. Aku juga pengen bahagia kak, dan aku pengen cari kebahagian aku, seperti Aldi yang udah dapetin kebahagiannya. Tapi aku takut.." jelasku pangjang lebar tapi masih menggantung.
"Takut kenapa Vin?" Tanya kak Ray
"Aku takut nanti jadiin laki-laki itu cuma pelampiasan aja, aku gak mau nyakitin orang lain kak! Kalau aku xuma jadiin laki-laki itu pelampiasan apa bedanya aku sama Aldi, sama-sama berengsek yang tidak menghargai perasaan orang lain. Aku gak mau melukain orang lain kak. Jujur aku masih berharap banyak buat milikin Aldi, tapi aku tau kalau ini hanya sia-sia," jelasku lagi.
"Vin, kakak ngerti perasaan kamu, tapi apa kamu gak mau nyoba? jujur dari awal kakak ketemu kamu, kakak udah tertarik sama kamu. Kakak sayang sama kamu Vin, bahkan kakak cinta sama kamu. Kakak tahu perasaan kamu terhadap Aldi itu sangat besar, tapi kakak mohon, kamu jangan kayak gini Vin! Masih banyak yang sayang sama kamu termasuk kakak. Kakak tau kita baru kenal tapi kakak bakalan bantu kamu buat lupain Aldi. Kakak akan berusaha buat kamu berpaling sama kakak. Kamu mau kan jadi pacar kakak?"
Aku terharu mendengar ucapan kak Ray, ingin sekali aku memeluk kak Ray saat ini.
Besoknya aku pergi kekampus pagi-pagi, harusnya siang hari tapi tiba-tiba sahabatku bilang bahwa kuliah di majuin jadi pagi karna siang dosennya mau pergi keluar negeri.
Aku bergegas menuju kampus dengan menaiki angkutan umum, sepeda motorku sudah diambil oleh kakakku, karna aku pun juga sudah jarang memakainya jadi aku menyuruh kakakku untuk mengambilnya. karna sayang juga kalau tidak aku pakai terus-terusan, kampusku juga tidak terlalu jauh kan, jadi tidak apa jika sepeda motorku di ambil oleh kakakku.
Hari ini aku sudah janjian bersama kak Ray, sekalian untuk memberikan jawaban yang semalam, aku memang masih bingung, tapi tidak ada salahnya kan aku mencoba? Aku tau aku jahat pada kak Ray, tapi kak Ray menawarkan ini semua, dan kak Ray pun siap jika nanti aku memang benar-benar tidak nyaman dengannya, aku yakin pasti kak Ray sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinannya, maka dari itu kak Ray mau membantu aku. Tapi aku juga sedikit takut, aku takut nanti disaat aku sudah sepenuhnya membuka hati untuk kak Ray, tapi kak Ray malah meninggalkan aku. Aku gak siap untuk itu.
Aku berjalan menuju gerbang depan karena kak Rayhan sudah menunggu. Dan ternyata ada kak Derry juga disana, aku yakin Fitria janjian dengannya, tapi kenapa Fitria gak cerita? Biasanya juga dia selalu bertanya agar bisa bareng-bareng. Aku hampiri kak Ray dan tidak lupa untuk menyapa kak Derry.
"Eh Vin, Fitria mana?" Tanya kak Derry kepadaku.
"Masih di dalem deh kayaknya, tadi aku keluar duluan kak" jawabku.
Tidak lama dari itu Fitria dan Ayuni datang, aku melihat Fitria kayak kaget gitu ngeliat kak Derry disini, dan Ayuni hanya menyapa kak Rayhan dan juga kak Derry dan setelah itu pergi karena jemputannya sudah menunggu.
"Kak Derry kenapa gak bilang kalau mau kesini?" ucap Fitria pada kak Derry.
"Tadi di ajak sama Ray, dia bilang sekalian kita main?" ucap kak Derry.
Kami berempat pergi ke café di mall untuk makan terlebih dahulu, sebenarnya sih tadi kita mau ke taman tempat biasa, tapi kak Derry bilang dia lapar dan jadilah kita disini menemani kak Derry dan Fitria makan, sedangkan aku dan kak Ray hanya pesan minuman.
Setelah selesai dari café kami berempat memutuskan untuk pergi ke taman. Dan setelah itu pulang. Selama ditaman kak Ray selalu menggandeng tanganku. dia manis sekali, aku senang saat itu, meskipun terkadang aku teringat dengan Aldi.
__ADS_1
saat itu juga aku meng'iya'kan ajakan kak Ray untuk berpacaran. Tentunya dengan mencurahkan ketakutan dan kekhawatiran ku terlebih dahulu, dan kak Ray tidak mempermasalahkan jika aku memang masih menyayangi Aldi.
Kak Ray juga gak melarang aku untuk berdekatan dengan Aldi, karena kak Ray bilang 'aku tau itu tidak mudah, tapi biarkan hati kamu yang memilih, jangan jadikan ini sebagai beban' aku salut dengan kak Ray, dia dewasa dan sabar, dan aku gak mau menyakitinya. Aku akan berusaha untuk menjaga hati dan perasaannya, dan tentu saja belajar untuk merima hati dan juga kehadirannya.