Cinta CEO Pesakitan

Cinta CEO Pesakitan
Episode 20. Cinta CEO Pesakitan


__ADS_3

Diruangan luas milik seorang CEO itu duduk dua wanita cantik yang akan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama.


Akan tetapi, karena Cantika yang masih di rundung kesedihan karena putra kesayangannya tak kunjung sembuh dari pesakitan nya hanya karena seorang gadis, dia menunda hal itu dengan alasan menunggu kehadiran suaminya Tuan Besar Hary tiba dari Seoul Korea.


"Cle ... Bagaimana jika kita tunda kerja sama ini? Saya sedang banyak pikiran, dan ini sangat menyiksa perasaan saya!" jelas Cantika tanpa melihat Cleo yang duduk disampingnya.


Cleo tersenyum tipis, mengusap lembut bahu Nyonya Besar Cantika, seolah-olah memahami apa yang di pikirkan Nyonya Besar.


"Apakah Nyonya memikirkan Qenny? Saya melihatnya beberapa bulan lalu. Tapi saya kehilangan dia, saya sudah menghubungi pihak hotel, mereka tidak pernah bertemu dengan Tuan Muda. Apa yang tejadi, Nyonya?" tanya Cleo sedikit ingin tahu.


Cantika menarik nafas dalam-dalam, menoleh kearah Cleo, "Entahlah ... Bisakah tinggalkan saya sendiri di sini?"


Cleo mengangguk, "Baik Nyonya. Setelah kedatangan Tuan Besar Hary saja kita bertemu. Karena hari ini saya akan jalan-jalan dulu. Mencari buku novel kesukaan saya," jelasnya.


Cantika tidak memperdulikan apapun tentang Cleo putri tunggal Keluarga Akuang. Baginya kali ini dia hanya ingin menemukan gadis bernama Shania Sahara Atmaja.


Gadis yang di kejar-kejar putranya, hingga membuat pria pewaris tahta itu menjadi pesakitan seperti saat ini.


'Apa yang sudah di lakukan gadis itu pada putra ku, Qenny? Bukankah Qen tidak pernah peduli dengan semua wanita yang sudah di tidurinya selama ini? Tapi kenapa anak ku seperti orang kehilangan arah. Aku harus mencari tahu dimana keberadaan Qen saat ini. Akan aku seret dia agar tidak memikirkan gadis itu lagi ...!'


Dengan langkah tergesa-gesa Cantika berlalu meninggalkan ruangannya, mencari keberadaan Huang.


Seketika dia melihat Cleo tengah berbincang-bincang dengan Huang. Tanpa berpikir panjang Cantika menarik tangan calon direktur baru yang akan menggantikan posisi Altezza.


Tentu Huang menjadi tergopoh-gopoh, saat tangannya di tarik paksa oleh Nyonya Besar Cantika.


Cantika tidak perduli, baginya dia harus menyelamatkan putra kesayangan Keluarga Subagio, demi perusahaan keluarga yang selama ini dia bangun sebagai pewaris tahta Keluarga.

__ADS_1


Cantika menggeram bahkan meremas tangan Huang keras, sedikit berbisik ketelinga pria yang terlihat sangat patuh pada Cleo, "Cepat bawa aku bertemu dengan putra ku! Sebelum kau aku lempar ke lantai dasar dari atas gedung ..."


"Ba-ba-baik Nyonya Besar, tapi saya belum mendapatkan jawaban dari Tuan Muda Qen," jawab Huang terbata-bata.


Bergegas mereka meninggalkan gedung perkantoran tersebut, menuju apartemen kecil yang di sewa perusahaan untuk secretaris bernama Shania Sahara Atmaja atau biasa di sapa Ara.


Cantika yang terbiasa dengan kemewahan, dan kebersihan dalam pengawasan pengawalan selayaknya Nyonya Besar, merasa khawatir saat melihat gedung apartemen yang dia pandang tidak layak dengan perusahaan yang dia kembangkan selama ini.


PLAAAAK ...!


Cantika menepuk kepala Huang Zhong saat menaiki anak tangga gedung apartemen tersebut.


"Aaauugh Nyonya," rintih Huang mengusap kepalanya yang di tepuk keras oleh tangan Nyonya Besar.


Cantika membesarkan kedua bola matanya, "Tega sekali kalian memberi putra ku tempat tinggal seperti ini! Aku akan tetap berada di Tokyo, sampai gadis itu di temukan. Dasar anak tidak tahu diri kalian. Kalian tahu siapa Qen? Dia pewaris tahta Keluarga Subagio, seenaknya kamu membiarkan dia tinggal di apartemen yang tidak layak huni ini!" kesalnya meremas kuat lengan Huang Zhong.


Huang hanya menahan sakit yang teramat sangat dari tangan seorang Ibu, sedikit meringis mengusap-usap cubitan dan pukulan yang bertubi-tubi dia terima.


Cantika tak kuasa menahan rasa rindu pada Qen, dia berhamburan memeluk tubuh putranya yang terlihat kurus sambil terisak-isak.


Cantika tak menunggu lama, dia bertanya sebelum putranya terjaga, "Qen ... Apa yang terjadi pada mu nak? Kenapa kamu jadi begini? Tubuh mu kurus kering begini, rambut gondrong! Sudah berapa bulan kamu tidak keramas, Nak?"


Qenny mengusap matanya pelan, menatap wajah cantik sang Mama yang ada di hadapannya. Sesekali matanya liar menatap tajam kearah Huang.


'Brengsek sekali Huang! Kenapa membawa Mama kesini? Aaaagh ...!' sesalnya.


"Ma ... Sudahlah, jangan mengurus ku seperti anak kecil! Aku hanya sedang menunggu Ara kembali kesini," ucap Qenny berusaha duduk dari tidurnya.

__ADS_1


PLAAAAK ...!


Tangan Cantika menepuk pundak Qenny keras. Mata yang menangis mendengus kesal.


"Apa? Dengan kamu menyiksa dirimu seperti ini, di ruangan sempit ini, kamu akan menemukan gadis itu? Di cari Qen! Di cari! Bukan meratapi dengan menunggunya sehingga membuat kamu tampak seperti orang yang tidak punya tujuan hidup. Kamu masih muda sayang! Ayo ... Jangan menyiksa dirimu seperti ini," mohon Cantika pada putra kesayangannya.


Qenny mengusap wajahnya, sudah lebih dari dua minggu tubuhnya tidak menyentuh air. Dia hanya melakukan aktivitas seperti itu-itu saja selama tiga bulan lebih. Kamar tidur, kamar mandi untuk buang air, dapur dan sofa ruang tamu. Berharap Ara akan datang, di hadapannya.


Qenny mengeluarkan suaranya dengan terbata-bata, "Di-di-dia me-me-membawa anak ku, Ma!"


Cantika menautkan kedua alisnya, melirik kearah Huang, "Anak?? Maksud mu? Apakah kalian memiliki anak dengan gadis yang kamu tangisi ini? Sejak kapan, Qen? Bukankah kamu tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun? Apakah dia hamil? Jawab Mama, Qen!"


PLAAAAK ...!


PLAAAAK ...!


PLAAAAK ...!


Cantika memukuli Qenny bertubi-tubi tanpa perasaan kasihan karena kesal dengan penjelasan putranya yang setengah-setengah.


Qenny meringkuk meringis kesakitan, "Ma ... Ma ... Berhentilah memukul aku! Aku sedang menunggu gadis itu. Dia membawa anak ku!"


"Aaaagh! Huang, Huang, Huang, ambilkan aku air putih. Tidak mungkin Qenny menghamili anak orang. Qen, kamu seorang CEO. Jangan buat malu keluarga, Nak." geram Cantika mendengar penuturan putranya.


Huang Zhong dengan patuh, bergegas mengambil sebotol air mineral, dan memberikan pada Nyonya Besar Cantika, sekaligus untuk diri sendiri.


Perkataan Qenny tentang anak sangat mengejutkan bagi mereka. 'Anak seperti apa menurut Tuan Muda Qen? Apakah Ara mengandung anaknya? Hah ... Bukankah gadis itu memiliki hubungan juga dengan Altezza selaku secretaris ...?"

__ADS_1


Kepala Huang seperti akan meledak. Hal yang sama terjadi pada Cantika, yang seperti akan pingsan saat mendengar gadis itu melarikan anak, Qen.


'Hah ... Benarkah ini, Qen. Apakah ini yang di namakan 'Cinta CEO Pesakitan' ...?'


__ADS_2