Cinta CEO Pesakitan

Cinta CEO Pesakitan
Episode. 17. Mencari keberadaan Ara ...


__ADS_3

Altezza mengerenyitkan keningnya, 'Bagaimana mungkin seorang sopir bisa mengenal orang ternama sekelas Nyonya Besar Cantika? Apakah Qen merupakan simpanan, Nyonya Besar?'


Cantika yang tahu akan kelakuan Altezza, sengaja memeluk Qenny putranya dihadapan pria angkuh dan sombong tersebut.


Dengan dada bergemuruh Cantika mendekap erat tubuh pewaris tahta Keluarga Subagio sepenuh hati penuh kerinduan, sambil berbisik ketelinga Qenny.


"Peluk Mama, Nak! Kita lanjutkan sandiwara ini!" ucap Cantika pelan.


Tentu saja Qenny tersenyum sumringah, dia mendekap tubuh sang Mama yang masih ramping dan sangat terawat, dengan balutan barang-barang mewah yang menghiasi tubuh indah itu.


Qenny memejamkan kedua matanya, namun hanya terbayang wajah Ara saat berada di bawahnya dalam menghabiskan malam bersama.


Dengan tergesa-gesa, Qenny melepas pelukannya melanjutkan drama mereka berdua, "Maaf Nyonya Besar, saya tengah mencari keberadaan secretaris Altezza Sun!" tunduknya hormat.


"Qen! Qen ...!" teriak Cantika melirik kearah Altezza.


Dengan wajah tidak bersahabat Cantika justru memberi ruang pada Qenny untuk mencari gadis yang dia sebut namanya. Namum dengan wajah garang dia membesarkan kedua bola matanya.


"Siapa Ara? Apakah dia memiliki hubungan dengan, Qen? Cari keberadaan wanita itu sampai ketemu. Jika bertemu, bawa ke hadapan ku, dalam waktu dua kali dua puluh empat jam. Kau mengerti!!" tegas Cantika memberi perintah pada Altezza.


Tentu Altezza berfikir bahwa Qen adalah simpanan seorang tante-tante girang yang kaya raya. Tidak menunggu lama, Altezza mengarahkan seluruh pengawal perusahaan untuk segera mencari keberadaan Shania Sahara Atmaja.


"Cepat cari secretaris ku itu! Dia menghilang! Aku rasa dia telah mencuri barang-barang berharga, Qen. Sopir brengsek ... Buat masalah saja dengan menjadi simpanan Nyonya Besar Cantika!" sesal Altezza saat berhadapan dengan Huang Zhong.


Tentu celotehan Altezza yang mengatakan bahwa Qen, merupakan simpanan Nyonya Besar Cantika menjadi bahan tertawaan bagi Huang.


'Bagaimana mungkin seorang Ibu akan menyimpan anak kandungnya? Aaagh ... Ternyata pikiran Altezza, sama kotornya dengan seluruh orang yang tidak mengenal, Qen!' gumam Huang saat menerima perintah dari Altezza, dan masih berdiri di depan pintu ruangan.


"Apa yang kau tunggu di sini!?" bentak Altezza pada Huang yang masih melamun.


"Oooogh ... Baik Tuan!" tunduk Huang.

__ADS_1


"Cepat! Lakukan perintah ku!" teriak Altezza pada semua karyawan yang mendengar perintahnya.


Mereka berbisik-bisik, 'Apa yang telah di lakukan Ara, sehingga Nyonya Besar Cantika mencarinya? Apakah dia telah menggoda suami Nyonya Besar? Atau jangan-jangan gadis itu telah mencuri perhiasan Nyonya Besar Cantika ...'


Semua gosip murahan beredar dengan cepat, sesuai pikiran Altezza terhadap Qen.


Qenny masih berlari kencang mencari keberadaan Ara, gadis cantik yang telah dia sakiti tanpa mau mendengar ucapan gadis sebaik wanita yang dia anggap teman.


"Ara dimana kamu? Maafkan aku ... Aku akan mencoba mencintai mu, walau sebenarnya sulit bagi ku, Ara! Araaa! Araaaa! Shania Saharaaa!"


Kecemasan dalam hati Qenny terlihat jelas saat tubuhnya melemah seketika, berhenti di stasiun Tokyo. Berharap akan ada keajaiban gadis itu muncul di hadapannya.


Namun semua pupus sudah, Ara benar-benar pergi meninggalkan Qenny secepat kilat. Bahkan mobil yang mereka gunakan saat menuju hotel siang itu, masih berada di loby.


"Aaaagh ...!!" kesal Qenny meremas kuat kepalanya. Bahkan memukul-mukul kepalanya karena kebodohan nya sendiri.


"Apa yang telah kau lakukan, Qen! Apa? Pantas saja Daddy mengusir ku dari rumah! Ternyata aku merupakan pria brengsek yang tidak bertanggung jawab. Aku hanya manusia gagal yang terlahir di muka bumi ini. Tuhan ... Ambil saja nyawa ku! Aku tidak ingin hidup seperti ini. Hanya menyakiti orang-orang yang sangat berharap pada ku! Tuhan ... Jika Kau bertemu dengan Ara, katakan padanya bahwa aku mencarinya. Aku mencarinya Tuhan ...!" teriak Qenny seperti orang gila di tengah kerumunan orang-orang yang berlalu lalang di stasiun tersebut.


Masih terngiang di telinga Qenny, 'Bagaimana jika aku hamil?'


Dengan mudah dia menjawab, Qenny akan bertanggung jawab pada anak itu, tapi tidak untuk dirinya.


"Dad ... Maafkan aku!! Aku tidak ingin menikah dengan wanita lain selain Ara. Aku tidak akan kembali ke rumah, sebelum aku menemukan wanita bernama Shania Sahara Atmaja."


Qenny mengurung dirinya selama seminggu, tanpa melakukan aktivitas apapun di kantornya sebagai driver. Tentu semua orang mencari keberadaan Qenny juga Ara.


Terutama Nyonya Besar Cantika, yang sama sekali tidak berhasil menemukan keberadaan gadis bernama Shania Sahara Atmaja.


"Apa yang kamu lakukan Altezza? Mencari gadis seperti itu saja kamu tidak bisa! Apa yang bisa kamu lakukan? Haaah?"


Altezza menunduk hormat pada Nyonya Besar Cantika, dengan merutuki diri sendiri apalagi Qenny.

__ADS_1


"Dimana Qen tinggal? Apa kamu tidak tahu juga dimana sopir pribadi mu tinggal?" bentak Cantika pada Altezza dihadapan Huang.


Sontak semua bentakan dari Cantika membuat Altezza tidak bergeming. Hanya bisa meracau dalam hati, dengan mengepalkan tangannya.


"Jika aku bertemu dengan pria mesum itu, akan aku hajar dia. Karena ulahnya aku di caci maki oleh Nyonya Besar Cantika. Dasar sopir tak berguna!" geram Altezza saat akan memasuki ruangan, setelah menerima bentakan dari Nyonya Besar Cantika.


Huang Zhong yang mengetahui dimana keberadaan Qenny, mendatangi pria tampan itu, tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Cantika dan Altezza.


Huang yang tampak ragu saat akan menggedor pintu apartemen, memilih bertanya pada tetangga sebelah sebelum salah menggedor.


Huang kembali ke pintu pertama dia berdiri, dia menelan ludahnya sendiri, saat akan mengetuk pintu karena sangat mengetahui bagaimana CEO Qenny dalam mengahadapi semua masalahnya.


Tok ... Tok ... Tok ...!


Lebih kurang dari 30 menit Huang Zhong berdiri mematung di depan pintu apartemen itu, tanpa ada tanda-tanda Qenny segera membuka pintu untuknya.


Sekali lagi Huang mencoba mengetuk pintu apartemen yang mengeluarkan aroma tak mengenakan, dari sela-sela pintu.


"Tuan Mu-- ..."


Belum jadi dia melanjutkan panggilan nya, pintu apartemen terbuka kecil, memperlihatkan wajah yang sudah di tumbuhi bulu halus disekitar wajah dan dagu. Baju kaos, dan celana pendek, dengan ruangan apartemen berserakan tanpa ada yang membersihkan.


Huang Zhong yang melihat perubahan Tuan Muda Qenny, hanya bisa menelan ludahnya kasar. Ingin sekali dia memukuli wajah sang Tuan Muda, karena merasa kesal melihat kebodohan yang tidak masuk akal menurutnya.


"Tuan Muda Qen! Saya sudah berusaha mencari keberadaan Nona Shania Sahara Atmaja. Tapi tidak seorang pun dari kami menemukan keberadaan wanita itu. Bukankah wanita itu hanya seorang secretaris Altezza Sun, Tuan Mu-- ...?"


Qenny menyela pembicaraan Huang, karena dia tidak ingin mendengar alasan jika belum melakukan apapun ...


"Diam kau! Mencari seorang wanita saja tidak bisa! Apa yang kau bisa, haaah!!"


"Tuan Mu-- ..." tunduk Huang.

__ADS_1


"Diam!! Tinggalkan aku sendiri!"


__ADS_2