Cinta CEO Pesakitan

Cinta CEO Pesakitan
Episode 14. Menurut mu ...?


__ADS_3

Di mobil mewah milik perusahaan 'Agung Tanoe Podomoro', Altezza masih menunggu kedatangan Ara.


Ara berlari kencang menuju basemen, atas perintah sang direktur mesum mereka, agar segera membawa Qenny yang tengah berada dalam pengaruh obat haram yang pria tampan itu dapatkan kala berada di club' saat menemani sang direktur.


Altezza turun dari mobil, saat melihat Ara turun dari mobil. Dia mendekatkan wajahnya kearah wanita cantik itu, dengan tatapan bengis dan kasar, "Cepat bawa pria brengsek itu. Aku tidak sudi Nyonya Besar Cantika mengetahui perbuatan orang-orang yang bekerja dengan ku. Cepat tinggalkan gedung ini!" perintahnya.


Ara mengangguk patuh.


"Satu lagi, jangan ada yang tahu kondisi pria itu!" tegas Altezza menambahkan.


Ara menjawab, "Baik Tuan ..."


Bergegas Ara memasuki mobil, melirik kearah belakang. Seketika bola matanya membulat saat melihat timun Netherland yang besar, tegak menantang bahkan sangat menyeramkan.


Tubuh Ara bergetar hebat, menelan ludahnya ketakutan. Keringatnya jagungnya keluar, seketika tubuhnya meremang, ingin sekali dia keluar dari dalam mobil, meninggalkan Qenny yang masih mengerang memohon agar menuntaskan hasratnya.


Ara melajukan mobil, membawa Qenny meninggalkan gedung perkantoran, 'Tidak mungkin aku membawanya ke apartemen, aku harus membawa pria mesum ini ke hotel! Brengsek sekali Tuan Altezza, membiarkan Qen menjadi seperti ini.'


Ara memarkirkan mobil di loby hotel, meminta pada para pelayan hotel agar membopong tubuh kekar Qenny yang masih mengerang dan mendessah.


Sontak pemandangan itu menjadi kejutan luar biasa bagi para pengunjung hotel dan para pelayan dengan menutup bagian terlarang itu agar tidak terlihat oleh para pengunjung.


"Oooogh baby! Touch me now ..." erang Qenny masih merintih memohon.


Ara bergerak cepat, saat menerima card dari receptions, berlari kencang agar membuka pintu kamar segera. Berkali-kali dia mencoba menghubungi Altezza, namun hanya mendapat jawaban yang sangat membingungkan.


["Kau urus saja pria mesum itu. Rapat sudah di mulai, dan posisi mu di ganti oleh Huang Zhong."]


Hanya pesan itu yang Ara terima dari Altezza, membuat dia berfikir ulang untuk mendekati pria arogan tersebut.


Saat tubuh Qenny sudah berada di ranjang kamar hotel, pihak hotel menunduk hormat pada Ara berlalu meninggalkan wanita itu dalam keadaan yang semakin bingung.


'Ngapain aku sendiri menemani pria ini? Apakah dia akan menyentuh ku?' batin Ara dalam hati.

__ADS_1


Ara berjalan perlahan menuju sofa, melihat Qenny tengah mengusap lembut benda tegap berdiri menantang dengan rintihan memohon.


"Please baby ...! Hold me now ... Aaaagh!" erang Qenny lagi.


Ara meringis, mendelik tajam, merasa aneh akan erangan yang dia dengar. Dia duduk di sofa, tanpa mau mendengarkan suara aneh itu, sambil menikmati siaran televisi.


Sesaat Qenny terus gelisah, tiba-tiba ...


BHUUUUG ...!


Tubuh Qenny terjatuh dari ranjang seluas itu ke lantai kamar, membuat Ara membantu pria tampan itu atas dasar kemanusiaan.


Namun, saat tangan halus Ara mengangkat tubuh kekar itu dengan mengapit kedua tangannya pada ketiak Qenny, sesaat itu pula tubuh pria tampan itu berada di atasnya.


Qenny menatap wajah cantik Ara yang berada di bawahnya, wajah mereka saling menatap, namun pandangannya hanya membayang.


"Apa kamu mencintaiku, gadis?" tanya Qenny dengan penuh perasaan gairah.


'Kenapa aku tak kuasa menolak tubuh ini?' batin Ara.


Namun sangat berbeda dengan Qenny, pria yang merasa aneh pada tubuhnya, malah mellumat bibir tipis Ara. Dia tak ingin sendiri dalam melakukan hal itu. Kali ini tubuhnya menginginkan hawa panas yang berbeda dalam pengaruh obat haram yang tidak dia ketahui.


"Hmmfh ..."


Kedua insan yang terlarut dalam suasana saling membalas ciuman itu dengan hangat. Menikmati bahkan saling mendecaap.


Bisikan-bisikan Qenny mampu membuat tubuh Ara melayang terbang. Bahkan aura kecantikan gadis itu semakin menggeliat liar meminta seraya memohon. Tangan pria yang berpengalaman, membuka penghalang kedua insan yang terbuai dalam dekapan.


Tatapan Qenny kembali menatap lekat mata indah wanita yang masih berada di bawahnya.


Hanya bisa berucap, "Babyhh ..."


Suasana semakin terasa manis bahkan saat pria tampan yang berprofesi sebagai seorang driver itu tengah berada dibawah sana. Memberikan sensasi yang berbeda bagi gadis cantik yang belum pernah merasakan kebahagiaan dunia indah surga yang menjanjikan kebersamaan.

__ADS_1


Qenny benar-benar merasakan hal indah luar biasa, saat suaranya terdengar lagi berbisik ke telinga gadis cantik yang menggoda, memohon untuk menyelesaikan hasrat agar kembali sempurna.


Pria tampan itu, menatap wajah wanitanya penuh harap, bahkan kembali mellumat bibir merah yang menawan, memberikan rasa manis seorang dara seorang gadis yang sempurna.


Ara menutup matanya perlahan, saat sesuatu benda keras akan menembus kulit halus terdalamnya di bawah sana.


Qenny yang baru menyadari bahwa Ara berada di bawahnya, tanpa pikir panjang menghentakkan miliknya menembus dara gadis suci yang menggenggam.


Mata indah itu terpejam, menikmati keindahan surga dunia yang mereka ciptakan. Dengan perlahan Qenny terus memompa, sehingga membawa Ara terbang melayang menembus nirwana.


Air mata tak terasa mengalir dari sudut mata Ara saat mencapai puncak kebahagiaan dua insan dalam penyatuan. Keringat bercucuran membasahi wajah cantiknya, membuat pria diatas nya terlelap dalam pelukan.


Kedua insan yang saling berpagutan, hanya mampu terlelap dalam penyatuan cinta yang tak berbalas.


Ara melepaskan penyatuan mereka, sedikit meringis menahan perih di bawah sana, membuat dia merasa malu saat Qenny masih menggenggam bagian kenyalnya.


"Hmm ... Apa yang telah aku lakukan? Bagaimana jika aku hamil anak seorang driver?" bisik Ara perlahan akan beranjak dari tempat peraduan mereka berdua.


Namun, tangan kekar Qenny kembali mendekap tubuh ramping yang masih merintih karena merasa sakit, setelah merasakan sesak saat pertama kali di terobos oleh pria yang kembali mengecup punggung telanjangnya.


"Aaaagh!" teriak Ara manja, saat tubuhnya kembali berada dalam dekapan pria yang masih setengah sadar tersebut.


Qenny tersenyum lega, menoleh kearah Ara yang berada di pelukannya.


Ara terdiam, tubuhnya kembali membeku mematung, hanya bisa menutup bagian kenyal yang terbuka dengan kedua tangannya.


Senyuman pria tampan yang masih dalam pengaruh obat haram itu menoleh dengan sadar, berani bertanya dengan wajah tanpa dosa, "Apa kamu mencintai aku?"


Ara mendelik, melihat wajah Qenny yang masih mendekapnya, "Menurut mu?" dia melepaskan dekapan tangan pria itu, berlari ke arah kamar mandi agar tidak mendapatkan pertanyaan itu lagi.


Qenny yang melihat Ara berlari kecil seperti pinguin, berteriak bahagia, "Hei, aku melihat dari tatapan matamu! Kamu mencintai aku, Ara. Kamu sangat berbeda!"


Pria itu memukul ranjang, menggelengkan kepalanya, "Aku yakin kamu menyukai aku, tapi aku bingung apa itu perasaan! Aaaagh ...!"

__ADS_1


__ADS_2